MAFIA KIRIFUDA : TERROR FROM THE PAST

MAFIA KIRIFUDA : TERROR FROM THE PAST
Menjarah Harta Sang Koruptor


__ADS_3

”Mission Start!” Di dalam mobil, Yuki berseru kepada anggota Kirifuda.


Dengan cekatan, Jari tangan Ai menari indah di atas keyboard komputernya, mematikan semua sensor alarm dan CCTV di dalam dan di sekitar rumah mewah berlantai 3 itu.


“All Clear!” Suara Ai terdengar oleh seluruh anggota operasi.


Seketika ‘Pasukan Pelumpuh’ yang terdiri dari 10 orang melemparkan bola kelereng merah berisi zat pelumpuh ke dalam pos penjagaan, zat itu langsung menguap setelah jatuh ke lantai dan membuat para penjaga pingsan.


Setelah pos aman, mereka melompati pagar dan menyebar ke sekeliling rumah untuk melumpuhkan penjaga yang tersisa, pembantu rumah tangga, maupun anggota keluarga yang lain.


Hanya dalam waktu 3 menit, semua posisi sudah diamankan.


“All Clear!” Suara pemimpin ‘Pasukan Pelumpuh’ juga terdengar. Kini giliran Yuki dan Shiro keluar dari mobil, melompati pagar, lalu melompat ke salah satu balkon di lantai 3 tempat tidur target.


Setelah melemparkan kelereng merah yang ukurannya lebih kecil, Yuki menunggu beberapa detik sebelum memasuki kamar, sedangkan Shiro tetap menunggu di balkon.


Malam kembali tenang, hanya suara sepasang orang tua paruh baya yang terdengar di kamar yang besar itu. Tempat tidur yang besar memberi banyak ruang meskipun pasangan itu memiliki tubuh yang gemuk.


Miris saat melihat tikus tua pemakan uang rakyat bisa tidur nyenyak di kamar yang mewah, sedangkan di luar rakyatnya puas hanya dengan tidur beralaskan kardus bekas.


Pemuda berusia 20 tahun itu dengan tenang memandang kedua orang tua itu tidur dengan pulas.


Meskipun raut wajahnya diluar tampak sangat tenang, di dalam hatinya seakan sedang terbakar kemarahan memikirkan kejahatan lelaki tua itu kepada rakyatnya.


Baginya, seorang koruptor tidak layak hidup dengan damai.


‘Tidur yang nyenyak pak tua! Kamu tidak pantas hidup mewah di dunia ini lagi!’ Pikir Yuki dalam hatinya.


“Record!” Seketika suara rendah lensa kamera terdengar dalam ruangan yang sepi.


Kegilaan terpancar dari mata Yuki, dia sangat menikmati momen membunuh mangsanya. Bahkan dia dengan senang hati merekam momen itu melalui mata kirinya.


Dengan pengendali suara, mata itu langsung berubah menjadi lensa kamera untuk merekam adegan pembunuhan yang dia lakukan sebagai koleksi pribadinya.


Dia memiliki wajah yang maskulin dengan rambut hitam, iris mata kanan yang berwarna ungu cerah dan mata kiri prostetiknya yang berwarna hitam dengan iris kamera berwarna merah darah.


Tanpa menunggu lama dengan senyum yang mengembang di bibirnya, Yuki langsung mengangkat belati hitam dengan gembira mengarah ke jantung lelaki paruh baya tersebut.


‘Crzzz…’ Belati tersebut dengan mantap menancap masuk ke jantung lelaki paruh baya dan memotong aorta jantung.


“Ahahaha…!” Yuki sangat menikmati mangsanya yang tidak bisa berkutik lagi dan mati perlahan. Lelaki paruh baya itu beruntung karena tidak sempat merasakan kematiannya.


Secara bertahap, menghembuskan nafas terakhirnya. Istri lelaki paruh baya itu masih pingsan dalam tidurnya karena efek zat pelumpuh yang belum hilang.


“Stop!” Seru Yuki untuk menghentikan rekaman kamera di matanya.


Setelah mengawasi pasangan paruh baya itu, Yuki mengarahkan pandangannya menuju pintu yang mengarah ke balkon kamar tidur utama.


“Kak, aku lebih suka adegan berdarah daripada yang seperti ini!” Keluh Yuki kepada Shiro.


Wanita muda berumur 24 tahun dengan rambut putih panjang dan iris mata berwarna biru langit yang cerah keluar dari bayangan dan menjawab keluhan Yuki.


“Karena aku sedang tidak ingin melihat adegan itu, jadi terima saja. Ditambah lagi aku sangat menyukai belati itu, sebagai bahan uji coba, aku berhasil membuatnya sesuai dengan yang aku harapkan."


"Yah, kapan lagi kita bisa membunuh tikus tanpa berdarah, toh kamu juga masih menikmati momen itu.” Lanjut Shiro


Ya, belati yang baru saja dipakai Yuki itu adalah sebuah belati berwarna sehitam malam dengan panjang 35 cm bernama ‘Belati Jiwa’, memiliki ujung sangat runcing seperti ujung jarum.

