Love For Live

Love For Live
Love for Live Eps 39


__ADS_3

"Gue terlanjur cinta sama Erick, gue akan tunggu dia sampai dia kembali sama gue lagi. Gue percaya dia akan balik lagi ke gue yeri.'' Ucap Clara dengan segala kepercayaan dirinya.


''Tapi loe bener-bener lihat dia sama cewek lain? Loe tau kan Erick cowok yang friendly, jadi segala tindakan dia pasti buat seseorang curiga.'' Yeri mencoba menenangkan Clara agar berfikiran positif, disini Yeri tidak terlalu percaya dengan Clara karena Erick sosok pria yang memang perlakuannya baik ke semua wanita.


Dan karena itu Yeri yang menganggap Erick adalah sahabat baik, tapi ternyata bisa menyimpan perasaan cinta untuknya. Perlakuan lembut Erick dan perlakuan yang bisa membuat Yeri nyaman pasti juga dirasakan oleh Clara yang benar-benar mencintainya.


Tapi melihat Clara yang sangat mencintai Erick, membuat Yeri berhenti untuk mencintai dan berjaga jarak dengan Erick. Dan selama ini berhasil karena Erick sudah sibuk dengan dunianya, yaitu dikelilingi oleh wanita-wanita.


''Gue lihat sendiri, dia lagi jalan ke mall bertiga. Gue emang belum ada ikatan, tapi kenapa rasanya sakit banget yaa.'' Clara memegang dadanya yang sesak karena mengingat itu semua.


''Tapi gue harus kuat kan, bukan cuma sekali ini aja Erick berkelakuan seperti itu, gue harus kuat.'' Sambung Clara menguatkan dirinya sendiri.


''Iyaa Ra jangan berfikir negatif, mungkin mereka ketemu dimall dan jalan bareng. Loe harus jauhi pikiran yang negatif tentang Erick ya, dia cowok baik kok. Cuma terkadang dia suka baik ke semua orang. Kalau cuma jalan ke mall bisa aja cewek itu minta tolong ke Erick buat memilih sesuatu buat temen atau pacar cowoknya.'' Yeri masih berfikir positif tentang Erick yang sebenarnya dia adalah playboy.


''Mungkin aja ya, tapi apa loe beneran gak suka sama Erick.'' Clara tiba-tiba menanyakan perasaan Yeri terhadap erick apakah Yeri menyukai Erick atau tidak.


Yeri terlihat tergagap dengan pertanyaan tersebut, tetapi dengan mengatur nafas sesaat, akhirnya Yeri berhasil meyakinkan Clara bahwa dirinya tidak menyukai Erick dan hanya menganggap Erick sebagai sahabatnya.


''Ah, mana mungkin lah Ra gue suka sama Erick, gue sama dia cuma sebatas sahabat. Dia udah seperti kakak gue sendiri.'' Yeri menjawab pertanyaan Clara dengan agak gugup.


''Tapi awalnya gue kira loe suka sama dia, soalnya kalian sangat dekat. Bahkan hampir terlihat seperti orang yang lagi pacaran, tapi ketika gue ke rumah loe buat menanyakan tentang perasaan loe ke Erick. Gue lihat loe pelukan sama Aldo, yang gue pikir pasti Aldo itu pacar loe. Ternyata memang dua-duanya gak ada di hati loe ya, gimana caranya sih biar gak baper sama cowok.'' Clara membicarakan semua yang dia lihat dan dia pikirkan tentang Yeri dan perasaannya. Berharap dirinya seperti Yeri yang tidak gampang terbawa suasana oleh teman cowok.

__ADS_1


''Tapi gue terlanjur baper sama Erick ra.'' Batin Yeri.


''Ya gimana ya Ra, mereka bukan tipe gue hehehe.'' Yeri tersenyum palsu menjawab pertanyaan Clara.


''Tapi kan Yeri, cowok waktu itu masih deketin loe kan. Si Bagaskara, dia kan deketin loe terus akhir-akhir ini. Apa udah loe balas cintanya.'' Clara menanyakan Bagaskara.


