MAFIA CILIK PENCURI HATI

MAFIA CILIK PENCURI HATI
53. MEMBAIK


__ADS_3

Saat ini Deon tengah duduk santai di sebuah ruangan sembari menonton pertunjukan yang cukup menghibur bagi nya. Dari sebuah layar besar di hadapannya, Deon bisa menyaksikan dua orang yang terus memohon pengampunan dan berharap agar bisa di bebaskan.


Namun mereka telah salah mencari lawan dari awal. Mereka terlalu menganggap remeh bocah lima tahun tersebut. Tanpa mereka sadari bahwa sesungguhnya dia jauh lebih berbahaya dari ayahnya sendiri.


"Tuan muda." Sapa Reymond, tangan kanan kepercayaan Deon.


"Sudah siap?" Deon bertanya tanpa menoleh sedikitpun. Dia masih fokus pada layar monitor di hadapannya.


"Sudah Tuan muda." Ucap Rey sembari menyodorkan sebuah botol kecil berisi ramuan khusus racikan orang-orang kepercayaannya.


"Thanks Uncle. Aku pergi dulu." Deon turun dari kursi kebesarannya dan berniat untuk kembali ke rumah sakit tempat Hera dirawat.


"Bagaimana dengan mereka Tuan muda?"


"Biarkan mereka menikmati detik-detik terakhir kehidupan mereka Uncle. Kasihan jika mereka harus mati terlalu cepat." Ucap Deon sambil tersenyum manis.


Reymond menatap miris pada dua orang yang kini menjadi tawanan Tuan mudanya tersebut.


"Sangat di sayangkan. Kalian memilih orang yang salah untuk bermain-main."


***


Di rumah sakit, Tuan Tama masih setia menunggui Hera di luar kamar nya. Entah kenapa bos mafia itu tiba-tiba tak punya keberanian untuk bertemu langsung dengan Hera. Bayangan tangannya yang berlumuran darah masih terngiang-ngiang di ingatannya.


"Apa hanya itu yang bisa kau lakukan?"

__ADS_1


Suara lembut namun menusuk itu menarik paksa Tuan Tama dari alam bawah sadarnya. Dia menatap wajah tampan putranya yang berubah dingin semenjak kejadian penculikan yang membuat Hera terluka.


"Jika kau merasa bersalah, maka tebuslah kesalahan mu itu sebelum semuanya menjadi terlambat. Kau tidak pernah tau, kapan hati seseorang akan merasa lelah. Saat itu terjadi, penyesalan mu sudah tidak ada artinya lagi."


Deon langsung masuk ke ruangan Hera setelah menceramahi ayahnya yang kini terdiam seribu bahasa. Entah dia tengah merenungi kesalahannya, atau justru tidak mengerti apa maksud dari ucapan putranya itu?😂


Baru beberapa menit Deon memasuki kamar Hera, tiba-tiba dokter Jeremy dan beberapa tim lainnya sudah berlarian menuju ruang tersebut. Entah apa yang terjadi?


"Tunggulah di luar! Aku akan memeriksa nya." Ucap dokter Jeremy pada Deon.


Dokter Jeremy langsung memeriksa kondisi Hera saat ini, dan mencari tau penyebab wanita itu tiba-tiba mengalami kejang-kejang. Namun saat pemeriksaan, dokter Jeremy justru di buat terkejut, melihat luka Hera yang sudah mengering.


Sangat mustahil luka yang cukup parah itu bisa mengering dalam beberapa jam saja. Dokter Jeremy malah berpikir bahwa semua itu adalah karena Tuan Tama. Karena bagaimanapun anggota Elang Merah juga memiliki tim khusus untuk meracik ramuan-ramuan khusus seperti itu.


Deon tak bisa menunggu hasil pemeriksaan Hera karena harus segera pergi. Rey mengabarkan sesuatu yang penting padanya.


"Nyonya Laksmi mencoba bunuh diri Tuan muda."


"Bagaimana bisa?" Deon sangat tidak senang mendengar kabar tersebut. Terlihat jelas dari tatapan matanya yang tajam.


"Maaf Tuan muda, saya lalai."


"Aku tidak suka permintaan maaf Uncle. Kau tau itu." Tatapan Deon benar-benar tidak bersahabat sama sekali.


"Bagaimana keadaan nya?" Tanya Deon pada dokter khusus anggota nya.

__ADS_1


"Sudah baik-baik saja Tuan muda."


"Bagus. Berikan ruangan terbaik untuk nya. Bagaimana pun juga dia tetap lah nenek ku." Sebuah senyuman terukir di wajah mungil Deon.


"Baik Tuan muda."


"Uncle, aku ingin mengunjungi tawanan kita yang satu lagi."


"Mari Tuan muda."


Deon melangkah menuju sebuah ruangan dimana Zack tengah ditawan. Ya benar, anggota Deon langsung bergerak cepat menangkap Zack setelah Hera terluka waktu itu.


"Apa kabar paman." Sapa Deon.


"Baji**an, lepaskan aku sial*n."


"Kenapa harus buru-buru paman? Mari bermain sebentar lagi. Oke?"


"Berikan hadiah untuknya agar lebih betah di sini!" Perintah Deon pada Rey.


"Baik Tuan muda."


Deon telah menerima kabar bahwa Hera telah baik-baik saja sekarang. Bahkan dia bisa pulang dalam dua hari.


"Apa semua pesanan ku sudah siap Uncle?"

__ADS_1


"Sudah Tuan muda, tinggal menunggu waktu eksekusi saja."


"Bagus."


__ADS_2