MAFIA KIRIFUDA : TERROR FROM THE PAST

MAFIA KIRIFUDA : TERROR FROM THE PAST
Kurina Gadis Berbakat Langka


__ADS_3

"Katakan saja, tidak masalah. Kami tahu kamu ingin meminta penjelasan kami. Kami akan menjawab semuanya." Yuki menenangkan Kurina. Dia tahu yang paling ditakuti Kurina adalah dirinya.


"Baik, sebelumnya terima kasih banyak. Kalian selalu membantuku, jika bukan karena kalian, aku tidak tahu bagaimana nasibku sekarang." Kurina teringat kembali 7 tahun lalu, saat bertemu dengan Shiro dan Yuki untuk pertama kalinya.


***


Saat itu dia baru berumur 15 tahun, dia sangat kurus dan kekurangan gizi. Kurina berasal dari salah satu desa di Distrik Barat. Orang tuanya sudah meninggal dari dia kecil karena sakit, dan mereka tidak memiliki biaya untuk pengobatan orang tuanya.


Sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang yang terpilih memegang jabatan sebagai Kepala Desa untuk mengasuh anak-anak yatim.


Jadi setelah kematian orang tuanya, Kurina diasuh oleh Kepala Desa Distrik Barat, namun karena mereka terlalu miskin, mereka kesulitan untuk makan dan tidak memiliki makanan dengan gizi yang baik. Juga karena Kepala Desa merawat puluhan anak yatim lainnya, sehingga Kurina harus puas makan sehari sekali dengan porsi yang sedikit.


Suatu hari, seorang perempuan berambut putih dan adik laki-lakinya datang menemui Kepala Desanya. Semuanya tahu bahwa kedua orang itu adalah donatur sang Kepala Desa, tetapi ini adalah pertama kalinya mereka datang secara langsung. Ternyata kedua donatur itu masih sangat muda.


Hari itu Kurina berkenalan dengan keduanya, mereka adalah Shiro dan Yuki, Yuki masih lebih muda 2 tahun darinya. Saat itu Yuki sudah memakai mata prostetiknya yang aneh, dengan warna hitam dan merah. Itulah yang membuat Kurina sedikit ketakutan dengan Yuki.


Tetapi Yuki terlalu dingin kepada semua orang, sehingga dia tidak mempedulikan pendapat orang lain tentang mata prostetik yang dia pakai.


"Halo… namaku Shiro, namamu siapa?" Shiro penasaran dengan Kurina. Entah kenapa, pandangan mata Kurina terlihat sangat awas. berbeda dari kebanyakan yang seusianya.


Shiro lebih tua 2 tahun dari Kurina, dikarenakan Kurina juga menderita gizi buruk sehingga dia lebih pendek daripada Shiro, sehingga Shiro harus sedikit membungkuk saat menyapanya.


Saat itulah kalung liontin kubus emas milik Shiro tidak sengaja keluar dari bajunya, liontin itu kecil dan cantik. Kurina yang kebetulan melihat liontin itu tiba-tiba matanya membulat. Dia terkejut dengan liontin dari kalung Shiro.


"Kak, itu kenapa banyak sekali isinya!? Apa itu Kak!? Apakah aku salah lihat!?" Kurina sangat terkejut, dia belum pernah melihat benda seperti itu sebelumnya.


"Ini liontin emas berbentuk kubus, kenapa? Apakah ada yang salah?" Shiro dan Yuki juga terkejut. Ini pertama kalinya ada yang bisa melihat isi liontin itu.


Liontin Kubus itu terbuat dari emas murni dengan ruang di dalamnya. Shiro membuat liontin itu dengan bantuan Ayahnya waktu masih hidup dulu. Awalnya dia hanya bisa membuat ruangan dalam kubus seukuran 1 m³.


Kemudian dengan banyaknya pengembangan yang dia lakukan selama bertahun-tahun, liontin itu memiliki volume 125 m³. sangat besar dan bisa memuat banyak benda.

__ADS_1


Liontin itu dikendalikan dengan suara, dengan satu kata bisa membuatnya menyerap benda apapun lalu benda itu dengan aman tersimpan dalam liontin. Shiro memberi nama liontin itu 'Liontin Penyimpan'. Tidak pernah ada yang tahu tentang fakta liontin itu sebelumnya, kecuali Shiro, Ayahnya yang sudah meninggal, dan Yuki.


"Kamu memiliki mata yang bagus. Kamu adalah orang pertama yang bisa menebak kebenaran liontin itu." Bakat Kurina menarik perhatian Yuki.


"Ya, benar sekali. Siapa namamu?" Shiro bertanya lagi.


"Sa... saya, Kurina." Jawabnya gugup.


"Kurina, apakah kamu mau ikut pulang dengan kami?" Ajak Shiro, Kurina memiliki kemampuan khusus. Akan lebih baik jika dikembangkan lagi.


"Saya? Bagaimana dengan yang lain?"


"Maksudmu anak-anak yang lain? Kami akan selalu membantu mereka. Kami akan selalu berusaha membantu agar mereka bisa makan dengan lebih layak. Tapi kami membutuhkanmu untuk mewujudkannya." Shiro dan Yuki membutuhkannya untuk Organisasi Kirifuda.


"Benarkah? Apakah aku bisa membantu mereka juga?" Matanya bersinar. Sejak lama Kurina bermimpi bisa membantu teman-temannya dan Kepala Desa yang baik.


