Love For Live

Love For Live
Love for Live Eps 41


__ADS_3

"Yeri, sepertinya gue gak bisa nyetir deh. Badan gue tiba-tiba kurang enak badan. Gimana kalau kita ajak seseorang buat jadi sopir?" Tanya Clara kepada Yeri untuk menggantikan dirinya untuk menyetir mobilnya.


''Bukannya loe punya sopir ya Ra?" Tanya Yeri, dia juga bingung harus meminta tolong ke siapa untuk menjadi sopir mengantarkan mereka ke villa Calvin.


''Gimana kalau kita minta tolong Bagaskara buat anter kita?" Clara berharap Yeri setuju dengan usulannya.


''Ih gila loe ya, gue gak mau ngrepotin dia. Apalagi gue tadi marah-marah sama dia, mana berani gue minta tolong sama dia.'' Yeri menunduk karena malu jika harus meminta bagaskara untuk mengantarkan ke villa Calvin.


''Yah cuma dia aja Yeri sebagai alternatif kita, masa kita minta tolong Aldo buat jadi sopir.'' Clara sengaja menyebut nama Aldo agar tau reaksi Yeri.


''Jangan Aldo Ra, sepertinya dia sedang sibuk akhir-akhir ini.'' Ucap Yeri sambil memainkan home screen handphonenya. Clara yang mendengar bahwa Yeri menolak jangan sampai Aldo yang menjadi sopir, dia langsung merebut handphone Yeri dan mencari kontak Bagaskara.


''Ihh apa-apaan sih Ra, jangan aneh-aneh ya.'' Yeri terkejut karena handphonenya tiba-tiba diambil Clara.


''Ya ampun Yeri, loe bener-bener cuekin Bagaskara ya?'' Clara terkejut dengan isi chat Bagaskara yang banyak di cuekin oleh Yeri, banyak pesan yang hanya dibaca dan dibalas dengan kata ''Ya''.


''Ya terserah gue dong, emang dasarnya gue gak suka sama dia. Gak salah kan, biar Bagaskara juga gak terlalu berharap sama gue.'' Yeri memberikan penjelasan kenapa dia tidak terlalu peduli dengan Bagaskara.


''Cowok yang seperti apa sih yang masih loe tungguin? Gue jadi penasaran.'' Clara penasaran dengan pria yang disukai Yeri, karena dia sangat menyembunyikan identitas pria tersebut.


''Ya ada tapi kan gue belum move on.'' Yeri mengakui belum bisa melupakan pria tersebut.


''Makanya loe harus terima cowok yang deketin loe, kan sayang banget cowok royal seperti Bagaskara loe anggurin. Gue telpon dia ya.'' Clara mencoba menelepon Bagaskara menggunakan handphone Yeri.


Yeri terlihat khawatir dengan Clara yang menelpon Bagaskara, Yeri menggigit jarinya seperti gugup. Tak lama Bagaskara mengangkat teleponnya yang dikira Yeri yang menelponnya.


Telepon...


''Hallo, Yeri? tumben banget loe telfon gue.'' Bagaskara langsung menjawab telepon.

__ADS_1


''Hai gas, ini gue clara.'' Jawab Clara dengan santai.


''Ohh loe Ra, ada apa? Kok loe telpon pakai nomernya Yeri? Yeri gakpapa kan? Dia gak kambuh lagi kan sakitnya?" Bagaskara terdengar khawatir karena Clara menelepon menggunakan nomor Yeri.


''Ahh enggak, dia baik-baik aja. Gue sengaja telpon pakai handphonenya Yeri, soalnya Yeri mau telfon loe malu katanya hehehe. Gue ganggu ya?" Ucap Clara basa basi.


''Ohh gitu ya, gue lagi bengong aja nih, kenapa? Butuh bantuan gue?" Tanya Bagaskara.


''Hehehe iya nih gas, gue sama Yeri mau ke villa tapi gak ada yang bawa mobil. Kebetulan badan gue agak gak enak jadi gak berani bawa soalnya lumayan jauh. Loe bisa gak nganterin kita? Kalau loe gak mau gue mau minta tolong sama aldo.'' Clara meminta bantuan Bagaskara agar mau menjadi sopir.


''Oke gue mau, kebetulan gue lagi gak ada kerjaan. Gue langsung ke rumah Yeri ya.'' Bagaskara setuju dan terlihat senang.


''Oke kita tunggu ya.'' Clara langsung menutup teleponnya.


