Love For Live

Love For Live
Love for Live Eps 24


__ADS_3

''Gak semudah itu Ra, loe juga gak akan mau kan kalau mengambil kebahagiaan orang lain'' Ucap Yeri tersenyum.


"Ya gue sih bisa aja, yang penting gue bahagia. Urusan orang lain gue gak mau tau'' Ucap Clara sambil melipat tangannya ke depan.


''Iya tuan putri, kita balik ke restoran tadi yuk'' Yeri menggandeng tangan Clara untuk kembali ke restoran.


''Oke, tapi tunggu! Gue mau loe sekarang fokus buat kebahagiaan loe sendiri ya, jangan selalu menomorsatukan kebahagiaan orang lain. Loe juga punya hak untuk bahagia'' Ucap Clara menahan Yeri.


''Iyaa, kenapa loe gak jadi cowok aja sih. Kalau loe cowok gue maju paling depan buat jadi pacar loe'' Ucap Yeri bercanda.


''Bisa aja loe dapet cowok seperti gue hehehe'' Ucap Clara tersenyum lebar dan kembali berjalan menuju restoran.


''Apa gue harus hubungi Erick buat kasih tau kondisi Bagaskara ya'' Batin Yeri sedikit khawatir dan segera mengambil handphone dan menghubungi Erick via chat.


•Bagaskara sepertinya sedang tidak sehat Rick, dia dilarikan ke rumah sakit•✓✓


''Siapa? Serius amat'' Tanya Clara.


''Bukan siapa-siapa Ra, kirain tadi papa gue telfon. Ternyata enggak'' Ucap Yeri bohong.


...****************...


...----------------...


...° Rumah Sakit °...


''Hoshh...Hoshhh'' Erick terengah karena buru-buru melihat Bagaskara yang sedang di rumah sakit.


''Ahh, lengan gue sakit. Gue sampai lupa kalau punya luka'' Ucap Erick memegangi lengan yang nyeri.


''Erick, disini'' Ucap sopir Bagaskara memberi tahu posisi Bagaskara dirawat.


''Kak, gimana keadaan Bagaskara'' Tanya Erick.


''Untuk hasil cuma bos aja yang diberitahu dokter, bos juga merahasiakan dari kita semua'' Ucap sopir Bagaskara.


''Dasar berandal, gue udah boleh masuk'' Tanya Erick.


''Boleh, tapi loe yakin kan gak ada yang ikutin loe kesini'' Ucap sopir Bagaskara memastikan.

__ADS_1


''Ada, cuma sudah dihadang duluan sama anak buah Bagaskara. Jadi mereka gak akan tau gue kesini'' Ucap Erick meyakinkan.


''Oke kalau begitu, gue akan perketat di luar rumah sakit'' Ucap sopir Bagaskara dan Erick hanya mengangguk dan masuk ke ruang rawat VVIP.


''Bos Bagas kenapa tumbang'' Ucap Erick meledek Bagaskara yang terbaring.


''Daya tahan tubuh gue sedang turun, gue gak bisa makan makanan yang pedas. Mana posisi gue sedang makan sama Yeri dan Clara'' Ucap Bagaskara menutup mukanya.


''Pantas aja Yeri yang hubungi gue kalau loe sakit, ternyata loe sedang sama dia'' Ucap Erick cemberut.


''Gak usah pasang muka asem, gue dari awal juga udah bilang bakal deketin Yeri'' Ucap Bagaskara mencoba bangun dari tidurnya.


''Iyaa gue tau, gue iri aja loe bisa deketin dia'' Ucap Erick sambil membantu Bagaskara untuk duduk.


''Loe fokus aja sama Clara, biar Yeri bisa sepenuhnya lupain loe'' Ucap Bagaskara.


''Kenapa loe bisa simpulin kalau Yeri juga suka sama gue'' Ucap Erick kepo.


''Gue tau aja, tapi emang Yeri akan segera menyerah sama perasaannya. Karena dia gak mau merusak kebahagiaan sahabatnya'' Ucap Bagaskara menatap serius Erick.


''Gue gak mau loe cuma mainin Yeri aja Rick'' Sambung Bagaskara.


''Iya, mungkin emang loe yang pantes buat dia dibandingkan gue. Gue pengen bahagiain Yeri, tapi gue gak bisa karena ada Clara yang selalu disamping dia'' Ucap Erick menunduk.


''Maksud loe? Musuh loe ada hubungannya dengan Calvin'' Tanya Erick terkejut.


''Ada bos besar dibalik Calvin. Calvin hanya boneka aja, gue tinggal tunggu waktu buat dia muncul'' Ucap Bagaskara.


''Pasti papanya ya? Calvin kan hanya meneruskan perusahaan papanya'' Ucap Erick menebak.


''Bukan, kakak Calvin dalang dibalik itu semua'' Ucap Bagaskara.


