MAFIA KIRIFUDA : TERROR FROM THE PAST

MAFIA KIRIFUDA : TERROR FROM THE PAST
Rencana Besar Relokasi


__ADS_3

Satu hari telah berlalu dengan cepat. Aki yang selalu memantau perkembangan informasi, melihat bahwa Presiden telah mencabut surat persetujuan penggusuran desa pinggiran. Aki menyampaikan berita itu saat makan malam, membuat semua anggota Kirifuda senang.


Yuki meminta Kurina untuk menyampaikan kabar itu secara langsung kepada kedua Kepala Desa. Dia juga meminta Kurina menanyakan tentang rencana relokasi, dan siapa saja yang bersedia untuk pindah ke Pulau Zectter.


Saat waktu menunjukkan pukul 11 malam, Shiro kembali mengajak Yuki untuk menemui Paman Liu secara rahasia dan berterima kasih kepadanya karena sudah mencabut surat persetujuan itu. Mereka juga berjanji tidak akan mengganggu urusan pemerintah lagi.


***


Keesokan harinya Shiro dan Yuki kembali melakukan pertemuan dengan kedua kepala desa, Kurina, dan Pemimpin Pasukan Kirifuda untuk membahas tentang barter dan relokasi.


"Pertama-tama, saya mengucapkan selamat, karena rencana penggusuran telah dibatalkan. Kemudian selanjutnya, saya ingin menanyakan kemajuan dari yang kita bicarakan kemarin tentang relokasi." Yuki memulai rapat.


Shiro hari ini berniat untuk tidak mengganggu Yuki dan menjadi operator, Yuki memulai penjelasannya, dan Shiro menunjukkan gambar-gambar dari laptop yang sudah terhubung dengan layar LED berukuran 165 inchi yang terpasang di dinding ujung meja pertemuan.


"Pulau yang akan ditempati nanti bernama Pulau Zectter, pulau ini terletak sekitar 475 Km dari ibu kota dengan luas 3.781 Km²."


"Pulau Zectter juga dikelilingi oleh 3 pulau lain dengan jarak masing-masing kurang lebih 51 mil, ketiganya juga milik kami pribadi, salah satu pulau yang terbesar dari ketiganya bernama Shadow Eyes. Di pulau itulah kami akan melakukan pelatihan militer untuk yang lulus seleksi."


"Kedua pulau sisanya adalah lapangan untuk pelatihan bertahan hidup. Karena hanya ada pos penjagaan di beberapa titik dan sisanya adalah hutan belantara. Tentu saja kami ingin anda semua menjaga informasi rahasia ini untuk anda sendiri. Kami mempercayai anda."


"Kemudian Pulau Zectter memiliki gedung asrama dan beberapa fasilitas penunjang kehidupan sehari-hari saja. Jadi kami perlu membangun fasilitas tambahan seperti sekolah dan rumah sakit untuk beberapa bulan ke depan. Untuk sementara, hanya terdapat klinik di pulau itu sampai rumah sakit selesai di bangun."


"Dan yang terakhir, tidak ada orang yang bisa sembarangan masuk ke pulau-pulau kami. Karena banyak penjagaan yang kami siapkan di sekitar pulau, dan memerlukan akses khusus untuk ke sana, itulah kenapa pulau kami aman."


"Akses itu hanya bisa dikeluarkan olehku pribadi dan Kak Shiro. Selain itu tidak ada yang bisa keluar masuk dengan mudah ke pulau-pulau kami tanpa akses khusus itu." Yuki berhenti sebentar, menunggu kedua Kepala Desa mencerna informasi darinya.


Negara Blue Sky berada di benua Asia memiliki bendera berwarna biru putih dengan luas wilayah sekitar 573.771 Km². Negara ini memiliki 2 pulau utama dan dikelilingi lebih dari 500 pulau kecil. Negara Blue Sky merupakan negara yang memiliki 4 musim.


Sebagian dari pulau-pulau kecil itu adalah pulau milik pribadi. Warga Negara Blue Sky yang memenuhi syarat bisa membeli pulau-pulau itu secara resmi dengan mudah. Tentu saja pajak yang dikenakan untuk pemilik pulau tidak sedikit bahkan hampir 2x lipat daripada harga tanah di pulau utama. Sehingga hanya orang-orang dengan status kekayaan tertentu yang bisa membeli pulau-pulau ini.

__ADS_1


Kedua Kepala Desa itu terpana oleh gambar yang ditampilkan Shiro. Sebenarnya pulau kakak beradik itu sangat indah, jika mereka ingin membuka tempat wisata di pulau itu, mereka pasti akan kebanjiran banyak sekali wisatawan lokal dan internasional karena keindahannya.


Pulau Zectter berbentuk seperti bulan sabit, dikelilingi 3 pulau lain yang ukurannya sedikit lebih kecil daripada pulau Zectter, membuatnya terlihat seperti bulan yang dikelilingi bintang. Air lautnya yang sangat jernih, pasir pantai putih bersih, dan hutan yang masih terjaga membuatnya sangat menarik.


Yuki kembali melanjutkan, "Jadi bagaimana? Apakah ada warga yang tertarik untuk relokasi?"


Menanggapi pertanyaan Yuki, Kepala Doni mempersilahkan Kepala Saudi untuk berbicara terlebih dahulu.


"Kami sudah menanyakan kepada warga, sebenarnya sebagian besar dari mereka tidak masalah jika anak-anaknya mengikuti seleksi pelatihan militer dan pendidikan yang anda tawarkan. Mereka bahkan sangat menyetujui rencana itu."


"Tapi sebagian besar orang tua ingin tetap tinggal disini karena bagaimanapun juga, tanah disini juga masih milik mereka secara pribadi, dan mereka enggan untuk melepaskan harta mereka satu-satunya."


