Love For Live

Love For Live
Love for Live Eps 43


__ADS_3

Setelah dibukakan gerbang, akhirnya sampailah mereka di dalam villa Keith. Yeri yang terbangun karena security mengetuk kaca mobil berusaha benar-benar terbangun, dengan cara mengucek matanya dan meregangkan otot-ototnya yang tegang karena posisi tidurnya yang kurang nyaman.


''Gue ketiduran ya gas, sorry gue gak nemenin loe." Ucap Yeri meringis agar Bagaskara tidak marah dengannya.


''Emang lebih baik loe tidur, jadi gue bisa fokus nyetir.'' Ucap Bagaskara membukakan seat belt Yeri yang masih terpasang.


''Hehehe iya sih, ohiya Clara belum bangun. Ra.. Bangun kita udah sampai.'' Yeri membangunkan Clara yang dari awal sudah tidur.


''Huaaahhh,,,, cepet amat sampainya.'' Ucap Clara terbangun tapi masih setengah sadar.


''Ayo turun, gue udah laper nih.'' Ucap Yeri memegangi perutnya yang sudah lapar.


''Loe udah laper? nih gue bawa kue kalau loe mau.'' Bagaskara memberikan kue yang ia bawa untuk menemaninya menyetir.


''Loe bawa kue? udah habis setengah ya.'' Ucap Yeri melihat kuenya yang tinggal setengah karena sudah dimakan oleh Bagaskara sepanjang perjalanan.


''Iya, gue gak bisa menyetir lama kalau gak makan nih kue. Soalnya gue gak bisa telat makan sedikit pun.'' Ucap Bagaskara tersenyum.


''Yah maaf ya kita gak tau, kita yang ajak tapi kita lupa gak bawain makanan. Adanya camilan doang kesukaan kita.'' Ucap Clara meminta maaf.


''Padahal gue mampir ke toko kue lumayan lama tapi mereka gak sadar.'' Batin Bagaskara.


''Gakpapa lagipula gue bawa kok, asisten gue kan tau apa yang harus disiapin. Yuk keluar butuh udara segar, udah puas kan tidurnya?" Ucap Bagaskara sedari tadi ingin keluar tapi Clara dan Yeri belum siap.


''Loe bisa duluan kok, gue mau benerin make up gue.'' Ucap Clara sambil berkaca.


Bagaskara lalu keluar dari mobil dan diikuti Yeri yang ingin segera keluar. Terlihat Yeri sangat senang dengan udara yang masih asri dan pemandangan yang bagus.


Bagaskara lalu menjauh dan menyalakan rokoknya, sudah hampir 2 jam dia menahan diri agar tidak merokok.


''Waahh, kalau gue tinggal disini setiap hari pasti enak banget.'' Ucap Yeri menghirup udara segar dengan senangnya.


Tak lama kemudian Yura keluar dari villa karena penasaran siapa yang datang.

__ADS_1


''Maaf kalian siapa ya?" Tanya Yura kepada Yeri yang masih menikmati udara yang sejuk.


Yura memang tidak terlalu kenal dengan Yeri, begitupun Yeri. Tapi tak lama Clara keluar dari mobil dan langsung menghampiri Yura dengan senangnya.


''Kak yuraaa.'' Teriak Clara kencang sambil berlari menuju Yura dan memeluknya.


''Clara? Aku kira siapa soalnya aku gak kenal temen-temen kamu.'' Ucap Yura sedikit lemah.


''Kak Yura sehat kan, gimana keadaan keponakan aku?" Tanya Clara.


''Sehat kok ra.'' Ucap Yura tersenyum.


''Hai kak, saya Yeri. Dan cowok yang disana itu Bagaskara.'' Yeri memperkenalkan diri kepada Yura.


''Hai Yeri, sepertinya aku pernah lihat kamu. Tapi karena gak terlalu dekat jadi lupa.'' Ucap Yura seperti pernah melihat Yeri.


''Pastilah, kan dia sahabat aku kak. Pasti pernah lihat dia kalau lagi bareng sama aku.'' Ucap Clara.


''Kak Yura kenapa kurus banget sih? makan teratur kan?" Tanya Clara prihatin dengan kondisi tubuh Yura yang kurus, padahal dia sedang hamil besar.


''Iyaa kok Ra, mungkin semua nutrisi aku dihisap semua sama keponakan kamu.'' Ucap Yura tertawa.


