
‘Martin’ bertugas mengendarai mobil itu, sedangkan sang pemimpin duduk bersama Yuki di kursi belakang.
Mobil itu dilengkapi dengan banyak barang-barang yang sangat canggih dan juga teknologi paling mutakhir. Yuki sempat terperangah saat melihat isi bagian dalam mobil itu, yang ternyata sudah dimodifikasi sedemikian rupa.
Bahkan bisa menyamarkan bentuk mobil sesuai dengan model yang diinginkan. Bawahan pria misterius itu mengatur agar mobil mereka berubah menjadi seperti mobil milik Martin lengkap dengan plat nomor yang sama. Tentu mereka mendapatkan informasi tentang hal itu dari Martin sendiri.
Yuki mengetahui itu dari penjelasan pemimpin yang duduk di sebelahnya.
‘Ide yang bagus untuk mobil milik Kirifuda di masa depan nanti.’ Pikirnya dalam hati.
Pemimpin dan salah satu anak buahnya mengeluarkan alat untuk menyembunyikan diri, dan segera memakainya. Alat itu sama persis dengan yang dipakai Yuki.
Menyadari tatapan Yuki pada alat yang mereka bawa, pemimpin itu memulai penjelasannya lagi.
“Kami memiliki alat yang bisa menyamarkan diri kami menjadi tidak terlihat, salah satu ciptaan Nona Shiro, saat itu kami memesannya kepada Nona untuk kami gunakan. Karena itulah kalian tidak pernah melihat kami.” Katanya.
“Pantas saja, saya tidak pernah merasakan keberadaan siapapun di sekitar saya. Saya bahkan baru tahu Kak Shiro menjualnya secara umum.” Jawab Yuki sambil mengingat kembali. Dia tidak pernah tahu jika kakaknya menjual alat itu secara masal.
Melihat Yuki yang sedang berfikir, pemimpin itu langsung menjawab pertanyaan yang ada dalam pikirannya.
“Tidak, Nona memang tidak memproduksi alat itu secara masal. Hanya ada 3 buah, salah satunya adalah yang anda pegang, sisanya ada pada kami.”
“Nona mengenal saya, meskipun saya yakin ingatan itu masih samar. Nona tahu saya selalu mengikutinya selama ini, karena dia memiliki perasaan yang sangat peka, meskipun memakai alat itu, Nona tahu ada orang disekitarnya.” Lanjutnya dengan pandangan menerawang.
“Saya tidak pernah memprediksi tentang keadaan ini sebelumnya, tapi memang cukup aneh jika orang sekaya kakak dan ayahnya tidak memiliki satu pun orang yang setia pada mereka.” Yuki mulai menebak identitas mereka.
“Yah, karena tidak ada yang pernah menunjukkannya secara langsung. Tugas kami hanya untuk melindungi Nona Shiro, jika tidak terjadi sesuatu, kami tidak akan bisa ditemukan oleh siapa pun termasuk anda.” Jawabnya sambil memikirkan atasannya yang paling dia hormati dulu.
Mobil itu sudah keluar dari kawasan perumahan dan melaju memasuki kawasan perkantoran di pusat ibu kota.
Hari bersalju yang sangat dingin, jarang sekali salju berhenti turun setiap tahunnya. Musim dingin di Blue Sky selalu berwarna putih dan jarang ada matahari bersinar.
Sore itu jalanan cukup padat, sudah waktunya untuk pulang dari kantor dan sekolah, karena liburan musim dingin dan tahun baru masih akan datang 2 minggu lagi. Karena salju yang agak tebal, lalu lintas berjalan sedikit lebih lambat.
Melihat salju yang putih di sepanjang mata memandang membuat banyak pikiran yang mengganggu Yuki, terutama karena mengingatkannya keadaan kakaknya yang mengkhawatirkan, sehingga dia menjadi lebih banyak diam.
“Maaf sebelumnya, saya ingin bertanya.” Si pemimpin kembali berbicara setelah keheningan yang cukup lama.
“Silahkan.” Jawab Yuki singkat.
“Apakah anda sudah mengatur rencananya?”
__ADS_1
“Belum. Saya hanya ingin mengambil penawar itu dan membunuh Dr. Ichidai. Hanya itu.” Jawabnya acuh.
“Baiklah, kalau begitu saya dan bawahan saya yang menyamar sebagai Martin akan ikut dengan anda. Sedangkan salah satunya akan mengambil alih masalah sistem keamanan dan CCTV.” Kata si pemimpin.
“Oke.” Jawab Yuki singkat. Sebenarnya jika Yuki datang sendiri ke tempat itu juga pasti akan berjalan lancar, tapi dia menghargai ketiga pria itu, dan mengajak mereka bersamanya.
Pemimpin itu dan juga anggotanya sudah mengetahui temperamen Yuki, sehingga mereka tidak terkejut dengan sikap Yuki yang tiba-tiba menjadi dingin.
Jalanan sangat padat membuat mereka terlambat 30 menit.
Mobil mereka akhirnya memasuki parkir bawah tanah milik laboratorium Dr. Ichidai. Karena penyamaran yang mereka lakukan sangat luar biasa, keempat pria itu akhirnya bisa melewati pemeriksaan dengan mudah.