"Karena itulah, warga sepakat akan mengirimkan anak-anak mereka, sebagian orang tua, dan yang masih muda untuk mengikuti relokasi. Sedangkan sebagian besar orang tua lainnya akan tetap bertahan." Kepala Saudi mengakhiri penjelasannya.


Kemudian Kepala Doni melanjutkan penjelasan dari Kepala Saudi. Sepertinya mereka sudah menyiapkan penjelasan ini sebelumnya.


"Namun yang bersedia untuk relokasi hanya 224.152 jiwa. Kami sudah melakukan pendataan, yang memenuhi syarat untuk bisa mengikuti seleksi ada sebanyak 103.270 peserta." Kata Kepala Doni sambil membaca buku catatannya.


Yuki dan Shiro saling memandang, mereka tidak menyangka bahwa ternyata cukup banyak yang bersedia untuk pindah ke pulau mereka.


Kurina yang sudah mengetahui data ini dari Kepala Desa hanya mengangguk selama Kepala Desa menjabarkan data yang sudah mereka persiapkan.


Sedangkan Kapten Ryu dan wakilnya Kapten Aoki hanya mendengarkan dengan khusyuk dan membayangkan kalau sebentar lagi pulau-pulau itu akan menjadi lebih ramai daripada sebelumnya. Keduanya juga sudah lama memimpikan hari itu datang, dimana mereka tidak tinggal sendirian lagi di pulau-pulau itu.


Pulau Shadow Eyes merupakan pulau khusus untuk pelatihan militer Pasukan Kirifuda. Namun secara resmi mereka terdaftar sebagai 'Perusahaan Keamanan Zectter' atau 'Zectter Corp.' yang memiliki gedung perusahaan resmi setinggi 25 lantai di pusat ibukota atas nama Shiro.


Kirifuda sendiri adalah organisasi bawah tanah, dan tidak ada yang mengenal organisasi itu kecuali kepala desa pinggiran. Warga desa hanya mengetahui bahwa dermawan mereka adalah dua kakak beradik jenius yang kaya.


Pasukan Kirifuda memiliki total 100 anggota pilihan, yang dipimpin oleh Kapten Ryu dan Kapten Aoki. Keduanya merupakan anak buah yang paling dipercaya oleh Yuki dan Shiro.

__ADS_1


Sebenarnya Zectter Corp memiliki tugas resmi menjaga keselamatan Shiro dan Yuki. Karena Shiro dan Yuki adalah anak jenius dari ilmuwan terkemuka, orang-orang yang mengetahui identitas mereka tidak mempermasalahkan tentang tugas perusahaan itu.


"Baiklah kalau begitu untuk Kapten Ryu, tolong persiapkan 10 Helikopter Mil Mi-26 untuk merelokasi warga secara bertahap dalam waktu 3 hari." Perintah Yuki


"Siap Komandan! Kami akan mempersiapkan helikopter secepatnya dan memulai operasi relokasi besok pagi." Jawab Kapten Ryu tegas.


Organisasi Kirifuda mempunyai 20 helikopter di pulau Shadow Eyes, yang terbanyak adalah 12 helikopter Mil Mi-26, yang dirancang oleh perusahaan Mil Moscow Helicopter Plant dari Rusia. 'Capung Raksasa' ini memiliki panjang badan mencapai 40,3 m, tinggi 8,2 m dan berat kosongnya 28,2 ton.


Yuki menyukai helikopter itu karena ukurannya yang besar dan helikopter Mi-26 adalah helikopter pertama yang memiliki 8 baling-baling, kemudian jika salah satu mesin mati, helikopter tetap bisa terbang dengan 1 mesin.


Dengan penyempurnaan dan modifikasi yang dia dan timnya lakukan, helikopter itu memiliki performa yang lebih baik daripada aslinya, juga bisa menampung sekitar 70 penumpang di dalamnya. Waktu tempuh yang akan mereka jalani untuk penerbangan dari desa pinggiran menuju pulau Zectter adalah sekitar 48 menit.


Karena desa pinggiran berada di dekat laut, jadi untuk melakukan penerbangan tidak akan terlalu mengganggu aktivitas publik di perkotaan. Sehingga membuat mereka tidak perlu mendapatkan izin khusus untuk menerbangkan helikopter disekitar desa pinggiran.


Kedua Kepala Desa tercengang dengan perintah yang Yuki sampaikan kepada Kapten Ryu. Memiliki 4 pulau pribadi saja sudah menunjukkan seberapa besar status kekayaan mereka, sekarang dia juga memiliki 10 helikopter untuk mengangkut warga desa. Entah kejutan apa lagi yang dimiliki kakak beradik itu untuk mereka.


"Kepala Doni, kalau tidak salah Distrik Timur memiliki lapangan yang sangat besar? Sepertinya itu cocok untuk helikopter kami, jadi kami minta tolong agar semua warga yang mengikuti relokasi dibagi menjadi 3 kelompok, lalu bagi lagi menjadi kloter kecil masing-masing terdiri dari 65 orang."


"Baik Yuki, kami akan mengaturnya sesuai yang anda minta. Oh iya, untuk perwakilan yang berada di pulau baru nanti bernama Pak Amori, dia yang akan menjadi Kepala Desa di tempat baru." Jawab Kepala Doni


"Baik, terima kasih informasinya"


"Ada lagi tambahan dari saya boleh Yuki?"


"Silahkan Kak Shiro, ada apa?


"Sebelum berangkat besok, kami ingin meminta data diri setiap orang, beserta sidik jari dan DNA melalui darah." Ucap Shiro datar.


"Maksudnya!?" Kepala Doni dan Kepala Saudi berseru serentak.

__ADS_1


__ADS_2