
Rombongan mobil Shiro segera masuk ke halaman rumah Dr. Yama. Rumah itu berada di kompleks perumahan mewah di lereng gunung tertinggi kedua di North City.
Setiap rumah di kompleks itu memiliki halaman yang sangat luas, sehingga rumah-rumah terlihat berjauhan satu sama lain.
Rumah Dr. Yama sendiri sangat sederhana, hanya memiliki dua lantai di atasnya dan satu lantai bawah tanah. Rumah tersebut bergaya klasik dan didominasi oleh warna putih.
"Nona, kita sudah sampai."
Charlie menghentikan mobilnya di depan rumah tersebut, dan segera memberitahu Shiro bahwa mereka sudah sampai. Shiro yang sedari tadi hanya melamun kembali tersadar setelah mendengar Charlie.
"Rumah ini sama seperti sebelumnya." seru Shiro setelah keluar dari mobil. Alpha memberitahu Shiro sebelumnya bahwa rumah ayahnya dibangun ulang kembali setelah hancur akibat dari gempa 16 tahun yang lalu.
Bawahan Alpha termasuk Charlie semuanya sudah turun dari mobil dan berbaris di depan pintu masuk menunggu sang tuan rumah masuk terlebih dahulu ke dalam rumah.
"Nona, silahkan masuk." Alpha melakukan upacara sederhana untuk Shiro.
Alpha dan pasukannya selalu memiliki tradisi sedak lama. Mereka akan berbaris di depan rumah dan menyambut tuannya untuk masuk terlebih dahulu diikuti oleh Alpha dan pasukannya di belakang sang pemimpin.
Secara resmi, mereka telah mengakui Shiro sebagai tuan mereka sekarang. Setelah pasukan itu mengakui tuannya, mereka pasti akan melakukan apapun yang diperintahkan oleh Shiro.
Shiro ingin cepat-cepat masuk ke rumah masa kecilnya. Dua bawahannya membuka pintu di kedua sisi untuk Shiro.
Rumah itu masih sama persis dengan gambaran yang dia ingat di masa kecilnya. Tetapi Shiro tidak ingin terlalu lama mengenang masa lalunya.
__ADS_1
"Nona inging beristirahat terlebih dahulu?" tanya Alpha di sampingnya.
"Tidak. Kalian bisa beristirahat terlebih dahulu. Saya ingin melihat ponon pinus di belakang."
Mendengar permintaan tuannya, Alpha meminta semua orang untuk pergi melakukan tugasnya masing-masing. Hingga hanya bersisa Shiro dan Alpha yang berjalan menuju bagian belakang rumah.
Shiro merasa bahwa pohon pinus itu seharusnya sudah mati atau sudah hilang karena gempa dan longsor yang mengguncang North City. Sehingga Shiro tidak pernah berharap untuk menemukan pohon pinus itu.
Tetapi kenyataannya tidak demikian. Pohon itu tampak tumbuh tinggi dan tegap.
Shiro melihat pohon itu yang sepertinya dirawat dengan baik selama ini. Tanpa sadar wanita itu mempercepat langkahnya untuk mendekati pohon.
"Alpha, apakah kamu punya sesuatu untuk menggali tanah?" tanya Shiro yang sedang melihat sekeliling mencari sesuatu.
"Terima kasih banyak Alpha." Shiro sejak kecil menganggap Alpha seperti keluarganya sendiri karena Alpha selalu perhatian dan memahami Shiro.
Dia tidak tahu darimana Alpha atau yang lainnya berasal dan bagaimana ayahnya mengenal anak buahnya itu. Tetapi Alpha selalu setia dan melakukan apapun yang diminta oleh Dr. Yama.
Shiro tidak tahu dimana barang yang ditinggalkan ayahnya berada, sehingga meminta Alpha untuk menggali di sekitar pohon pinus itu.
Setelah menggali selama 15 menit, akhirnya Alpha melihat kotak hitam yang terlihat seperti dipeluk oleh akar pinus. Setelah menggali di sekitar kotak hitam itu, Alpha mengeluarkan kotak dan membawanya ke dalam rumah dengan Shiro.
Kotak hitam itu tidak berukuran besar, tetapi sangat berat. Terdapat ukiran-ukiran berwarna emas di sekitar kotak hitam. Namun terdapat gembok yang mengunci kotak itu. Gemboknya terlihat seperti gembok pada umumnya, tetapi tidak ada lubang di bawah gembok untuk memasukkan kunci.
__ADS_1
Shiro yang bingung hanya bisa memegang gembok dan membolak baliknya.
'Klik'
Suara itu terdengar seperti suara gembok yang terbuka. Benar saja, gembok itu segera terbuka.
Hanya ada satu benda di dalam kotak hitam. Sebuah buku dengan sampul kulit berwarna hitam.
..._YAMA_...
Shiro membuka buku dengan sampul yang menuliskan nama ayahnya.
Tulisan tangan yang indah terlihat memenuhi buku itu. Benar saja, itu adalah buku harian ayahnya, Yama.
...****************...
...Shiro rindu ayahnya......
...ʕ´• ᴥ•̥`ʔ...
...Tunggu kelanjutannya yaa......
...****************...
__ADS_1