MAFIA KIRIFUDA : TERROR FROM THE PAST

MAFIA KIRIFUDA : TERROR FROM THE PAST
Hadiah Ulang Tahun


__ADS_3

Didekat Pulau Shadow Eye Yuki sedang melampiaskan amarahnya.


Entah itu memukul pohon atau berteriak, bahkan kemeja merk terkenal yang dikenakannya sekarang sudah tidak berbentuk lagi. Baju itu sudah compang-camping dan kotor karena tanah dan darah.


Yuki tidak peduli dengan luka yang dia dapatkan dari menghancurkan pulau itu. Dia hanya ingin melampiaskan amarahnya kepada sang kakak Shiro.


Sedangkan Kapten Ryu hanya bisa mengawasi dari jauh karena tidak ingin mengganggu Yuki. Mereka yang sudah mengenal Yuki pasti tahu bahwa emosi dan amarah Yuki sangat besar dan tidak bisa hilang begitu saja.


Akhirnya dia menyadari bahwa Yuki bukanlah komandan utama di Kirifuda, meskipun Yuki terlihat lebih pantas dan juga menguasai banyak bidang.


Mereka semua sudah keliru. Yuki tidak bisa tanpa Shiro, Shiro memegang banyak peranan penting dalam organisasi ini, salah satunya adalah sebagai peredam amarah Yuki. Bahkan bisa diilustrasikan, jika Shiro adalah otak dan hatinya sedangkan Yuki adalah badannya.


'Lalu bagaimana jika organisasi ini kehilangan otak dan hatinya?' Keluh Kapten Ryu dalam hati sambil memandang pulau di kejauhan.


"Ada apa Kapten Ryu?" Tanya Kapten Aoki sambil perlahan mendekati Ryu.


"Kirifuda akan mendapatkan goncangan yang sangat kuat sekarang. Aku bahkan tidak tahu bagaimana nasib organisasi ini kedepannya." Jawab Kapten Ryu sambil menghela napas berat.


"Apakah terjadi sesuatu di Pulau Niji?" Tanya Kapten Aoki penasaran.


"Mungkin aku tidak pantas mengatakan ini, tetapi Alpha, dia adalah pelindung Shiro. Alpha mengatakan bahwa Shiro tidak mengizinkan Yuki mendekatinya. Bahkan Shiro telah mengusir Yuki dan tidak ingin menganggapnya sebagai adik lagi." Jawab Ryu dengan serius.


"Kenapa tiba-tiba seperti itu? Bukankah Shiro dan Yuki tidak bisa berpisah?"


"Yah, sekarang Yuki sedang melampiaskan amarahnya. Aku yakin, dia pasti merasa sangat kehilangan jika Shiro benar-benar mengusirnya. Aku berharap semuanya kembali seperti dulu lagi, saat kita masih menjalankan banyak misi dengan mereka." Kata Ryu dengan penuh harapan.


"Kita berdo'a saja kepada Tuhan agar semuanya menjadi lebih baik." Sahut Aoki dan dibalas anggukan oleh Ryu. Keduanya kembali memandang pulau tempat Yuki berada.


***


Sebulan telah berlalu dari kejadian pengusiran itu. Kini semuanya kembali tenang, meskipun Yuki belum kembali ke markas Kirifuda di Ibu Kota.


Are dan Haruki sudah kembali ke markas beberapa minggu sebelumnya, akhirnya mereka hanya menemani Shiro di Pulau Niji selama 3 hari. Shiro juga sudah menjelaskan masalah yang terjadi antara dirinya dan Yuki.


Setelah sampai di markas, keduanya langsung memberitahu informasi yang mereka dapatkan dari Pulau Niji kepada Ai, Aki, dan Kurina. Ketiganya tentu saja sangat terkejut dengan masalah yang akan mereka hadapi.

__ADS_1


Kapten Ryu juga sudah memberitahu anggota inti Kirifuda bahwa Komandan Yuki berada di pulau pribadinya, dibawah pengawasan kedua Kapten Pasukan Kirifuda.


***


Sementara itu di Pulau Niji, Shiro dan Alpha sedang membuat rencana untuk mengejar organisasi Harmonics.


Shiro yakin sekali bahwa kecelakaan yang dia alami, dan donatur utama dari laboratorium Dr. Ichida adalah dari Organisasi Harmonics.


Shiro ingat saat pertama kali mrmberitahu Yuki tentang Organisasi Harmonics, Yuki sangat terpukul karenanya. Sehingga saat itu juga Shiro meneguhkan hatinya untuk melawan Harmonics sendirian tanpa adiknya.


Dia tidak ingin adik kesayangannya terluka, ditambah lagi sekarang dia sudah punya kekasih yang menyayanginya. Jika terjadi sesuatu pada Yuki, dia pasti akan merasa bersalah.


Ditengah lamunannya, seseorang sedang mengetuk pintu kamar kemudian Alpha dan Dokter Jake masuk ke kamar Shiro.


"Dokter Jake, bagaimana dengan luka saya? Apakah sudah lebih baik?" Tanya Shiro saat Dokter Jake selesai membuka perban luka.


"Nona, sepertinya anda tidak perlu memakai perban lagi, lukanya sudah kering, dan menutup sempurna. Untuk masalah bekas luka yang besar ini, saya sarankan untuk menggunakan salep yang sudah kami formulasikan ulang. Saya yakin hanya dalam waktu beberapa minggu, bekas luka ini akan segera pudar." Jelas Dokter Jake.