''Ohiya kalian mau minum apa? biar disiapin sama bi Eka.'' Yura menawarkan minum.


''Apa aja kok, tapi kopi hitam agak manis satu ya buat bagas.'' Ucap Yeri merequest minum untuk Bagaskara.


''Bi Eka, bikinin minuman hangat dan kopi hitam agak manis satu ya.'' Ucap Yura menghampiri bi Eka yang lagi di dapur.


''Oke non.'' Ucap bi Eka.


Setelah menunggu beberapa menit minuman yang dibikinin bi Eka telah disajikan di meja. Ketika melihat Clara bi Eka langsung mengenali.


''Ya ampun non Clara, bibi kira siapa.'' Ucap bi Eka menyapa Clara.

__ADS_1


''Hehe iya bi, bibi sehat kan.'' Tanya Clara.


''Non Clara tumben menanyakan kondisi saya biasanya dia paling judes.'' Batin bi Eka.


''Sehat non, silahkan diminum.'' Ucap bi Eka langsung kembali ke dapur.


''Ra, bisa jujur gak sama aku. Calvin sekarang dimana? Kenapa dia gak pernah kesini.'' Tanya Yura dengan penuh harapan.


Clara melihat ke arah Yeri memberi isyarat agar dia pergi sebentar karena ada pembicaraan yang perlu dibicarakan berdua.


''Oh gue kasih kopi ini ke Bagaskara dulu ya.'' Ucap Yeri langsung pergi keluar memberikan kopi untuk Bagaskara.


''Kenapa loe masih nanyain Calvin?" Nada bicara Clara berubah ketika hanya berdua dengan Yura.


''Ra, kenapa loe bicaranya berubah seperti ini.'' Tanya Yura heran.


''Emangnya gue gak tau ya kalau anak yang dikandung loe itu anak Erick! Anak dari orang yang gue cintai kak!'' Bentak Clara dengan nada tinggi. Yeri dan Bagaskara tidak mendengar karena jaraknya terlalu jauh, hanya bi Eka yang mendengarkan pembicaraan keduanya.


''Tapi Ra gue gak tau kalau Erick itu deket sama loe.'' Yura mencoba membela diri.


''Walaupun loe gak tau, tapi kenapa loe mau tidur sama laki-laki lain? Kenapa loe khianati Calvin? Kenapa loe masih jaga itu anak! Kenapa loe gak gugurin aja? Loe mau minta tanggung jawab Erick ya?" Amarah Clara semakin menjadi-jadi.


''Ra gue minta maaf, gue jaga ini anak karena permintaan Calvin. Dia bersedia untuk membesarkan anak ini sama-sama.'' Ucap Yura mendekat ke Clara.


''Bohong! Kalau emang Calvin mau besarin anak ini sama-sama gak mungkin dia ninggalin loe, ninggalin gue bahkan keluarga dia. Dia pergi ke luar negeri pasti karena loe! Karena dia sangat kecewa sama loe! Calvin pergi gara-gara loe!" Teriak Clara lantang dengan menunjuk ke arah Yura.


''Gak gak mungkin Ra, gak mungkin Calvin ninggalin gue! Dia udah janji mau besarin anak ini sama-sama. Loe gak tau betapa menderitanya gue disini selalu menunggu Calvin. Gue bahkan setiap hari selalu menatap didepan kaca berharap hari itu juga Calvin datang menemui gue.'' Ucap Yura menangis.


''Kandungan ini lemah pun gue selalu bertahan demi Calvin, padahal gue setiap hari menahan rasa sakit pun gue hanya bisa menangis. Calvin gak penuhi janjinya, dia bilang setiap minggu akan kesini tapi kenyataannya dari sini dia gak pernah kembali. Gue yang menderita disini ra'' Sambung Yura kecewa dengan Calvin dan Clara.


''Kenapa kalian jahat sama gue! Om Tante, loe, bahkan Calvin orang yang benar-benar gue percaya. Kenapa?" Tangisan Yura semakin menjadi-jadi.


''hahaha, loe masih tanya kenapa! Itu karma buat loe Yura! Loe cewek gak tau diri! Berusaha sekuat apapun loe, loe itu cuma sampah hanya mengganggu kenyamanan orang lain.'' Clara dengan senyuman sinisnya terus menyalahkan Yura dan mencaci makinya.

__ADS_1


__ADS_2