__ADS_1


Dengan beberapa penyempurnaan yang Shiro ciptakan, belati itu hanya dapat melukai organ dalam mangsanya saja, bahkan baju maupun kulit dan daging luar tidak terpengaruh meskipun tertusuk belati itu.


“Bersihkan!” Shiro berseru kepada dua orang yang ada di belakangnya, yaitu Are pemuda berumur 21 tahun dan Kurina wanita berambut coklat panjang berumur 22 tahun.


Mereka berdua adalah ‘Tim Pembersih’ barang berharga dan kekacauan yang diciptakan oleh Yuki.


“Sepertinya aku tidak perlu membersihkan kekacauan yang kamu buat lagi mulai sekarang. Kamar ini bersih, tidak ada darah, tidak ada suara. Tugasku akhirnya berkurang.”


Are sangat senang hari ini karena dia terkadang sudah muak dengan tugasnya membersihkan mayat dan hal-hal lainnya.


'Lebih menyenangkan membersihkan barang berharga daripada mayat' pikirnya.


“Yuki, ayo pulang!” ajak Shiro.


Yuki sebenarnya masih ingin mengeluh kepada kakaknya tentang misi hari ini. Terlalu mudah dan tidak menyenangkan. Jika bukan karena permintaan kakaknya Shiro, dia tidak ingin melakukan hal itu.


Tidak ada yang bisa meminta Yuki melakukan sesuatu selain Shiro. Yuki hanya bersikap dingin dan tidak banyak bicara kepada semua orang selain Shiro dan orang yang dicintainya.


Bagaimanapun, hanya Shiro satu-satunya keluarga yang dimiliki Yuki di dunia ini. Hanya Shiro yang menemaninya selama 15 tahun terakhir.


Begitu juga dengan Shiro, mereka berdua saling memiliki. Karena itulah Shiro selalu menyayangi Yuki.


Bersama-sama mereka berdua melompat turun dari balkon lantai tiga dengan mudah, mereka sudah terbiasa melakukan itu. Setelah masuk ke dalam mobil, Shiro mulai menyetir mobilnya dan kembali ke rumah mereka.


Sementara Yuki dan Shiro pergi, ‘Pasukan Pelumpuh’ tetap bertahan di posisinya untuk menunggu Are dan Kurina keluar dengan jarahannya.


***


Rumah itu berlantai 6, dengan tiga lantai di atas tanah yang terdiri dari ruang tamu, ruang tengah, dapur dan ruang makan di lantai pertama. Lima kamar tamu di lantai kedua, dan dua kamar utama di lantai ketiga.


Sebenarnya untuk lantai ini luas bangunannya tidak hanya mencakup rumah utama diatasnya, namun juga mencakup seluruh luas Taman di sekitar rumah mewah itu.


Sedangkan satu lantai lainnya berisi ruang rahasia berada di bawah lantai kedua bawah tanah, hanya Shiro dan Yuki yang mengetahui keberadaan ruang itu dan juga kunci akses untuk masuk.


Setelah memarkir mobilnya di lantai pertama bawah tanah, Shiro dan Yuki langsung naik ke lantai pertama dan menuju dapur.


Shiro membuka lemari es dan mengambil 2 ice cream vanilla di dalam freezer


“Jadi, ada masalah apa?” Tanya Yuki sambil duduk di salah satu kursi di meja makan.


Shiro melemparkan salah satu ice cream kepada Yuki dan bertanya kepadanya dengan memasang wajah datar, “Maksudnya?”


“Shiro tidak akan memakan ice cream vanilla favorit Yuki jika bukan karena banyak masalah yang sedang dia pikirkan.” Jawab Yuki santai sambil membuka kemasan ice cream dan mulai menggigitnya sedikit demi sedikit.


Setelah duduk di seberang Yuki, sambil membuka kemasan ice creamnya Shiro menanggapi komentar Yuki. “Sulit ya. Padahal bukan adik kandungku, tapi kamu tau semuanya tentangku.”


“Bukan adik kandung sih, tapi kita saudara sedarah. Bukankah itu sudah lebih dari cukup untuk kita berdua menjadi sangat dekat satu sama lain? Bahkan dari tatapan matamu saja aku sudah mengerti perasaanmu.”


“Yuki, boleh aku bertanya satu hal kepadamu?”


“Apa?”


“Jika suatu saat aku melakukan kesalahan besar, apakah kamu akan meninggalkanku? Apakah kamu akan membeciku?”


“Itu bukan satu hal Kak, tapi dua.” Jawab Yuki sambil memasang muka masamnya.


“Iya, iya… dua hal. Jawab saja kenapa, protes terus!”

__ADS_1


“Salah sendiri misi hari ini membosankan, kenapa harus di uji coba segala belatinya? Sudah jelas-jelas lolos uji. Itu untukmu saja, aku tidak membutuhkan belati itu, tidak menantang. Masih lebih baik memakai pisau bedah.”


“Astaga, iya maaf. Kan aku sedang tidak ingin menguji belati itu sendiri. Jadi aku pinjam tanganmu. Yang tadi jawabannya bagaimana?”


