Love For Live

Love For Live
Love for Live Eps 22


__ADS_3

''Vin, aku boleh minta sesuatu gak" Ucap Yura ke Calvin.


''Tumben kamu minta sesuatu dari aku, biasanya aku terus yang kasih sebelum kamu minta. Coba bilang kamu mau apa'' Ucap Calvin sambil memegang kedua pundak Yura.


''Apa aku boleh minta rumah? Rumah yang jauh dari sini. Dekat gunung atau laut yang bisa buat suasana hati aku lebih baik lagi'' Ucap Yura.


''Kamu mau jauh dari aku ya'' Ucap Calvin bertanya.


''Enggak Vin, aku hanya butuh penyegaran. Di sini aku stress banget'' Ucap Yura menunduk.


''Okee, kamu bisa tinggal di villa aku untuk sementara. Kamu memang butuh udara segar bukan dikurung disini sama aku'' Ucap Calvin kembali memeluk erat Yura.


''Makasih ya Vin'' Ucap Yura.


''Aku akan sering dateng buat ketemu sama kamu, disana juga penjagaannya ketat jadi kamu akan aman disana'' Ucap Calvin, Yura hanya membalas dengan anggukan kepala dan tersenyum.


...****************...


...----------------...


"Mohon maaf pak, belum lama bos pertama mendatangi kantor. Dan marah besar karena kantor mengalami kerugian, dan mengancam bos kedua akan kembali mengambil alih posisi bos kedua" Ucap bodyguard yang mengawasi Calvin di kantor.


"Bukanya dia gak peduli lagi dengan perusahaan" Tanya Papa Calvin.


"Sepertinya ada perjanjian antara mereka berdua pak" Ucap bodyguard.


"Bisa jadi putra pertama kita mau bermain dibelakang layar mah, jadi menggunakan Calvin untuk menjadi benteng" Ucap Papa ke mama.


"Tapi kalau seperti itu nanti Calvin yang jadi target utamanya kalau ada masalah yang ditimbulkan. Selamatkan Calvin pah, dia anak yang baik" Ucap mama memohon.


"Papa akan melakukan yang terbaik buat calvin, mama tenang aja ya" Ucap papa menenangkan.


"Gimana sih muka kakak pertama ? Kalian gak akan ngenalin dia sama adiknya sendiri" Ucap Clara tiba-tiba menyambung pembicaraan.


"Bukan kita yang gak mau ngenalin nak, kakak kamu yang gak mau identitasnya diketahui orang lain" Ucap papa.


"Ohh emang clara orang lain sih bukan dari keluarga ini" Ucap clara pergi ke kamarnya dengan membanting pintu.


"Kenapa papa bilang begitu clara jadi salah paham, emang anak papa yang itu selalu bikin gara-gara. Papa juga gak bisa melawan dia, jadi seenaknya kan dia sama saudaranya" Ucap mama marah.


"Ya wajarlah dia mewarisi sifat ibunya yang kurang baik. Yang terpenting anak kita sekarang pada baik-baik karena kamu seorang ibu yang baik" Ucap papa merayu mama biar tidak marah lagi.

__ADS_1


"Ya memang dimana-mana anak sesuai dengan ibunya" Ucap mama.


"Kalau bisa mah papa ketemu mama duluan biar tidak punya bibit seperti dia" Ucap papa merangkul mama.


"Nasi sudah menjadi bubur, berusaha seperti apapun papa gak bisa merubah takdir yang sudah ditetapkan" Ucap mama.


"Ya memang papa dulu salah mendidik, selalu menuruti apa kata ibunya walau menyesatkan" Ucap papa pasrah menerima bahwa cara didiknya yang salah.


"Sekarang papa fokus selametin calvin gimanapun caranya, jangan lepas tangan begini" Ucap mama masih khawatir.


"Iya mah papa akan bergerak mulai sekarang" Ucap papa.


...-Kamar clara-...


"Kapan hidup gue tanpa masalah, gak bisa damai banget tinggal di keluarga ini" Ucap Clara sambil memukuli tembok kamarnya.


Kringg kringg kringg handphone clara berbunyi segera clara mengangkat telfon dari yeri.


"Are you okay ra" Tanya Yeri.


"Gue gakpapa, tumben loe telfon gue" Ucap clara.


