
"Suatu saat kamu akan sadar bahwa gak semua hal bisa kamu dapatkan termasuk kepercayaan" Kata-kata zahra ini selalu teringat dalam pikiran erick.
"Jadi mas ya yang menjadikan zahra seperti sekarang" Ucap salah satu dokter yang berdiri tak jauh dari erick.
"Maksudnya" Tanya erick pura-pura tak tau.
"Sebelumnya mohon maaf ya mas, zahra ini suster terbaik disini, dia cantik, kompeten, cerdas, disini siapa sih yang gak suka sama dia. Tapi dia terlalu menutup hati buat laki-laki, bersikap judes, cuek, bahkan ngobrol seperlunya. Dia berubah jauh ketika ada kabar perjodohannya kandas setelah 2 tahun, yang awalnya dia wanita yang soft berubah 180 derajad" Ucap seorang dokter yang sembari duduk.
"Dia begitu hanya untuk menguatkan dirinya sendiri, dia terlihat kuat tapi sebenarnya rapuh. Terima kasih ya dok saya permisi" Ucap erick tersenyum dan berlalu pergi.
...****************...
...****************...
...M A K A M...
"Maa, papa janji akan menjaga yeri dengan baik, sesuai dengan apa yang kita bicarakan dulu di gudang setiap harinya, walau kamu ingin sekali bertemu yeri, tapi papa yakin kamu bisa melihatnya setiap hari. Dia makin cantik kan, anak kesayangan kita udah dewasa sebentar lagi dia mau wisuda nanti kita sama-sama dateng yaa" Ucap papa yeri didepan makam mama yeri.
"Pah, mama udah tenang, udah bahagia disana. Kita perlu doain aja disini ya pah. Yeri yakin mama selalu melihat kita dari atas" Ucap yeri menenangkan.
......................
......................
"Clara? Kamu udah tidur di rumah lagi sekarang" Tanya mama clara
"Iya ma, papa yeri udah pulang. Dia berhasil kabur dari penculik" Ucap clara sambil mendaratkan tubuhnya di sofa.
"Jadi bener papanya yeri di culik" Tanya mama yeri terkejut.
"Saat ini papa yeri belum mau cerita mah, butuh waktu buat mengutarakan trauma yang dia alami. Apalagi papa yeri melihat langsung gimana istrinya dibunuh" Ucap clara menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Kasihan sekali ya" Ucap mama clara.
"Nanti mama kalau keluar rumah harus ada yang jagain yaa, pinjem bodyguard kak calvin buat selalu ngikutin mama. Clara gak mau apa yang dialami keluarga yeri terjadi sama keluarga kita ma" Ucap clara bangun dari sofa dan merangkul mamanya.
"Selama ini mama selalu ada yang jagain ra, kamu tenang aja ya" Ucap mama clara menenangkan.
"Ohiya gimana kabar kak calvin ma" tanya clara.
"Dia lagi fokus sama yura, wanita itu bener-bener gak bisa balas budi. Sudah dibesarkan dari keluarga ini sekarang mau ambil anak laki-laki mama. Bener-bener gak mau rugi" Ucap mama clara emosi.
"Ya kalau mereka saling jatuh cinta ya gak ada masalah dong ma" Saut clara
"Ada dong masalah, masa calvin bos perusahaan besar punya istri yang gak setara. Gimana nanti dia bisa mengolah bisnis calvin yang lain. Pasangan kan harus saling menguntungkan, kalau hanya buat benalu ya buang aja apa susahnya" Ucap mama clara menghela nafas panjang.
"Ohh clara tau, mama maunya kak calvin dapetin cewek yang sama-sama dari keluarga yang kaya juga ya. Hmmm,,, nanti coba aku ngomong sama dia" Ucap clara tersenyum mendapat ide untuk membuat lega mamanya.
"Mama minta tolong ya ra, kamu bujuk kakakmu biar ninggalin yura oke" Ucap mama memohon bantuan clara.