Yuki, ‘Martin’ dan pemimpinnya keluar dari mobil. Sedangkan salah satunya mulai meretas CCTV dan sistem keamanan laboratorium dari dalam mobil, dan masih memakai alat penyamar agar tidak ada yang melihatnya.
‘Martin’ mengetahui prosedur di saat memasuki laboratorium dan semua detail kecil lainnya dari Martin yang asli, dia adalah pria yang sangat teliti. Yuki dan pemimpin itu mengikutinya di belakang dengan mudah.
Ketiganya segera memasuki lift dan naik menuju lantai paling atas. Kebetulan sekali kantor Dr. Ichidai dan beberapa tangan kanannya berada di lantai yang sama.
“Martin? Bukankah kamu mengambil cuti beberapa hari?” Tanya seseorang setelah mereka keluar dari dalam lift.
“Aku melupakan sesuatu dan ingin mengambilnya. Itu kado untuk istriku, aku bahkan berkendara ratusan kilo untuk kembali mengambilnya.” Jawab ‘Martin’ sambil menghela napas, dengan suara yang sama persis seperti aslinya, dia tahu orang yang menyapanya adalah salah satu tangan kanan juga.
“Ya, hati-hati.” Sahut ‘Martin’ yang tersenyum ramah.
Setelah pria itu pergi, ketiganya melanjutkan perjalanan mereka ke kantor Dr. Ichidai.
Kantor Dr. Ichidai berada di ujung, mengambil setengah dari total seluruh luas lantai atas.
‘Martin’ melakukan formalitasnya saat akan memasuki kantor itu, dia mengetuk pintu tiga kali, dan langsung membukanya. Karena dia tidak memakai alat penyamar.
Saat ketiga pria itu memasuki ruangan Dr. Ichidai, ruangan itu mirip seperti laboratorium kecil, namun sangat bersih dan sepi. Terdapat banyak ruangan dengan partisi kaca, semakin ke dalam akan memperlihatkan beberapa penemuan-penemuan yang diciptakan oleh Dr. Ichidai.
“Dr. Ichidai?” Panggil ‘Martin’
Ketiganya bingung, tidak ada seorang pun yang menjawab, padahal dari informasi yang mereka dapatkan, biasanya Dr. Ichidai selalu berada di kantornya sampai tengah malam.
Yuki sudah kehabisan kesabarannya, segera masuk ke ruangan-ruangan dengan partisi kaca. Setiap ruangan itu ternyata sangat besar.
Semakin Yuki masuk ke dalam, semakin banyak benda-benda aneh yang dia lihat, tiba-tiba dia melihat genangan darah yang masih mengalir dari salah satu ruangan.
Yuki segera memasuki ruangan itu, dia menyadari bahwa seseorang tergeletak di dalamnya.
__ADS_1
Kedua pria misterius yang datang bersama Yuki mengikuti pemuda itu.
Ketiganya tercengang dengan yang mereka lihat. Dr. Ichidai tergeletak di lantai ruangan itu, darah masih mengalir dari beberapa bagian tubuhnya. Ruangan itu juga dipenuhi bercak darah dimana-mana.
“Seseorang baru saja berada di sini!” Seru Yuki.
“Delta, segera periksa CCTV, target sudah dibunuh. Cari pelakunya!” sang pemimpin memanggil bawahannya yang masih berada di dalam mobil.
‘Siapa yang melakukan ini?’ Batin ketiganya.
Yuki melihat sekeliling, dia tidak menemukan tanda-tanda apa pun. Lalu pandangannya tertuju ke satu tempat.
Penawar.
Segera dia memotong salah satu jari Dr. Ichidai dengan pisau yang selalu dia bawa dan menempelkannya pada alat pemindai untuk mengambil penawar yang dicarinya. Setelahnya dia langsung membuang jari itu.
“Ayo keluar.” Perintah Yuki. Dia tidak peduli lagi dengan Dr. Ichidai, meskipun kecewa, dia segera mengajak yang lain untuk keluar.
‘Yang lebih penting adalah kakak.’ Batinnya.
Ketiganya langsung meninggalkan ruangan kantor, turun ke tempat parkir bawah tanah masuk ke dalam mobil dan segera meninggalkan tempat itu menuju rumah sakit.
“Saya tidak melihat siapa pelakunya. Saya sudah melihat berkali-kali, tapi tidak menemukan keanehan apa pun. Dr. Ichidai memasuki ruangan itu sendiri.” Bawahan yang dipanggil Delta itu langsung melaporkan yang dia ketahui.
“Aneh sekali.” Jawab pemimpin.
“Lupakan, tidak ada yang perlu dipikirkan, yang penting kita sudah mendapatkan penawar. Apa yang terjadi pada b.a.j.i.n.g.a.n itu sudah menjadi takdirnya.” Sahut Yuki acuh, dia benar-benar tidak peduli dengan pembunuhnya.
Ketiganya hanya mengangguk, menyetujui pendapat Yuki.
Beberapa saat kemudian Yuki mengambil telfonnya dan memanggil Hanson untuk secepatnya mengubah identitas Martin dan keluarganya agar tidak ada yang mengetahui jejak Martin.
...***...
...Lanjuuut… ->...
...(ノ◕ヮ◕)ノ*.✧...
...***...
__ADS_1