MAFIA KIRIFUDA : TERROR FROM THE PAST

MAFIA KIRIFUDA : TERROR FROM THE PAST
Pengalihan Isu


__ADS_3

Keduanya sampai di markas tepat pukul 8 pagi. Karena Shiro masih mengurung diri di dalam laboratorium dan yang lainnya masih bertugas di desa pinggiran, rumah menjadi sangat sepi.


Yuki memasuki rumah, dan berjalan menuju lift, saat dia berhenti dan dan sedikit berjongkok menunggu Aki turun. Beberapa detik berlalu, dan Aki masih memeluk erat bahu Yuki.


“Aki? Kita sudah sampai...” Seru Yuki yang langsung membuyarkan lamunan Aki, entah apa yang dia pikirkan, hanya Aki yang tahu.


“Oh maaf, aku melamun tadi.” Jawab Aki gelagapan.


‘Terlalu polos dan berterus terang sekali.’ Batin Yuki, membuatnya tanpa sadar menggeleng sambil tersenyum.


“Kenapa Yuki?” Aki yang sudah turun dari punggung Yuki bingung dengan pria itu karena tiba-tiba tersenyum sambil menggelengkan sedikit kepalanya.


“Tidak bukan apa-apa.” Yuki tidak mungkin menjelaskan isi kepalanya. Bisa-bisa Aki marah jika dia tau isi pikiran Yuki.


Keduanya berdiri di depan lift lantai 1 tapi masih belum berniat untuk masuk ke dalam lift. Yuki tiba-tiba mengambil tangan kanan Aki kemudian menggenggamnya dengan kedua tangannya.


Keduanya saling berhadapan, “Yuki ada apa?” Tanya Aki gugup.


'Kenapa tiba-tiba dia terlihat sangat serius?’ Batin Aki bertanya-tanya.


“Aki, boleh aku memelukmu?” Tanya Yuki dengan wajah yang semakin memerah.


Aki yang mendengarnya tentu saja sangat terkejut. “Ma... Maksudnya?!”


Belum hilang keterkejutan Aki, Yuki langsung menariknya kedalam pelukannya. Aki yang masih kaget hanya bisa berdiri membeku di dalam pelukan Yuki.


Sementara Yuki yang sedikit menunduk saat memeluk, membenamkan wajahnya di bahu Aki, mencium aroma tubuhnya.


Kemudian berbisik tepat di telinga Aki, “Aki, Aku mencintaimu.”


Yuki selalu ingin mengatakan kalimat itu sejak lama, tapi setiap kali hanya berdua dengan Aki dan setiap kali memandang wajah Aki, kata-kata itu seakan tertahan dan dia hanya bisa tertegun dengan kecantikan Aki juga senyumnya yang selalu menghangatkan hati Yuki.


Aki mendengar bisikan itu, pernyataan cinta yang sudah ditunggunya sejak lama. ‘Kenapa dia baru mengatakannya sekarang?’ Hanya pertanyaan itu yang terlintas dalam benaknya.


Namun pernyataan cinta yang sudah ditunggunya dari lama itu juga membuat hatinya terasa sangat manis, dia membalas pelukan Yuki, “Aku juga mencintaimu. Aku sudah menunggunya sejak lama.” Jawab Aki berterus terang.


Yuki sebenarnya sudah tahu perasaan Aki kepadanya, tapi tetap saja, mendengar kalimat itu langsung dari bibirnya sangat luar biasa untuk Yuki. Dia tidak bisa menggambarkan bagaimana perasaannya sekarang, yang seakan sedang terbang ke awan karena jawaban itu.


Yuki melepaskan pelukannya, memandang dekat wajah Aki yang masih memerah. Tangan kanannya memegang dagu Aki, dan dengan lembut mengangkat dagunya sedikit keatas.

__ADS_1


Perlahan, Yuki mendekati wajah Aki dan membuat gadis itu semakin gugup hingga memejamkan matanya.


Tiba-tiba Aki merasakan sensasi lembut dan hangat di bibirnya bercampur dengan aroma Yuki yang sangat disukainya.


Yuki dengan lembut mencium bibir Aki, kelembutan bibir gadis itu menghipnotis Yuki, kehangatan yang belum pernah dia rasakan membanjiri hatinya.


Sensasi yang membuat napas pasangan itu semakin memburu, Yuki mendorong Aki ke dinding. Sedangkan Aki hanya pasrah menerima ciuman yang semakin membara itu.


Yuki melepaskan tangannya dari dagu Aki dan memeluk pinggang ramping Aki, mendekap gadis itu lebih erat dengannya. Dan ciuman panas itu berlangsung beberapa menit sampai Aki mulai kehabisan napas.


'Riiiiing~~ Riiiiing~~~'


Tepat sebelum Aki mengatakan sesuatu, telfon Yuki berbunyi.


Dengan enggan Yuki melepaskan ciumannya, dan berusaha menenangkan napasnya yang masih memburu sebelum akhirnya mengangkat telfon dari Kurina.


Aki yang masih kehabisan napas berusaha tidak membuat suara yang mencurigakan, karena Yuki menjawab telfon itu masih sambil memeluk Aki.


