
...…Beberapa hari kemudian…...
Semua berjalan seperti biasanya, tapi Yeri tak terlihat baik-baik saja. Yeri tak bisa tidur dan baru bisa tidur pukul 04.00 pagi. Itu yang membuat mood Yeri turun naik, disamping kurang tidur Yeri terlalu stress memikirkan dimana keberadaan kedua orangtuanya.
''Gue pengen mati aja kalau setiap hari begini mulu, gue gak nyenyak tidur, mimpi buruk terus, bahkan gue pusing banget selama ini usaha gue buat nemuin mereka gak ada hasilnya'' Ucap Yeri dengan muka lesunya curhat kepada Clara.
''Gue yakin usaha loe pasti ada hasilnya, kita cuma nunggu waktu aja'' Ucap Clara.
''Hmmm… gue butuh yang seger-seger nih'' Ucap Yeri meletakkan kepalanya dimeja.
Cesssss Cola dingin ditempelkan di pipi Yeri.
''Hahhh seger banget makasih ya Rick'' Ucap Yeri mengambil cola yang diberikan Erick.
''Yoi, nih buat loe Ra'' Erick memberikan susu rendah protein untuk Clara.
''Okk makasih ya Rick'' Ucap Clara.
''Kok beda sih gue loe kasih cola, Clara loe kasih susu'' Ucap Yeri memperhatikan.
''Ya beda, Clara tuh gak suka cola, dia juga harus memperhatikan tubuhnya gak boleh asal minum dengan gula yang berlebih, takutnya nanti dia gendut'' Ucap Erick meledek, Clara hanya tersenyum karena Erick sekarang tau apa yang harus dimakan atau diminum Clara.
''Apa bedanya gue, loe mau gue gendut'' Ucap Yeri.
''Kalo bisa sih jangan, nanti cantiknya ilang'' Goda Erick, Clara hanya melihat Erick dan Yeri.
''Yeri, liat nih bukannya ini mama loe ya'' Ucap Clara menyodorkan berita yang ia baca di Hp.
''Ya ampun ini emang baju mama, tapi untuk wajah gak terlalu kelihatan Ra, gimana ini Ra, kalo itu mama gimana huhuhu'' Ucap Yeri panik dan menangis.
''Kita ke sana ya, mudah-mudahan aja bukan mama loe'' Ucap Clara menenangkan.
''Yuk gue anter, kebetulan hari ini gue bawa mobil. Yuk kita ke lokasi '' Ucap Erick, mereka bertiga buru-buru untuk menuju lokasi dimana seseorang yang mirip mama Yeri ditemukan meninggal.
...----------------...
...Lokasi Kejadian...
''Permisi…permisi'' Ucap Yeri membelah kerumunan orang yang melihat-lihat.
''Stop kak, jasad sedang diperiksa jadi belum boleh ada yang memegang atau melihat dulu ya'' ucap petugas keamanan.
''Tapi itu mirip mama saya yang udah hilang hampir 8 bulan pak, boleh saya lihat untuk memastikan'' Ucap Yeri memohon petugas keamanan meminta izin ke ahli forensik yang bertugas, dan diperbolehkan.
__ADS_1
''Silahkan kak'' Petugas keamanan mempersilahkan masuk bersama dengan Clara dan Erick.
''Kakak coba perhatikan ya apa benar kakak mengenali jasad ini'' Ucap petugas, Setelah dibuka penutup wajahnya Yeri syok dan terkejut dengan apa yang ia lihat.
''Huhuhu bener ini mama, ini mama ra, ini mama hiks hiksss'' Teriak Yeri mulai histeris, Clara pun ikut menangis.
''Yang sabar ya, yang sabar'' Ucap Clara memeluk Yeri dengan erat.
''Mamaaaa, kenapa mama ninggalin yerii... Kenapa maaa… Yeri sendirian maa,, Yeri masih butuh mama,, kenapa…Kenapaaa'' Teriak Yeri mulai tak terkontrol dan akhirnya pingsan.
Yeri akhirnya dibawa ke Rumah sakit bersamaan dengan jasad mamanya.
......................
''Dok sebenarnya apa yang terjadi dengan mama Yeri'' Tanya Erick.
''Dari hasil autopsi almarhum sudah meninggal 5 hari yang lalu dengan cara di cekik mas. Agar tidak terlihat seperti dibunuh jadi jasadnya digantung oleh pelaku agar mengira almarhum meninggal karena bunuh diri'' Ucap dokter yang menangani autopsi.
