MAFIA KIRIFUDA : TERROR FROM THE PAST

MAFIA KIRIFUDA : TERROR FROM THE PAST
Reuni Di Pulau Niji


__ADS_3

"Alpha?" tanya Shiro.


"Ada yang bisa saya bantu nona?"


"Bisa tolong gunakan alat penyamar itu, agar mereka tidak terkejut dan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan." pinta Shiro.


Gadis itu takut jika mereka bertemu dengan Alpha, mereka akan bertengkar karena kesalahpahaman yang tidak penting.


"Baik nona." jawab Alpha yang menyadari keinginan Shiro segera mengaktifkan alat penyamar miliknya.


Detik berlalu berganti menit, Shiro sudah tidak sabar ingin segera bertemu teman-temannya.


Menjawab keinginan Shiro, pintu kamarnya perlahan terbuka. Dengan hati-hati, Are dan Haruki masuk ke dalam kamar.


"Huuft... sudah kuduga semuanya akan berjalan lancar." Seru Are merasa lega.


Haruki merasakan sesuatu yang salah. Tiba-tiba dia merasa marah dengan Are.


"Tunggu dulu! Kita seharusnya tidak perlu susah-susah melakukan ini!" kata Haruki marah.


"Apa maksudmu Haru?! Kita perlu berhati-hati saat menyusup." Are tidak terima dengan Haruki.


"Begini saja, dimana mereka selama kita masuk? Ai bilang kalau mereka sudah tahu ada yang membobol sistem keamanannya. Tapi mereka tidak datang."


"Daripada menyusup lebih baik kalau kita mengetuk pintunya dan minta kepada mereka untuk bertemu Shiro kan!" lanjut Haruki.


"Teman-teman? Maaf, bisakah kalian melanjutkan pertengkarannya nanti saja?" Sahut Shiro yang bingung dengan keduanya.


"Tidak, Shiro tidak usah ikut campur. Semuanya salah Are!" Bantah Haruki.


"Aaah!!! Shiro!!!" Teriak Haruki saat menyadari dia membantah permintaan Shiro.


Are ikut terkejut dengan teriakan Haruki dan menyadari bahwa mereka sudah sampai di kamar Shiro.


"Shiro...!!!" Kedua pemuda itu berseru bersama memanggil nama Shiro dengan wajah yang hampir menangis.


"Hahahaha... selamat datang Haruki... Are... lama tidak bertemu kalian..." Sambut gadis itu dengan tawanya yang renyah.


"Shiro aku merindukanmu..." Haruki langsung berlari menuju tempat Shiro duduk dan memeluknya sambil menangis.


Begitu pula dengan Are, pemuda itu juga langsung berlari mengikuti Haruki dan ikut memeluk Shiro.


"Sudah... sudah... kalian berdua seperti anak kecil. Hahaha." Kata Shiro.


Tok tok tok..


"Nona, saya Dokter Jake bolehkah saya masuk untuk merawat luka nona?" Tanya salah satu dokter yang merawat Shiro pasca operasi transplantasi jantung.


"Oh sudah waktunya merawat luka, Alpha?" Tanya Shiro kepada Alpha.


Tanpa menunggu jawaban Alpha, dia langsung mempersilahkan dokter itu masuk.


Saat pintu dibuka, Are dan Haruki melepaskan pelukan mereka dari Shiro.


"Merawat luka?" Tanya Haruki bingung.

__ADS_1


"Ah aku belum memberitahu kalian. Beberapa minggu kemarin, aku menjalani operasi transplantasi jantung. Karena jantungku sudah rusak dan tidak bisa digunakan lagi." Jelas Shiro kepada keduanya.


"Maafkan kami Shiro, kami malah memelukmu, apakah terasa sakit?" Are ikut bertanya dengan nada menyesal.


"Tidak masalah. Aku tahu kalau kalian hanya merindukanku sehingga refleks memelukku. Aku juga merindukan kalian."


"Shiro..." Are terharu dengan yang dikatakan Shiro.


Alpha yang tidak terlihat hanya mengawasi sambil menggelengkan kepalanya keheranan. Dia tidak menyangka anggota inti Mafia Kirifuda yang terkenal tak terkalahkan itu ternyata bisa kekanak-kanakan dan konyol.


Dokter Jake melihat ketiganya dengan bingung. Dia tidak mengenal kedua pemuda yang bersama Shiro. Jadi dia hanya diam saja dan menunggu.


Shiro sepertinya menyadari keberadaannya dan mempersilahkan dokter itu merawat luka Shiro.


"Dokter Jake, silahkan rawat luka saya."


"Apakah tidak masalah di depan teman-teman nona?" Tanya dokter itu bingung.


"Tidak masalah. Mereka sudah seperti keluargaku sendiri." Jawab Shiro sambil tersenyum lembut.


"Baik, saya lakukan sekarang. Permisi nona."


Shiro membuka kancing baju tidurnya, memperlihatkan perban yang dibalut di dada Shiro.


Seketika membuat Haruki dan Are tersentak karena Shiro memiliki luka yang besar dan panjang tepat di tengah dadanya.


"Nona, saya mulai sekarang ya. Seperti biasanya, ini akan sakit jadi tolong ditahan, tetapi jika sakitnya berlebihan, nona bisa langsung mengatakannya kepada saya." Jelas dokter itu.