"Tentu saja. Apakah kamu mau ikut denganku dan Kak Shiro? Nanti biar Kak Shiro yang minta izin kepada Kepala Desa." Yuki juga ingin dia bergabung dengan organisasinya. Kemampuannya sangat langka.


Dengan bimbingan dan perawatan kakak beradik itu, Kurina menjadi gadis yang cantik dan berbakat. Tingginya bahkan melebihi Shiro sekarang.


Kemampuannya juga berkembang, dia bahkan bisa merasakan kehadiran orang lain dengan mudah tanpa melihat secara langsung.


Meskipun dia menjalani kehidupan nyaman, dia tidak pernah melupakan tempat darimana dia berasal.


***


"Boleh aku bertanya beberapa hal?" Tanya Kurina.


"Tentu saja, Yuki sudah mengatakannya tadi kan. Tenang saja." Jawab Shiro sambil menggenggam tangan Kurina.


Seketika kegugupan berkurang dalam hatinya.

__ADS_1


"Kemana Kalian akan merelokasi warga desa pinggiran? Dan kenapa harus melakukan barter dengan anak-anak muda itu?"


"Kami memiliki salah satu pulau yang cocok untuk mereka bernama Pulau Zectter. Di sana kami akan membantu membangun beberapa fasilitas publik." Shiro menjelaskan dengan tenang.


"Seseorang mengatakan sesuatu kepada kami kemarin, dan yang dia katakan itu benar. Warga desa pinggiran harus berjuang untuk perut mereka sendiri mulai sekarang, dan kami juga tetap akan membantu mereka." Yuki melanjutkan penjelasan Shiro.


"Kami tidak tahu berapa lama kami hidup atau masih memiliki uang untuk menjadi donatur mereka. Kami juga suatu saat mempunyai kehidupan yang harus dijalani masing-masing. Jika suatu saat sesuatu yang buruk menimpa kami, bagaimana mereka bisa melanjutkan hidup mereka?" Lanjut Yuki.


Melihat Yuki yang serius, Shiro hanya mendengarkan dan tidak ingin menyela kata-kata Yuki.


"Karena itulah dalam waktu dekat, kami akan merubah tujuan Organisasi Kirifuda. Kami ingin melihat bakat-bakat baru dari desa pinggiran sepertimu. Kami ingin ada Kurina-Kurina baru, karena itulah kami membutuhkan barter itu."


"Kami akan membuat pasukan militer terbaik di dunia melalui mereka. Sehingga mereka bisa mencari uang untuk memberi makan perut mereka sendiri." Yuki mengakhiri penjelasannya, dia hanya menatap Kurina yang sedang mencerna kata-katanya.


"Jadi ini bukan seperti kalian meminta mereka untuk bekerja dibawah kalian?" Kurina mulai mengerti maksud kakak beradik itu. Mereka ternyata tidak pernah berpikiran buruk atau memanfaatkan orang lain untuk menambah kekayaannya.


Shiro dan Yuki yang mendengar pertanyaan Kurina sontak langsung tertawa, setelah beberapa saat Shiro menjawab. "Tidak mungkin. Untuk apa kami melakukan itu? Jika yang kamu maksud adalah membuat mereka menjadi mesin pencari uang kami, jawabannya adalah tidak."


"Kurina, bukankah kamu sudah ikut bersama kami selama 7 tahun? Pernahkah kamu melihat kami tergila-gila dengan harta?" Tanya Yuki serius.


"Um... tidak pernah. Aku mendengar ini dari Haruki, kalian seharusnya bisa mendapatkan harta lebih banyak dengan menargetkan para pengusaha kaya. Tapi kalian hanya tertuju pada koruptor." Kurina memikirkannya lagi, dia ingat mereka tidak pernah terlalu berlebihan.


Mereka hanya selalu makan sebanyak yang bisa mereka gigit. Tidak pernah serakah dengan harta, bahkan untuk uang operasional organisasi mereka dapat melalui warisan mereka dan penjualan beberapa benda pertahanan penemuan Shiro kepada negara.


Setiap kali mereka mendapatkan harta dari koruptor, sebagian besar akan mereka berikan untuk dikelola oleh kedua Kepala Desa pinggiran. Kemudian sisanya selalu mereka bagikan kepada anggota inti organisasi dan pasukan organisasi. Mereka tidak pernah mengambil 1 sen pun dari harta jarahan itu.


Hati Kurina kembali tenang, seharusnya dia tidak perlu khawatir dengan apa yang akan dilakukan Shiro dan Yuki. Mereka tidak pernah memiliki niat buruk kepada siapa pun.


Kurina benar-benar bersyukur bisa mengenal mereka. Pilihannya 7 tahun yang lalu tidak salah, dia sudah memilih pilihan hidup paling tepat untuknya.


Dia selalu berjanji kepada dirinya sendiri, bahwa dia tidak akan pernah mengkhianati dermawannya, dan akan selalu mengabdikan hidupnya untuk mereka berdua.

__ADS_1


Melihat Kurina yang sudah tenang, kedua kakak beradik itu tersenyum untuknya. Ketiganya melanjutkan obrolan menarik mereka. Atau lebih tepatnya obrolan Shiro dan Kurina yang menarik. Yuki selalu menjadi pendiam dan hanya memperhatikan keduanya.


__ADS_2