"Syukurlah, sekarang aku bebas mandi tanpa hambatan lagi." Jawab Shiro lega.


Alpha juga memahami pemikiran Shiro, selama ini dia kesulitan untuk mandi karena bekas luka yang belum kering itu sangat merepotkan.


"Alpha, bagaimana dengan perkembangan kasusnya?" Tanya Shiro setelah Dokter Jake pergi.


"Saya sangat terkejut saat mengetahui data dari nona. Rasanya kemampuan nona sudah jauh melampaui kami, bahkan menurut saya Ayah nona pun kalah dengan nona. Data itu sepertinya mengacu pada markas pusat mereka." Kata Alpha.


Setelah beberapa detik jeda, Shiro tidak mengatakan apa-apa, Alpha kembali melanjutkan penjelasannya.


"Karena berdasarkan data yang nona berikan, kami akhirnya dapat mengungkap tentang tempat itu. Ada sebuah pulau, sangat dekat dengan kutub selatan. Di pulau ini sekilas kami menemukan sebuah proyek besar, namanya adalah The Harmonics. Proyek itu sejujurnya terlihat cukup mencurigakan karena disekitar sana penjagaannya sangat ketat sekali. Bahkan ratusan mil dari pulau tersebut pasti ada yang berpatroli di lautan."


"Sudah kuduga, ini sama seperti yang aku pikirkan." Sahut Shiro.


Seketika Shiro kembali larut dengan pemikirannya, tetapi kata-kata dari Alpha mengejutkannya. Tiba-tiba saja dia membawa kotak perak di tangannya


"Nona Shiro, selamat untuk ulang tahunmu, yang ke-25 tahun. Sekarang tanggal 3 Maret. Apakah nona lupa?" Seru Alpha bersemangat.

__ADS_1


"Benarkah? Aku benar-benar lupa. Terima kasih Alpha." Jawab Shiro diikuti senyumannya yang manis.


"Nona, maaf sebelumnya. Ada yang ingin saya sampaikan kepada Nona Shiro." Kata Alpha ragu.


"Silahkan saja, kenapa kamu ragu seperti itu?" Tanya Shiro penasaran sambil memandang kotak perak di tangan Alpha.


"Nona, ini adalah pesan dari Tuan Yama untuk Nona Shiro." Alpha memberikan Shiro kotak perak dengan pita berwarna emas tersebut.


"Benarkah? Dari Ayah?" Tanya Shiro tidak percaya. Dia segera menerima kotak kado itu dan memeluknya.


"Terima kasih Alpha. Terima kasih ayah." Ucapnya sambil memandang ke atas.


"Jika saya boleh mengatakan ini, sejujurnya akhir-akhir ini saya berfikir, sepertinya dulu Tuan sudah mengetahui kapan beliau akan pergi meninggalkan nona. Suatu malam sebelum kejadian gempa itu, Tuan Yama memanggil saya secara rahasia. Beliau meminta saya masuk ke kamarnya, kemudian beliau memberikan kotak ini. Tuan berpesan agar memberikan kotak ini tepat saat nona berulang tahun ke-25." Kata Alpha perlahan sambil memperhatikan ekspresi Shiro. Dia takut Shiro akan bersedih, tetapi anak tuannya itu sepertinya lebih kuat dari yang dia bayangkan.


"Terima kasih sudah memberitahuku ceritanya. Apakah Ayah mengatakan hal yang lain? Jika ada, aku pikir sudah waktunya kamu memberitahuku juga." Shiro tahu sangat sulit untuk Alpha mengungkit masa lalu seperti ini.


"Ini bukan pesan dari Tuan. Tuan Yama hanya ingin kami menjaga nona sampai kami mati. Tetapi saya sempat merasa janggal. Pagi harinya, setelah Tuan memberi kotak ini, Tuan seperti sangat marah pada seseorang. Pagi itu Tuan seperti sedang berbicara di telfon dengan orang lain. Saya mendengar, mereka seperti sedang berdebat. Lalu Tuan bahkan memaki orang tersebut. Nona pasti tahu, Tuan tidak pernah memaki orang lain."


"Saya tidak tahu siapa yang sedang Tuan telfon pagi itu. Kemudian selang sehari setelah kejadian itu, terjadi gempa di berbagai daerah terutama di North City." Kata Alpha mengakhiri penjelasannya.


"Jadi menurutmu, ada yang janggal dari kejadian itu, dan kungkinan ada sangkut pautnya dengan gempa? Tetapi kita tahu bahwa gempa adalah fenomena alam."


"Mungkin imajinasi saya yang terlalu bermasalah." Kata Alpha sambil terkekeh. "Nona, saya izin undur diri dulu, ada beberapa hal yang harus saya lakukan. Permisi Nona."


Setelahnya, Alpha keluar dari kamar Shiro. Menurutnya, mungkin Shiro sedang ingin sendiri dulu.


Shiro mengetahui maksud Alpha hanya tersenyum. Setelah Alpha keluar dan menutup pintu, Shiro langsung membuka kotak kado itu.


...*****...


...Isi kadonya apa yaa.....?...


...(⁠๑⁠•⁠﹏⁠•⁠)...


...Penasaran?...

__ADS_1


...Lanjuuuut ->...


...*****...


__ADS_2