''Wah baru tau gue kalau Clara punya kakak lagi'' Ucap Erick terkejut kalau Clara punya kakak selain Calvin.


''Perusahaannya sedang turun, pasti gak lama dia akan muncul ke permukaan mengambil alih semuanya'' Ucap Bagaskara dengan yakinnya.


''Gue akan lindungi Clara sebisa gue'' Ucap Erick yakin.


''Ehh tapi sakit loe gak parah kan'' Sambung Erick untuk memastikan lagi keadaanya.

__ADS_1


''Gue cuma kecapean jadi sering lupa makan, cuma asam lambung naik sama masalah kesehatan yang sepele aja'' Ucap Bagaskara tersenyum mencoba meyakinkan Erick.


''Sepertinya loe harus cepat-cepat cari istri, biar makan ada yang ngingetin. Eh gak usah istri minimal pacar'' Ucap Erick menggoda Bagaskara.


''Gak harus punya pacar, handphone juga ada alarm pengingat'' Ucap Bagaskara.


''Gue curiga, loe beneran suka cewek kan? Apa ngejar Yeri cuma buat pengalihan aja'' Ucap Erick curiga.


''Gue juga bingung sama diri gue sendiri'' Ucap Bagaskara tersenyum nakal, Erick terperanjat mendengar perkataan Bagaskara.


''Gila loe, dah lah gue pulang. Geli gue sama loe'' Ucap Erick merinding.


''Hahahhaha, Duhh perut gue sakit. Gue normal kok Rick tenang aja'' Ucap Bagaskara sambil memegangi perutnya yang sakit karena tertawa melihat reaksi Erick.


''Gue masih heran aja kenapa bos besar kaya loe gak pernah main sama cewek, makanya gue selalu curiga'' Ucap Erick kembali duduk.


''Gue masih takut Rick, gue takut jika gue bisa berubah menjadi jahat kaya papa gue'' Ucap Bagaskara mulai bercerita.


''Tapi kan loe bisa berusaha gak seperti papa loe, gue yakin loe akan lebih bisa menghargai seorang wanita, buktinya sampai sekarang loe takut memulai untuk dekat dengan wanita. Gue yakin loe akan mencintai dia seperti loe cinta sama mama loe'' Ucap Erick serius.


''Jangan pernah terpenjara dalam balutan masa lalu gas, loe udah gue anggap sebagai kakak gue sendiri. Jadi gue percaya kalau loe bisa bahagia'' Ucap Erick menepuk pundak Bagaskara.


''Ahhh'' Bagaskara kesakitan memegangi kepalanya.


''Gas, loe kenapa? Gue panggil dokter yaa'' Ucap Erick menekan tombol darurat langsung ke suster penjaga, tidak lama suster dan dokter langsung masuk ke ruang Bagaskara.


''Ahhh'' Erang Bagaskara sambil terus memukul kepalanya.


''Sus, langsung suntik obat penenang buat pasien ya. Untuk sementara jangan ada yang boleh menjenguk dulu ya'' Ucap dokter memeriksa Bagaskara, tak lama Bagaskara tertidur karena efek obat yang disuntikkan.


''Maaf dok, boleh tanya Bagaskara sakit apa ya'' Tanya Erick pelan.


''Pasien mengidap Post Traumatic Stress Disorder atau PTSD mas. Jadi pasien punya peristiwa traumatis yang bisa kapan saja kambuh kalau dia mengingat, melihat tempat atau orang yang bersangkutan dengan traumanya. Kebetulan pasien juga pasien dari dokter Psikologi disini, karena mungkin akhir-akhir ini dia stress jadi menjalar ke lambung. Masih baik untuk lambung bisa langsung ditangani belum sampai ke tahap gerd. Karena lebih bahaya jika sampai ke tahap gerd. Kami butuh bantuan agar mas sebagai teman atau saudaranya bisa support pasien ya, jangan sampai bercerita tentang masa lalu pasien untuk proses penyembuhan'' Ucap dokter menjelaskan diagnosa dan penyakit yang Bagaskara selama ini idap.


''Terima kasih ya dok atas penjelasannya, saya jadi tau apa yang dialami oleh Bagaskara. Soalnya dia menutupi hal ini semua sendiri'' Ucap Erick sambil membungkukkan badannya.


''Pasien pasti telah mengalami hidup yang sulit, sampai dia jadi seperti ini. Bahkan obat dari Psikolog gak pernah diminum sama dia'' Ucap dokter khawatir.


''Saya akan lebih perhatian lagi dengan Bagaskara dok, terima kasih ya dok'' Ucap Erick, dokter hanya mengangguk membalas ucapan terima kasih dan pergi dari kamar rawat inap Bagaskara.

__ADS_1


...****************...


...----------------...


__ADS_2