"Baik Dokter Jake..."


Pria itu duduk di tepi tempat tidur agar lebih mudah menjangkau Shiro. Dia mendekatkan troli alatnya dan mulai membasahi perekat dengan alkohol agar tidak terasa sakit saat perekat itu diambil.


Setiap Shiro merasa kesakitan, gadis itu pasti tanpa sadar memanggil-manggil nama adiknya, Yuki berkali-kali dalam hatinya sambil mencengkeram selimut yang menutupi kakinya.


"Apakah sakit?" Tanya Haruki yang melihat Shiro sedikit mengernyit saat lukanya dibersihkan.


"Iya sakit tapi cuma sedikit kok." Jawab Shiro sambil tersenyum lembut.


Haruki berjalan mendekati Shiro dan duduk di sisi lain samping tempat tidur gadis itu sambil menggenggam tangan Shiro.


"Terima kasih Haruki."


Dokter Jake sangat terampil dan cekatan merawat luka Shiro. Hanya dalam waktu singkat, pria itu sudah bersiap untuk menutup lukanya.


"Tinggal sedikit lagi dan selesai nona. Tahan sebentar ya."


"Baik. Dokter, bagaimana kondisi luka saya? Apakah bagus atau bagaimana?" Tanya Shiro khawatir.


"Nona tenang saja, kondisinya sudah bagus dan hampir kering. Jadi nona tidak perlu takut lukanya terinfeksi."


"Baguslah."


"Nona ini sudah selesai. Jika ada keluhan langsung beritahu saya. Saya pamit dulu."


"Terima kasih dokter."

__ADS_1


"Sudah tugas saya nona."


Pria itu membawa trolinya pergi keluar dari kamar Shiro.


"Haru, sudah tidak sakit lagi." Kata Shiro sambil melihat tangannya yang masih digenggam oleh Haruki.


"Ah maaf, aku melamun tadi." Jawabnya.


"Are silahkan duduk juga. Kenapa kalian tidak bilang saja kepada Alpha kalau ingin bertemu denganku?" Shiro penasaran.


"Are merasa kalau kita tidak akan diizinkan untuk masuk bertemu. Jadi dia merasa lebih baik menyusup saja."


"Hahaha, ada ada saja kalian." Kata Shiro.


"Boleh kami tanya? Kenapa Yuki pulang duluan?" Tanya Are ingin tahu.


Seketika ruangan menjadi sunyi. Shiro larut dalam lamunannya, dia teringat lagi kata-kata yang dia ungkapkan pada Yuki dan ekspresinya yang menyedihkan.


"Shiro?" Tanya Are sekali lagi.


"Sudahlah, itu tidak penting. Sekarang yang penting adalah Shiro cepat sembuh dan kembali ke markas lagi." Sahut Haruki.


"Teman-teman, sepertinya aku tidak akan kembali ke sana dalam waktu dekat. Aku tetap akan membantu kalian meskipun dari jauh. Tenang saja." Jawab Shiro.


"Kenapa? Apakah terjadi sesuatu sehingga kamu tidak kembali ke markas?"


"Tidak Haru, aku ingin disini dulu bersama Alpha dan pasukannya. Ada hal-hal yang ingin aku lakukan dengan mereka. Sepertinya itu membutuhkan waktu lama."


"Kamu akan kembali berkumpul bersama kami lagi kan?" Are khawatir jika Shiro tidak kembali berkumpul bersama mereka lagi.


"Jangan mengkhawatirkan hal yang tidak perlu." Shiro berusaha menenangkan mereka berdua.


Dia sendiri sebenarnya tidak yakin apakah dia akan kembali lagi ke markas itu atau tidak. Karena Shiro merasa tidak enak dengan Yuki. Dia sudah mengusir Yuki dengan kejam, belum tentu Yuki menerimanya kembali.


Gadis itu kembali larut dalam lamunannya. Memikirkan apa yang sedang dilakukan Yuki sekarang. Dia sangat merindukan pemuda itu.


Berharap Yuki menemaninya disisinya sekarang.


Setelah beberapa menit hening, Haruki berusaha memecah keheningan itu.


"Shiro, bolehkah kami disini satu atau dua hari bersamamu? Kami sangat merindukanmu."


"Tentu saja. Lalu bagaimana keadaan Ai, Aki dan Kurina?" Tanya Shiro.


"Syukurlah kami semua sehat. Kami sangat merindukanmu, terutama gadis-gadis itu. Mereka ingin segera berkumpul lagi denganmu." Jelas Haruki.


"Yah, beberapa minggu ini adalah hari-hari terberat bagi Kirifuda. Setelah kepergianmu, Yuki adalah yang paling terpukul. Bahkan Yuki sempat depresi dan berhalusinasi. Dia sempat menganggap Ai adalah kamu." Are menjelaskan keadaan markasnya kepada Shiro.


Shiro yang mendengarnya hanya bisa merasakan sakit di hatinya. Yuki sudah menunggunya selama ini, tetapi Shiro bahkan seenaknya mengusir Yuki dari kehidupannya.


...*****...


...Lanjuuut ->...


...Shiro merindukan Yuki.......

__ADS_1


...ʕ⁠´⁠•⁠ ⁠ᴥ⁠•̥⁠`⁠ʔ...


...*****...


__ADS_2