''Jadi ini pembunuhan, tapi beliau sudah hilang hampir 8 bulan dok'' Ucap Erick
''Bisa saja di culik mas, soalnya ada berbagai luka lebam di sekujur tubuhnya dari yang hampir hilang ataupun masih baru'' Ucap dokter
''Baik dok, terima kasih atas informasinya ya. nanti akan saya infokan ke anaknya secara perlahan biar dia gak syok'' Ucap Erick membungkuk kan tubuhnya berterima kasih kepada dokter, dokter pun pergi untuk kembali bertugas.
''Kasian Yeri, dia selama ini berusaha banget nemuin orang tua nya tapi malah ketemu tak bernyawa'' Ucap Clara bersandar pada Erick.
''Apa gue minta bantuan ke temen gue ya buat cari tau siapa dalang semua ini'' Ucap Erick tiba-tiba mempunyai ide.
''Kalo memang bisa kenapa gak di coba, selagi papa yeri masih belum jadi korban juga'' Ucap Clara.
''Okee gue telfon dia dulu'' Erick mengambil hpnya.
...----------------...
...Kringggg kringggg...
''Ada apa Rick'' Ucap Bagaskara.
''Gas, gue butuh bantuan loe'' Ucap Erick
''Ada apa? loe ke gep main cewek lagi '' Ucap Bagaskara.
''Enggak… Tau kan cewe yang loe bawa kemarin'' Ucap Erick mengingatkan ke Bagaskara tentang Yeri.
__ADS_1
''Cewek yang ngerepotin itu? Ada apa sama dia'' Ucap Bagaskara singkat.
'' Gini gas, mamanya Yeri udah hilang 8 bulan dan hari ini ditemukan tak bernyawa. Ini motifnya pembunuhan agar gak terlihat dibunuh jadi dibuat seolah-olah mama Yeri itu bunuh diri. Gue minta tolong sama loe cari siapa pelakunya, sebelum papa yeri jadi korban selanjutnya'' Ucap Erick memohon kepada Bagaskara aga dia membantu.
''Ahh ribet gue gak bisa bantu, gue lagi banyak kerjaan. Anak buah gue juga punya tugas masing-masing. Sorry Rick gue gak bisa bantu'' Bagaskara menolak permohonan Erick.
''Bener loe gak bisa bantu'' Tanya Erick sekali lagi.
''Bener gue gak bisa, loe aja cari sendiri. Emang loe udah gak punya anak buah '' ucap Bagaskara tetap menolak.
''Gue takut kalo pelakunya itu anak buah loe, makanya gue pengen loe yang turun tangan '' ucap Erick.
''Ya kalau memang anak buah gue, berarti ada kesalahan dari nyokap bokapnya. Gue gak bisa hentiin atau ikut campur'' Ucap Bagaskara.
''Tapi loe kan bosnya'' Ucap Erick sekali lagi.
''Peraturan udah dibuat, mana mungkin bisa gue langgar aturan yang udah gue buat sendiri. Udahlah buang-buang waktu gue aja loe'' Ucap Bagaskara mematikan telfonnya.
''Bener-bener boss gangster dia. wahh kalo gue macam-macam bisa aja gue mati seketika'' Ucap Erick pelan.
''Gimana Rick? Temen loe bisa bantu'' Tanya Clara berharap
''Gak bisa Ra, katanya ini kasus rumit karena gak ada barang bukti sedikitpun'' Ucap Erick.
''Yahh… gimana kita cari keadilan buat mama Yeri, bahkan papa yeri juga belum ada kabar'' Ucap Clara.
''Kita cuma bisa nunggu keajaiban aja Ra'' Ucap Erick menatap Yeri yang belum sadar.
...****************...
...…Gudang…...
''Kurang ajar kamu, kamu bunuh istri saya , sekarang kamu buang kemana jasad istri saya haa.. Kamu buang kemana jasad istri saya.. Biadab kamu yaa '' Teriak papa yeri sambil mencoba mendobrak pintu dan terus-menerus berteriak.
''Bos sudah aman semua, sudah dipastikan tidak ada barang bukti apapun. jadi sudah aman, mereka cuma akan tau bahwa dia dibunuh tapi tidak ada bukti lain untuk mengarah siapa pelakunya'' Ucap anak buah.
''Okke, gimana yang lain apa bekerja dengan benar'' Tanya bos penculik.
''Aman boss, cuma beberapa anggota ada yang terbunuh melawan gangster lainnya. Mereka kuat dengan senjata yang lengkap bahkan melebihi senjata kita bos'' Ucap anak buah.
''Gue akan tambah persenjataan lain agar lengkap dan gak akan kalah sama musuh lagi'' Ucap bos penculik.
''Baik boss'' Ucap anak buah.
__ADS_1
''Pastikan orang tua Bangka ini gak berisik, gue pusinggg'' Marah bos penculik