MAFIA CILIK PENCURI HATI

MAFIA CILIK PENCURI HATI
45. PERJALANAN TERJAUH


__ADS_3

Dengan menggandeng tangan Hera, Deon melangkah masuk ke dalam pesawat pribadi milik ayahnya. Didalam sana ada dua buah meja serta dua kursi untuk masing-masing mejanya.


Awalnya Tuan Tama mengatur tempat duduk Deon satu meja dengannya, namun Deon menolak dengan alasan tak ingin jauh dari pengasuh kesayangannya.


Setelah mengudara beberapa jam, akhirnya pesawat mereka pun mendarat di bandara negara x. Entah apa yang membuat Tuan Tama bersedia membawa anak dan istrinya keluar dari persembunyian.


Mereka menginap di sebuah hotel bintang lima yang paling terkenal di sana. Tuan Tama tidak bisa membawa Hera dan Deon kerumahnya yang ada di negara tersebut, dengan dalih untuk keamanan mereka sendiri.


"Pastikan mereka selalu aman." Perintah Tuan Tama pada asisten pribadi nya.


"Baik Tuan."


Sebenarnya Tuan Tama sudah memerintahkan beberapa anggotanya untuk ikut menginap di hotel yang sama untuk menjaga Hera dan juga Deon. Ini pertama kalinya dia membawa anak nya ke dunia luar. Dan kali ini bukan hanya anaknya saja, melainkan juga ada seorang wanita yang sudah di persuntingnya. Untuk itu dia membutuhkan pengamanan berlapis untuk melindungi mereka berdua.


"Istirahatlah dulu! Nanti malam kita ke markas."


"Baik."

__ADS_1


Tuan Tama dan Defan masuk ke kamar mereka masing-masing setelah memastikan Deon dan Hera masuk ke kamarnya terlebih dahulu. Tuan Tama sengaja membuat Hera dan Deon berada dalam satu kamar yang sama agar lebih mudah untuk menjaga dan mengawasinya. Lagipula bocah itu tidak akan mau dipisahkan dari pengasuh kesayangannya itu.


"Lelahnya." Keluh Deon sambil berbaring. Dia ingin tidur sekarang. Namun Hera melarangnya.


"Tuan muda, mari saya bantu membersihkan diri dulu." Ajak Hera lembut, penuh kasih sayang.


"Tidak bisakah nanti saja? Aku lelah."


"Akan lebih baik istirahat setelah membersihkan diri Tuan muda."


"Huftt... Baiklah. Kau benar-benar seperti seorang ibu yang sedang memarahi putranya."


"Ya ya ya."


Meskipun mengomel, Deon tetap mengikuti saran Hera. Dengan dibantu pengasuh cantiknya, Deon pun selesai membersihkan diri, dan dapat segera beristirahat. Seumur hidup, ini perjalanan terjauh yang di lalui nya.


Sementara di kamarnya, Tuan Tama tengah menyelesaikan beberapa pekerjaan nya yang tertunda. Dia ingin menyelesaikan semua pekerjaan nya secepatnya. Agar nantinya dia bisa menikmati liburan ini dengan tenang bersama anak dan istrinya. Anggaplah ini sebagai cara dirinya untuk memikat hati mereka yang sangat jauh dari jangkauan nya.

__ADS_1


Melihat kebersamaan Deon dan pengasuhnya, membuat hati kecil Tuan Tama tersentuh. Jauh dilubuk hati terdalamnya, dia pun ingin merasakan disayangi dan dicintai. Seperti saat orang tuanya masih hidup.


***


Di tempat lain, Dua insan manusia dari belahan dunia berbeda tengah terlibat percakapan rahasia.


"Benarkah? Dia benar-benar membawanya keluar? Kau yakin?" Dia merasa kurang yakin dengan informasi yang di sampaikan sekutunya di seberang sana.


"Iya. Aku mendengarnya sendiri. Jadi inilah kesempatan kita untuk menghancurkan mereka." Jawaban dari seberang sana penuh semangat. Sepertinya dia sudah tidak sabar menantikan hal yang tengah mereka rencanakan ini.


"Baiklah, aku akan datang mengunjunginya. Apa kau punya permintaan khusus? Untuk salah seorang dari mereka mungkin?"


"Tidak. Aku tidak ada urusan dengan mereka semua. Hancurkan saja! Jangan sisakan sedikit pun." Tersirat kemarahan dan kebencian yang sangat besar dari suaranya.


"Hahaha... Sepertinya kau sangat membencinya."


"Aku sudah menunggu sangat lama untuk ini semua. Pastikan kau berhasil melakukannya!"

__ADS_1


"Jangan khawatir, aku akan mengirimkan kepala mereka sebagai hadiah untuk mu."


"Aku sangat menantikan nya."


__ADS_2