''Waktu itu gue tolak cintanya Ra...


3 Bulan yang lalu....


''Mau apa sih gas, loe gak capek ke sini terus setiap hari. Gue risih banget tau gak.'' Ucap Yeri kesal dengan kedatangan Bagaskara yang hampir setiap hari datang ke rumahnya.


''Gue kasih waktu 5 menit, kalau lebih gue gak mau dengerin loe lagi.'' Yeri memberikan waktu Bagaskara 5 menit untuk berbicara dengannya.


''Gue suka sama loe Yeri, gue memberanikan diri buat bilang ini ke loe hampir 3 bulan. Gue mau loe jadi pacar gue.'' Bagaskara menyatakan cintanya kepada Yeri dengan jantung yang berdegup kencang, karena baru pertama kalinya dia menyatakan cinta. Dan tidak lupa Bagaskara memberikan bunga dan boneka yang memegang hati bertuliskan 'I love you'.


''Gue gak suka sama loe gas, walaupun loe setiap hari kirim bunga itu gak buat gue luluh sama loe. Malah gue risih sama loe, biarin gue hidup tenang sehari aja. Gue capek rawat bunga pemberian loe.'' Yeri menolak Bagaskara karena Yeri belum sedikitpun punya perasaan sama Bagaskara.


''Oke, gue emang bodoh langsung nyatain cinta seperti ini. Gue akan setia nunggu loe sampai loe nerima gue. Oh udah 5 menit gue pergi ya, makasih atas waktunya. Bunga sama bonekanya buat loe aja ya.'' Bagaskara merasa kikuk karena ditolak oleh Yeri dan langsung pergi meninggalkan rumah Yeri dengan rasa kecewa.


''Kenapa dia kuno sekali sih, apa mungkin dia gak pernah punya pacar.'' Pikir Yeri sambil menatap jauh Bagaskara yang pergi dengan mobilnya.

__ADS_1


......................


''Apa? Dia masih muda kan. Bukan om-om yang berkelakuan kuno? Tapi kalau dilihat wajahnya juga dia masih muda. Tapi yang pasti dia lebih tua dari kita.'' Clara memikirkan apa yang telah diceritakan Yeri.


''Tapi dia sampai sekarang masih ngelakuin hal yang sama ra.'' Yeri memberikan kesan yang bosan dengan hal yang dilakukan Bagaskara.


''Tapi tadi gue udah tegur dia sih, gue marahin dia. Tapi anehnya, mau semarah apapun gue dia tetep gak marah sama gue. Malah dia masih baik sama gue, gimana dong ra.'' Sambung Yeri mengeluh dengan sikap Bagaskara yang berbeda.



...Yeri bercerita...


''Berarti dia bener-bener suka sama loe Yeri, udah deh saran gue loe ikutin aja apa mau dia. Kalau emang dia cuma mau main-main sama loe gak mungkin sampai selama ini dia ngejar-ngejar loe.'' Clara menyarankan agar Yeri tidak menutup diri dari Bagaskara.


''Oke deh Ra, gue akan coba gak terlalu galak sama Bagaskara. Tapi ya bukan berarti gue nerima dia, ya mungkin akan gue coba buat lebih membuka hati secara perlahan.'' Yeri akhirnya mau membuka hati untuk Bagaskara yang awalnya dia sangat menolak didekati Bagaskara.


''Gitu dong, takutnya loe akan nyesel kalau tidak buka hati buat dia. Setelah dia pergi bisa aja loe baru suka sama dia.'' Ucap Clara senang atas keputusan Yeri.


''Kalau begini kan gue gak akan curiga kalau loe sebenarnya juga suka sama Erick. Karena gue mau Erick cuma punya gue sendiri.'' Batin Clara tersenyum senang melihat ke arah lain.


Yeri menunduk dan memikirkan apa keputusannya untuk membuka hati buat Bagaskara akan berjalan sesuai harapannya atau tidak. Karena selama ini perlakuan manis Erick ke dirinya yang membuatnya susah untuk melupakan Erick.

__ADS_1


__ADS_2