Setelah beberapa detik hening, akhirnya Yuki menjawab, “Selama ada Yuki, pasti ada Shiro, begitu juga sebaliknya. Shiro dan Yuki itu satu orang Kak, bukan dua. Jadi yah tau sendiri jawabannya.”


“Uuh… oke…” Shiro ragu-ragu, “Hanya saja, aku terlalu takut untuk ditinggalkan sendiri lagi. 15 tahun akhirnya aku bisa berdamai dengan masa lalu, tapi sepertinya ini hanyalah saat tenang sebelum badai menerjang."


"Beberapa hari yang lalu aku sepertinya menemukan sesuatu yang mencurigakan tentang sebuah organisasi. Aku belum berani memberi tahu kamu tentu saja, karena aku masih harus menyelidikinya lebih dalam lagi.” Lanjut Shiro.


“Apapun itu, seharusnya Kakak juga memberitahuku langsung. Selesai atau tidak selesai, bisa kita cari bersama, kenapa harus dipendam sendiri?” Yuki tidak suka ada rahasia.


Sebelum Shiro bisa menjawab, pintu lift berbunyi.


“Shiro! Yuki! Dimana kalian?” Teriak Ai saat berlari setelah pintu lift terbuka.


“Ai...! Jangan berteriak!” Seru Aki menyusul saudara kembarnya Ai.


“Bukankah kalian tahu kalau kami di ruang makan? Kenapa harus bertanya lagi?” Jawab Shiro sambil menunjuk CCTV kecil yang tersembunyi di lampu gantung Kristal diatas meja makan setelah mereka berdua terlihat.


Ai dan Aki juga anggota dari Organisasi Kirifuda yang dibangun oleh Shiro dan Yuki tahun 2015 silam.


Mereka berdua adalah saudara kembar berumur 20 tahun, dengan rambut coklat yang panjang bergelombang dan iris matanya berwarna coklat muda menawan.


Keduanya sangat menarik dan ceria, meskipun Aki sedikit pendiam dibandingkan Ai, namun dengan adanya mereka berdua suasana menjadi lebih cair dan hidup.


Ai memiliki rambut lebih panjang daripada Aki, dan selalu mengikat rambutnya menjadi dua. Sedangkan Aki lebih suka membiarkan rambutnya terurai.


Keduanya memiliki spesialisasinya sendiri, mereka berdua juga sama-sama berbakat dalam hal peretasan dan menjadi salah satu hacker yang sangat terkenal di dunia bawah selain Shiro dan Yuki.


“Wah, ice cream! Aku juga mau satu! Aki, ambilkan aku ice cream strawberry satu ya. Sama Kakak harus menurut.” Ai dan yang lain sangat menyukai ice cream.


Mereka selalu memiliki stok ice cream berbagai rasa yang sangat melimpah di dalam freezer.


Sambil mengeluh, Aki berjalan menuju lemari es dan mengambil dua ice cream strawberry dari dalam freezer, “Selalu saja senioritas. Sekali-kali Kak Ai yang ambil sendiri!”


“Adik yang baik harus nurutin Kakaknya.” Jawab Ai sambil mengelus rambut Aki.


Setelah mereka berdua duduk di samping Shiro, mereka langsung membuka kemasan ice cream dan memakannya.


Sambil memakan ice cream, para wanita mengobrol dengan antusias, lalu terdengar suara mobil menuju garasi bawah.


Lima menit berselang, Are dan Kurina keluar dari lift menuju ruang makan.


“Tangkapan hari ini lumayan juga.” Seru Are sambil menyisir rambut pendeknya yang berwarna merah dengan jari-jarinya, setelah duduk di sebelah Yuki dia mengeluarkan liontin emas kubus kecil dan meletakkannya di depan Yuki.


“Tidak buruk. Pak tua itu ternyata memiliki banyak emas dan berlian di dalam brangkasnya. Sepertinya, dia lebih suka koleksi perhiasan daripada membeli rumah atau tanah.” Sahut Kurina.


Are dan Kurina sama-sama memiliki iris mata berwarna hitam, membuat keduanya terlihat sedikit misterius dan sulit di atur.


Yuki mengambil liontin itu dan memainkannya sebentar kemudian dia masukkan kedalam saku kemeja hitamnya, “Tentu saja. Lebih mudah menjual perhiasan daripada rumah.”


“Sudah hampir pagi, aku istirahat dulu. Terima kasih semua, selamat beristirahat.” Shiro berdiri kemudian meninggalkan ruang makan menuju lift untuk ke kamarnya di lantai 3.


Suasana sedikit canggung setelah kepergian Shiro. Tanpa diberitahu, mereka juga mengerti bahwa sesuatu sedang mengganggu pikiran Shiro, tetapi terlalu takut bertanya kepada Yuki, karena Yuki selalu bersikap dingin dan tidak akan menjawab pertanyaan mereka.


Tak lama setelah Shiro pergi, Yuki juga bangkit dan naik ke lantai 3. Begitu juga dengan anggota yang lain, setelah bertukar beberapa kata, mereka juga memutuskan untuk membubarkan diri dan masuk ke kamar mereka masing-masing di lantai 2.

__ADS_1


__ADS_2