Love For Live

Love For Live
Love for Live Eps 7


__ADS_3


...Foto Yura dan Calvin...


''Ternyata bahagia yang gue rasain sesingkat itu.'' Ucap Yura menatap foto di Hp nya.


''Gue akan ninggalin loe demi masa depan loe Vin, gue hanya ranjau yang bisa memborbardir hidup loe. bener-bener gue gak pantes sama loe. Gue emang gak tau diri, selama ini gue hidup karena keluarga loe tapi dengan serakahnya gue mau loe juga.'' Ucap Yura menangis karena merasa bahwa cinta yang ia rasa adalah cinta terlarang.


Perawat datang untuk check up kondisi Yura.


''Kak? apa ada yang sakit.'' Tanya perawat mendapati Yura menangis sesenggukan, Yura hanya membalas dengan menggelengkan kepala.


''Kalau memang berat kakak bisa kok ajuin visum, identitas kakak terjamin aman. Jangan biarin pelaku hidup bebas diluar sana.'' Sambung perawat itu tapi Yura hanya menjawabnya dengan gelengan kepala.


''Yaudah kakak tenangin diri dulu baru nanti bisa tentuin mau ke jalur mana, ini obat penenang nya bisa diminum.'' Ucap perawat meletakkan obat penenang dan berlalu pergi.


''Apa Yura baik-baik aja sus.'' Tanya Calvin yang masih menunggu Yura diluar.


''Sepertinya tidak mas, dia terus-terusan menangis hanya merespon dengan gelengan kepala aja. Entah karena sakit di badannya atau di hatinya. sepertinya berat banget, mas slalu dampingi dia ya.'' Ucap perawat khawatir.


''Baik sus terima kasih.'' Ucap Calvin.


''Gue harus gimana ra.'' Ucap Calvin khawatir.


...----------------...


...****************...


...Pukul 04.00 WIB...


''Hey bangun.'' Ucap Bagaskara melempar bantal ke arah Yeri tidur.


''Gue baru tidur satu jam, kasih waktu lagi ya 5 menit.'' Jawab Yeri setengah tertidur.


''Sekarang sama 5 menit lagi itu sama aja, udah bangun kita berangkat lagi.'' Ucap Bagaskara menarik selimutnya.


''Aaaaaaaa.'' Teriak Yeri karena dia punya kebiasaan tidur hanya dengan pakaian yang minim.


''Berisik loe! udah cepet bangun. jangan ngabisin waktu gue cuma buat nunggu loe aja.'' Ucap Bagaskara bergegas keluar kamar.


''Dia ini cowok bukan sih? kenapa liat gue biasa aja? atau jangan-jangan dia suka sesama? jadi Erick? hah? gak gak mungkin.'' Pikir Yeri terlalu jauh dan langsung beberes.


''Sayang banget gak sih kalau dia gak suka cewek! dia ganteng banget padahal.'' Batin Yeri menatap Bagaskara yang sedang siap-siap di mobil.



...Bagaskara...

__ADS_1


''Udah masuk, ngapain malah liatin gue.'' Teriak Bagaskara risih dilihatin Yeri.


''Ih PD banget loe.'' Ucap Yeri bergegas masuk mobil.


''Bener-bener gak suka cewek nih cowok, kasar banget dia sama cewek. padahal sama Erick dia bener-bener sabar.'' Batin Yeri.


Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan menuju kota, butuh 4 jam untuk sampai ke sana. diperjalanan Yeri hanya tidur karena takut dan tidak ada hal yang bisa dibicarakan.


Brakkkkk ciiittttttt


Tangan Bagaskara melindungi Yeri di bangkunya agar tidak terbentur.


''Sial, gue udah ganti mobil biar gak mencolok tapi tetep aja masih ada yang tau.'' Ucap Bagaskara.


''Siapa mereka.'' Tanya Yeri.


''Cuma anak jalanan yang cuma mau main-main, loe disini aja kalau gak tidur lagi aja. hal seperti ini mah 5 menit kelar, jangan lupa kunci pintu mobil.'' Ucap Bagaskara keluar dari mobil.


''Nyali dia gede juga, tapi itu kan bukan anak jalanan tapi gangster.'' Ucap Yeri ketakutan dalam mobil.


...Di Luar mobil...


''Maaf boss kami kira tadi itu musuh, karena mobilnya tertutup dan mirip.'' Ucap salah satu anggota.


''Yaudah kalian lanjut, gue lagi bawa orang jangan sampai dia tau kalau kita kenal.'' Ucap Bagaskara.