"Udah kalian tenang saja, calvin akan papa jodohkan dengan partner bisnis papa, dia kaya, perusahaan yang besar setara dengan perusahaan kita" Ucap papa clara menyambung obrolan.
"Yang bener pa? Tapi kemaren papa setuju calvin dengan yura" Ucap mama clara, clara kaget dengan ucapan papanya.
"Itu kemaren, karena papa lihat yura gadis yang baik. Tapi setelah papa tau yura bukan gadis yang baik-baik, dan kebetulan perusahaan partner papa ingin bekerjasama tapi dengan syarat perjodohan, jadi papa putusin untuk menjodohkan mereka " Ucap papa.
"Bukan gadis baik gimana maksud papa? Kak yura kan gadis yang polos" Tanya clara kepo.
"Bodyguard ada yang bilang yura tidur dengan seorang laki-laki di clubnya calvin dan ketahuan sama calvin" Ucap papa clara.
"Gak, gak mungkin pah, clara tau betul kakak yura loh dia gak mungkin main ke club bahkan sampai tidur dengan laki-laki lain. Itu bukan kak yura yang aku kenal pasti bukan dia" Ucap clara tak percaya.
"Papa yakin dengan kesaksian bodyguard papa, karena dia kepercayaan papa buat ngawasin calvin. Dan cowoknya siapa ya papa lupa, rik..Rikk.. Ohh iya erick. Kebetulan calvin kenal sama dia. Tapi anehnya calvin tetap mau sama yura, papa gak tau calvin di pelet atau emang bodoh" Ucap papa yeri mencoba meyakinkan clara.
__ADS_1
"Erick? Papa bilang erick yang tidur bareng kak yura di club" Ucap clara terbelalak karena tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Iyaa erick, calvin juga tau. Kamu kenal sama erick" Tanya papa karena clara terlihat syok. mendengarnya
"Gak, gak mungkin. Clara mau pastiin sendiri bener erick atau bukan. Clara harus ketemu calvin secepatnya" Ucap clara sambil berberes untuk pergi.
"Clara kamu baru mau istirahat lohh mau kemana" Tanya mama.
"Istirahat gak penting untuk sekarang ma, clara pergi dulu ya bye" Ucap clara berlari pergi, mama dan papa clara saling bertatapan bingung karena tidak tau tentang erick.
"Gue gak bisa bawa mobil kalau pikiran gue kalut gini, naik taksi aja" ucap clara buru-buru menyetop taksi yang lewat, setelah dapat langsung menyuruh sopir tancap gas.
"Pak ke perusahaan XX sekarang pak, ngebut kalau bisa" Ucap clara, sambil mencoba menghubungi calvin tapi hpnya tidak aktif.
"Sial loe vin, keadaan kaya gini loe gak aktifkan hp loe" Ucap clara mengumpat.
''Mana gue gak punya nomornya yura, kalau bener erick yang main sama loe, bisa mati loe ditangan gue ra" Ucap clara terus memarahi hp didepannya.
"Ahh siiaalll, gak bisa dihubungi" Teriak clara.
"Yang sabar mba" Ucap sopir taksi pelan.
"Diem loe, fokus aja nyetir" Ucap clara galak.
"Buset nih cewek habis makan apa ya galak banget" Batin sopir taksi ketakutan.
"Erick? Iya erick gue butuh informasi sama dia apa bener kabar itu, awas aja loe kalau gak angkat telfon gue" Ucap clara menelfon erick, tidak lama erick mengangkat telfonnya tapi dijawab dengan singkat.
"Gausah telfon gue sibuk" Ucap erick lalu mematikan telfonnya.
"Sial gue belum ngomong udah dimatiin, nyebelin semua aaaa" Teriak clara, sopir taksi reflek menutup telinganya.
__ADS_1
"Hufftttttt... Calm down ra, jangan sampai terbawa emosi. Gue harus bisa jaga emosi , semoga itu bukan erick" Ucap clara menenangkan diri, terlihat sopir taksi pun menghela nafas panjang karena clara sudah tidak emosi lagi.