MAFIA CILIK PENCURI HATI

MAFIA CILIK PENCURI HATI
11. PERTEMUAN KELOMPOK


__ADS_3

Seminggu sudah sejak penyerangan terhadap Tuan Tama waktu itu. Namun dia masih belum mendapatkan informasi apapun tentang si penyerang. Bahkan dia sampai memerintahkan anak buahnya untuk mengamati semua kelompok mafia yang pernah berseteru dengan kelompok Elang Merah. Namun hasilnya tetap nihil.


"Apa kalian menemukan sesuatu?" Tanya Tuan Tama pada anggota nya.


"Kami belum menemukan apapun Tuan. Mereka sangat pintar menjaga rahasia."


"Jika mereka pintar, maka kalian harus jenius. Temukan mereka secepatnya!" Perintah nya.


"Baik Tuan."


Saat ini Tuan Tama sedang berada di markas pusat kelompok Elang Merah. Mereka tengah mengadakan pertemuan untuk membahas tentang orang-orang yang telah menyerang ketua mereka beberapa waktu yang lalu. Awalnya Tuan Tama ingin berhenti mencari tau tentang orang-orang yang menyerang nya waktu itu. Tapi beberapa hari yang lalu orang-orang itu muncul lagi. Meski tak melakukan penyerangan, tapi mereka selalu memata-matai nya. Bahkan mereka selalu tau dimana keberadaannya. Dan itu sangat mengganggunya.


Tuan Tama pernah memasang jebakan agar bisa menangkap mereka, namun rencananya gagal. Mereka menghilang saat anggotanya bergerak untuk mengepung mereka. Dia sempat berpikir bahwa mereka bukan manusia. Sangat tidak masuk akal.


"Siapa mereka sebenarnya?" Gumamnya.

__ADS_1


"Apa kalian sudah memeriksa kelompok mafia kecil ataupun sekelompok penjahat jalanan lainnya?" Tanya Tuan Tama.


"Kami sudah memeriksa segala kemungkinan yang ada Tuan, tapi hasilnya nihil. Tidak ada kelompok yang menggunakan topeng seperti itu. Mereka benar-benar tidak terdeteksi."


"Bagaimana dengan pembuat topengnya?"


"Itu ciptaan mereka sendiri Tuan. Tidak di perjual belikan. Kami juga sudah memeriksa nya."


"Aneh. Pasti ada yang sengaja ingin bermain-main dengan ku." Tuan Tama benar-benar merasa geram. Baru kali ini dia dan kelompoknya mendapatkan musuh yang seperti ini. Sangat menguji kesabaran.


"Apa ini? Racun?" Tanya nya Heran.


"Benar Tuan. Menurut sampel darah Anda yang kami periksa beberapa hari yang lalu, ada racun yang menyebar di seluruh aliran darah Anda."


"Racun apa itu?"

__ADS_1


"Kami belum menemukan jenis racunnya Tuan. Kami sudah berkali-kali mencari jenis racun apa yang bersarang di tubuh Anda, tapi kami belum mendapatkan penjelasan yang pasti. Seperti nya ini racun baru yang sengaja digunakan untuk melumpuhkan lawannya sementara waktu. Tapi Anda tidak perlu khawatir, setelah kami amati selama beberapa hari ini, racun itu tidak menunjukkan reaksi apapun lagi. Artinya racun itu tidak berbahaya." Ujar anak buahnya panjang lebar.


Melumpuhkan sementara? Berarti dari awal mereka memang tak berniat untuk membunuhnya. Dan mereka juga tau alamat mansion nya di Indonesia. Padahal alamat itu sangat sulit di jangkau, dan bahkan tak dapat di lacak menggunakan satelit apapun.


Benar. Lokasi tersebut sengaja di sembunyikan Tuan Tama untuk melindungi Deon dari para musuhnya. Keamanan di wilayah tersebut juga dijaga dengan sangat ketat menggunakan sistem keamanan tingkat tinggi. Untuk masuk ke wilayah tersebut saja harus atas izin Tuan Tama langsung. Lalu orang-orang itu? Bagaimana mereka bisa masuk ke wilayah terlarang tersebut?


Tuan Tama dibuat pusing tujuh keliling oleh orang-orang asing yang tiba-tiba mengusik ketenangan hidupnya. Bahkan dia tak tau sama sekali entah siapa mereka sebenarnya? Dan apa yang mereka inginkan?


Mereka tiba-tiba datang dan menyerang, namun tak membunuh meski melukai. Kemudian mereka memata-matai tanpa melakukan apapun. Namun sangat mengusik ketenangan seorang Adhitama Dharmendra yang merupakan seorang ketua mafia terkuat di dunia. Setidaknya begitulah yang mereka percayai saat ini.


Larut dalam pemikiran nya sendiri, Tuan Tama di sadarkan oleh suara ponselnya.


"Halo."


"Tuan. Perusahaan di negara K failed."

__ADS_1


__ADS_2