MAFIA CILIK PENCURI HATI

MAFIA CILIK PENCURI HATI
9. BLACK SHADOW


__ADS_3

"Bagaimana?"


"Tuan Rey mengantarkannya ke rumah sakit Tuan."


"Apa dia baik-baik saja?"


"Sesuai perintah Anda Tuan."


Begitulah percakapan antara ketua dan anggota kelompok mafia "BLACK SHADOW". Mereka terdiri dari kumpulan orang-orang jenius yang terpilih. Tapi tak ada yang sadar dengan keberadaan mereka. Meski begitu mereka bukanlah orang-orang yang bisa diremehkan. Jika harus bertemu di pertempuran dengan kelompok mafia ELANG MERAH milik Tuan Tama, mereka juga belum tentu kalah.


Sebenarnya antara Black Shadow dan Elang Merah sudah pernah ada transaksi. Beberapa kali Black Shadow memesan senjata dari Elang Merah. Tapi seperti biasa, tak ada yang sadar akan keberadaan mereka. Kenapa Black Shadow memesan senjata dari Elang Merah? Karena senjata rakitan mereka yang terbaik di seluruh dunia. Tapi tentu saja akan lebih baik di tangan Black Shadow.


Jika kelompok mafia lainnya akan melakukan berbagai pekerjaan kotor untuk memupuk kekayaan, maka lain halnya dengan Black Shadow. Mereka memiliki beberapa sumber kekayaan yang memiliki izin resmi yang tersebar di seluruh dunia. Mereka memiliki saham hampir di setiap jurusan bisnis yang ada, bahkan di perusahaan Tuan Tama sekalipun. Oleh karena itu lah, mereka hanya dikenal sebagai pengusaha biasa, bukan kelompok mafia.


***

__ADS_1


Hari ini Tuan Tama tidak pergi bekerja. Selain karena kesehatan nya belum pulih seutuhnya, dia juga belum mendapat kabar tentang Defan. Mungkinkah orang-orang itu telah menghabisi nya? Tuan Tama telah memerintahkan anak buahnya untuk menyelidiki kasus tersebut. Tapi sampai sekarang belum ada kabar apapun yang dia terima.


"Permisi Tuan." Ucap pelayan yang mengantar kan sarapan untuk Tuan Tama. Pelayan itu meletakkan makanan nya di atas meja di balkon kamar Tuan Tama setelah mendapat izin.


"Apa Deon sudah sarapan?"


"Sudah Tuan."


"Hm."


Dari balkon kamarnya, Tuan Tama bisa menyaksikan Deon yang tengah latihan menembak. Anak kecil itu sudah mahir menggunakan senjata di usia lima tahun. Selain itu dia juga mahir merakit senjata. Tidakkah itu melanggar hukum?


Namun yang menarik perhatian Tuan Tama bukanlah kemampuan menembak putranya itu. Melainkan interaksi antara Deon dengan Hera, pengasuhnya. Putranya tampak berbeda dari yang biasa dia temui. Dia tampak sangat bahagia dan juga sedikit manja. Meskipun Tuan Tama akui kemampuan putranya sudah meningkat dari pengamatan terakhir nya.


"Hera, kau lihat itu? Aku hebat bukan?" Tanya Deon sambil tersenyum memperlihatkan deretan gigi putih bersih nya. Dia telah selesai berlatih menembak dan merakit senjata. Tak sulit bagi Deon membidik sasaran nya dengan sempurna, karena memang dia sudah terlatih.

__ADS_1


"Anda yang terbaik Tuan muda." Jawab Hera. Dia benar-benar bangga pada tuan kecil nya tersebut. Di usianya yang masih sangat kecil, dia bahkan sudah mampu menguasai berbagai hal yang bahkan belum tentu bisa dilakukan orang dewasa sekalipun.


"Jadi sekarang kau percaya kan bahwa aku bisa melindungi mu?"


"Tentu, saya sangat percaya pada Anda Tuan muda." Jawab Hera bersungguh-sungguh.


"Kalau begitu peluk aku!" Perintah Deon sambil merentangkan kedua tangan mungilnya.


Hera tak menolak. Dia dengan senang hati akan memeluk Deon yang sudah seperti anaknya sendiri itu.


"Kau sangat menggemaskan." Ucap Hera sambil mengacak-acak rambut Deon. Lalu mengangkat Deon tinggi-tinggi, kemudian mereka berputar-putar sambil tertawa bahagia.


Tidak akan ada yang percaya bahwa mereka hanyalah seorang pengasuh dan majikan. Siapapun yang melihat mereka saat ini akan mengira bahwa mereka adalah pasangan ibu dan anak kandung. Deon benar-benar bahagia. Mungkin ini adalah kali pertama dia bisa tertawa sebahagia ini.


Pemandangan indah tersebut justru membuat Tuan Tama merasa heran. Keningnya sampai mengerut tanda bahwa dia tengah berpikir keras. Ini juga pertama kali nya dia menyaksikan putranya begitu bahagia, dan juga manja. Dan itu bukan kepada nya, melainkan orang lain yang tak memiliki hubungan apapun dengannya.

__ADS_1


Tanpa sepengetahuan Tuan Tama, seseorang tengah memandang nya sambil tersenyum sinis. Dia sungguh merasa puas melihat ekspresi wajah Tuan Tama saat ini.


__ADS_2