''Baik bos.'' Ucap salah satu anggota dan langsung pergi mengendarai mobil nya.


''Loe gakpapa kan.'' Tanya Yeri.


''Dia salah orang, dikira mereka kita target sasaran dia. tapi setelah gue keluar dan ternyata salah orang dia pergi begitu aja.'' Ucap Bagaskara.


''Owh gue kira loe itu salah satu dari mereka karena loe dibebasin gitu aja.'' Ucap Yeri langsung terdiam karena tatapan tajam Bagaskara.


...****************...


...----------------...


''Gue punya 2 kakak tapi yang gue kenal cuma Calvin, bener-bener kakak pertama gak pernah nunjukin dirinya. tapi Calvin bilang dia disekitar gue.'' Ucap Clara.


''Claraa.'' Dari kejauhan ada yang memanggil.


''Erick? loe kemana aja.'' Clara berlari menghampiri Erick dan langsung memeluk nya.



''Gue ke suatu tempat buat nenangin diri.'' Ucap Erick

__ADS_1


''Udah loe jangan dengerin apa kata kakak gue ya..Duh muka loe Ampe begini pasti sakit. sini gue obati.'' Ajak Clara menarik tangan Erick menuju tempat yang lebih teduh.


''Untung gue slalu bawa P3K jadi gue bisa obatin loe.'' Ucap Clara perlahan mengusapkan salep untuk luka.


''Ahh sakit Ra pelan-pelan.'' Ucap Erick menahan tangan Clara, Clara pun tersenyum.


''Pelan-pelan kok ini, tahan dikit ya ini tinggal bagian pelipis aja.'' Ucap Clara fokus dengan mengoleskan salepnya, tanpa disadari mereka melakukan kontak mata yang membuat mereka saling pandang cukup lama.


''Emm udah kan Ra.'' Ucap Erick menunduk.


''Ohh udah kok, nih salepnya bawa aja ya, olesin terus biar gak ada bekas.'' Ucap Clara tersipu malu dengan muka memerah.


''Oke makasih ya Ra, tapi mengenai kakak loe gimana.'' Tanya Erick karena penasaran dengan apa yang dikatakan Calvin ke Clara.


''Ya walaupun dia jelek-jelekin loe, gue masih percaya sama loe. Loe bukan cowok seperti itu. Iya kan.'' Jawab Clara perlahan.


''Berarti Calvin udah bilang yang sebenarnya! Tapi kenapa Clara masih deketin gue dan percaya sama gue.'' Batin Erick.


''Tapi kan ra…'' Ucapan Erick dipotong Clara dengan menempelkan jarinya dibibir Erick.


''Lakuin aja yang terbaik buat gue, gue akan hargain itu. Walau emang susah buat cinta, tapi setidaknya bisa dicoba kan.'' Ucap Clara dengan menatap Erick sangat dalam dan percaya bahwa yang dikatakan Calvin itu tidak benar.


''Oke, gue pergi dulu ya. Gue udah ada kelas, bye.'' Ucap Erick buru-buru pergi.


''Sebegitu sulitkah untuk mencintai gue Rick." Ucap Clara menatap Erick berjalan semakin menjauh sampai tak terlihat lagi.


...----------------...


...****************...


...Ciiitttttttt suara rem mobil dari kecepatan tinggi...


''Loe bener-bener gila ya! loe mau ajak gue mati bareng apa.'' Teriak Yeri kepada Bagaskara karena mengemudi mobil dengan kecepatan kilat.


''Dah loe turun, kata Erick rumah loe disekitar sini. Gak usah nawarin mampir pasti di rumah loe gak ada apa-apa.'' Ucap Bagaskara dingin.


''Sial... Oke makasih atas tumpangan nya ya mas.'' Ucap Yeri keluar dari mobil Bagaskara dan menutup pintunya. Tanpa aba-aba langsung mobil melaju dengan kencangnya.


''Masih untung gue selamat, dasar cowo gila. Kalo emang gak ada niatan buat anterin gue ya tinggal bilang. Jangan bikin gue trauma.'' Gerutu Yeri karena kesal dengan cara mengemudi Bagaskara yang ugal-ugalan.


Disisi lain…


''Baru kali ini ada cewe yang aneh seperti dia. Huhhh waktu gue ke buang lama gara-gara cewek itu.'' Ucap Bagaskara menghela nafas panjang.


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...Bugggg Plakkkkk Brakkkkk...


''Ampun nak ampun jangan siksa kami, uhukk uhukkk.'' Mohon papa yeri


__ADS_2