''Bagas mau, kita tunggu dia paling gak lama dia udah sampai.'' Ucap Clara ke Yeri memberitahu kalau Bagaskara mau.


''Huufttt.'' Yeri menghela nafas panjang.


''Bos mau pergi?" Tanya asisten Bagaskara.


''Iyaa, gue tiba-tiba ada urusan.'' Bagaskara bersiap-siap pergi.


''Tapi kan 30 menit lagi ada rapat bos.'' Ucap asisten Bagaskara mengingatkan akan ada rapat sebentar lagi.


''Tunda besok, bilang gue ada keperluan mendadak. Kalau besok gue belum pulang, suruh Kelly atau Elina gantiin rapatnya dia udah tau materinya apa.'' Ucap Bagaskara sambil memakai kacamata.


''Baik bos.'' Ucap asisten Bagaskara segera memberitahu bahwa rapat hari ini ditunda.


Bagaskara langsung pergi menuju rumah Yeri tanpa sopir yang menemani. Setelah 15 menit dengan keadaan lalu lintas yang padat akhirnya Bagaskara sampai ke rumah Yeri dengan perasaan yang senang.

__ADS_1


Sebelum keluar dari mobil, Bagaskara masih terlihat gugup. Dia harus menyiapkan diri agar tidak terlihat kaku di hadapan Yeri dan Clara.


''Haaahhhh, ini ya yang namanya jatuh cinta.'' Bagaskara mengatur nafas agar berhenti gugup.


Akhirnya Bagaskara keluar dari mobilnya dengan wajah yang cool. Sudah ada Yeri dan Clara yang menunggu di parkiran yang telah siap untuk pergi.


''Sorry ya lalu lintas padat banget jadi agak terlambat.'' Bagaskara memberikan alasan karena takut Clara dan Yeri lama menunggu.


''Gak terlalu lama, cuma 15 menit aja. Loe mau istirahat dulu atau langsung berangkat?'' Clara bertanya ke Bagaskara apakah sudah siap berangkat atau belum.


''Yuk berangkat sekarang, Yeri loe kenapa?" Tanya Bagaskara melihat Yeri yang menjauh dan memalingkan wajahnya dari Bagaskara.


''Gakpapa, disini banyak debu. Yasudah yuk berangkat.'' Ucap Yeri sambil membuka pintu mobil bagian belakang, tapi sebelum masuk Clara sudah menyerobot masuk dari pintu mobil yang dibuka Yeri.


''Makasih ya Yeri udah bukain pintu.'' Clara tersenyum lebar.


''Ehh gue mau duduk disitu Ra, loe di depan aja.'' Yeri ingin duduk dibelakang agar bisa menghindari Bagaskara.


''Gue nyaman disini, loe aja di depan ya. Disamping gue juga penuh barang buat kak Yura. Udah kamu di depan aja temenin Bagaskara ngobrol, gue mau tidur.'' Clara langsung menutup pintu mobilnya. Terlihat Bagaskara sudah membukakan pintu mobil untuk Yeri masuk.


''Loe duduk didepan aja ya.'' Ucap Bagaskara tersenyum sambil membuka pintu mobil, dengan pasrah Yeri masuk dan duduk di bangku depan.


Ketika masuk pun tangan Bagaskara melindungi kepala Yeri agar tidak terpentok, dan menutup pintu mobil secara perlahan. Bagaskara kembali menuju kemudi dan memakai seat belt nya. Dan melihat ke arah Yeri apakah dia sudah memakai seat belt dengan benar. Tapi sebelum dipasangkan oleh Bagaskara Yeri dengan cepat memakai seat belt nya.


''Oke kita berangkat ya, loe tidur aja ya Ra kalau badan loe gak enak.'' Ucap Bagaskara memulai menjalankan mobilnya.


''Oke gas, gue emang kurang tidur. Yeri ajak Bagas ngobrol ya biar dia gak ngantuk. Perjalan kita agak jauh soalnya.'' Clara mengambil posisi untuk tidur.


''Iyaa ra.'' Jawab Yeri sambil melihat ke arah luar jendela.

__ADS_1


''Kenapa tadi gak nungguin di rumah loe dulu, gue kan mau minta izin juga ke om.'' Bagaskara membuka pembicaraan terlebih dahulu.


''Papa juga udah tau, tadi Clara udah bilang.'' Ucap Yeri tanpa melihat ke arah Bagaskara, Bagaskara tersenyum dengan tingkah Yeri yang malu.


__ADS_2