"Gimana gue gak telfon! loe aja gak ada kabar, gue takutnya loe kenapa-napa. Kenapa chat, dm gue gak dibaca sih. Gue kan khawatir" Ucap yeri.


"Pasti berat banget ya, apa kita ketemuan sekarang buat hilangin pusing loe ra" Tanya yeri.


"Okee kita shopping gimana" Ucap clara bersemangat.


"Okey ra, kita ketemuan disana ya" Ucap Yeri.


...-M A L L-...


Yeri sampai lebih dulu dan menunggu clara di loby mall, tapi tidak lama clara datang dengan senyuman.


"Yeri... Loe udah nunggu lama ya" Ucap clara karena takut yeri menunggu lama.


"Iyaa udah dari kemarin nih sampai berlumut hahahaha" Canda yeri mencairkan suasana.


"Bisa aja, yuk gue udah dari kemaren pengen beli tas. Semoga aja yang gue pengen masih ada" Ucap clara menarik tangan yeri ke toko tas yang ber merk untuk menambah koleksi tasnya.


"Ra ini kan merk tas yang harganya diatas 5 juta" Ucap Yeri ragu.

__ADS_1


"Ahh gak seberapa, ikut aja yuk. Tas yang gue bawa aja harganya 8 juta hehehe dah lah ayok" Ucap Clara menarik paksa yeri.


"Loe kalau mau ambil aja ya" Ucap clara sambil memilih.


"Ahh enggak gue nyariin buat loe aja ya" Ucap yeri sambil memilih juga.


"Ini atau ini ya" Tanya clara sambil memakai tas yang dipilihnya.


"Dua-duanya bagus, yang satu buat acara formal dan yang satunya buat kalau jalan" Ucap yeri cocok dengan tas yang dipilih clara, setelah itu yeri masih sesekali melihat tas yang dia suka. Tapi dengan nominal harga yang tinggi dia mengurungkan niatnya untuk membeli.


"Loe gak milih tas, gue beliin tenang aja" Ucap clara.


"Belum ada yang cocok ra, kapan-kapan aja kalau ada stock terbaru, loe udah milih kan yuk ke kasir gue udah laper" Ucap yeri mendorong clara ke kasir tanpa membeli apapun.


Setelah clara membayar tas yang dia beli, mereka keluar dari toko menuju restoran yang sering mereka kunjungi ketika shopping.


"Kita makan dulu terus kita lanjut lagi yaa" Ucap clara.


"Hey cewek bawel" Teriak bagaskara dari belakang yeri dan clara dan kompak berdua menoleh karena bagaskara teriak dengan kencangnya.


"Siapa tuh cowok" Tanya clara tak mengenal bagaskara.


"Mau apa loe kesini" Tanya yeri kepada bagaskara yang semakin mendekat.


"Ini kan tempat umum emangnya gue gak boleh ya kesini" Ucap bagaskara datang dan membelai rambut yeri.


"Ih apaan sih loe" Ucap yeri menepis tangan bagaskara.


"Upss, loe punya pacar selama ini ya? Wah loe gak cerita sama gue" Ucap clara terkejut.


"Ahh enggak kok ra, tau nih cowok gila yang dateng darimana" Ucap yeri menyangkal perkataan clara bahwa bagaskara pacarnya.


"Hmm, kalian mau kemana? Boleh gabung" Ucap bagaskara merangkul yeri, belum sempat yeri menolak clara sudah menyetujuinya.


"Oke kita makan sekarang, uhh yeri gak gue nyangka loe menyembunyikan hubungan loe dari sahabat loe sendiri" Ucap clara berjalan sambil mencolek yeri.


"Bisa diem gak loe, gue gak pacaran sama nih cowok. Gue cuma sekedar kenal dari erick aja" Ucap yeri berbisik ke clara.


"Wahh erick pinter ya comblangin loe sama cowok ganteng hahahaha" Ucap clara tertawa lepas, bagaskara hanya mengikuti dan sedikit mencuri-curi pandang sama yeri.


"Tuh Kan dia tuh suka sama loe, buktinya matanya gak mau lepas dari loe" Bisik clara lagi menggoda yeri.

__ADS_1


"Dah lah ayooo" Ucap yeri berjalan cepat meninggalkan bagaskara di belakang.


"Dari sudut manapun dia cantik" Ucap bagaskara tersenyum.


__ADS_2