"Kurina? Ada apa?" Tanya Yuki singkat.


"Yuki, ada masalah serius dan kamu harus melihatnya di TV. Warga ibu kota sudah tahu tentang keadaan yang terjadi pada warga desa pinggiran, mereka melakukan protes dan memaksa pemerintah menggusur desa pinggiran." Kurina menjelaskan situasinya dengan terburu-buru.


Benar saja, hampir semua stasiun TV memberitakan informasi itu. Namun yang membuat aneh adalah sebagian besar stasiun TV itu menayangkan berita yang sangat menjatuhkan dan merugikan warga pinggiran. Seketika hati Yuki mulai kembali membara karena amarah.


‘Aku harus memberi para b.a.j.i.n.g.a.n itu pelajaran!’ Batinnya menyuarakan amarah dan makian kepada stasiun TV itu.


“Oke Kurina, terima kasih informasinya. Serahkan saja padaku.” Jawab Yuki yang kemudian langsung menutup telfonnya.


“Aki, Kita harus memberi mereka pelajaran. Kamu pasti tahu beberapa petinggi dari semua stasiun TV itu kan. Cari informasi tentang kebusukan mereka, setelah itu retas semua program acara yang berlangsung dan tampilkan temuanmu disana secara live. Jangan tinggalkan jejak apapun.” Perintah Yuki yang masih dipenuhi amarah.


“Yuki, tenang saja. Serahkan padaku, kita harus memberi mereka pelajaran agar mereka tidak meremehkan warga desa pinggiran lagi. Jangan biarkan amarah mempengaruhimu.” Jawab Aki dengan suara yang manis untuk menenangkan Yuki.


“Terima kasih.” Jawabnya sambil memandang wajah cantik Aki.


"Maaf tentang yang tadi, aku menginginkan itu sejak lama, tapi aku selalu terpesona dengan kecantikan mu." Kata-kata Yuki yang berterus terang membuat Aki tersipu.


"Maaf juga karena aku sempat lepas kendali. Tapi bolehkah aku mencium mu sekali lagi?" Tanya Yuki. Aki hanya mengangguk karena terlalu malu mengatakannya.


Yuki yang sudah mendapatkan persetujuan langsung memeluk Aki, namun kali ini dia hanya mencium bibir gadis itu dengan lembut.

__ADS_1


Setelah cukup puas, Yuki mengajak Aki masuk ke lift kemudian turun ke ruang komputer di lantai kedua bawah tanah.


Aki duduk di meja komputernya yang biasa, Yuki langsung memberikan instruksi.


"Sementara kamu mengurus media, aku akan mencari tau gerakan mencurigakan di sekitar desa pinggiran."


Setelah mengatakannya, Yuki duduk di meja komputer milik Ai di sebelah Aki. Saat bekerja, keduanya sangat profesional, seakan tidak terjadi apa-apa sebelumnya.


Sementara Yuki meretas seluruh CCTV di sekitar desa pinggiran, dan juga area perbatasan. Aki menemukan banyak fakta yang menunjukkan keburukan para petinggi belasan stasiun TV. Semakin jauh Aki menggali nformasi, semakin banyak hal mengejutkan yang didapatnya.


Mulai dari p.e.m.e.r.k.o.s.a.a.n, suap, korupsi, pembunuhan, dan tindakan keji lainnya yang mereka lakukan semata-mata hanya untuk jabatan di perusahaannya dan memperlancar jalan perusahaan itu.


“Kenapa orang-orang hina dan b.a.d.j.i.n.g.a.n itu bisa mendapatkan hidup lebih baik daripada orang jujur?” Aki menyuarakan pikirannya, membuat Yuki sedikit terkejut dengan kalimat yang dia lontarkan.


“Seburuk itukah yang kamu temukan? Jarang sekali kamu melontarkan kalimat kasar seperti itu.” Kata Yuki menanggapi Aki.


“Ah maaf, aku tidak sengaja mengatakannya. Kamu bisa melihatnya sendiri betapa buruknya mereka.” Aki malu karena mengeluarkan kata-kata kasarnya di depan Yuki.


“Tidak masalah, aku percaya pendapatmu. Jika sudah selesai, retas stasiun TV itu satu persatu, tayangkan keburukan mereka kepada dunia.” Kata Yuki.


“Sedang aku usahakan, sebentar lagi seluruh dunia mengetahuinya.” Jawab Aki yang jari-jarinya masih menari indah di atas keyboard komputernya.


Beberapa menit berlalu, tiba-tiba Negara Blue Sky gempar dengan berita yang ditampilkan di TV yang sedang mereka tonton.


Semua TV menampilkan berita yang sama, nama-nama pengusaha kaya, petinggi dari pemerintahan yang juga terlibat, dan juga beberapa artis terkenal terpampang di layar televisi itu. Menampilkan beberapa foto dan video juga bukti-bukti keburukan lainnya yang melanggar hukum.


Hal ini membuat seluruh masyarakat Blue Sky menjadi geram, sedangkan para kriminal yang menjadi tokoh utama berkeringat dingin dan gemetar ketakutan dengan apa yang di lihat.


“Tutup berita itu, jangan sampai masyarakat tahu lebih banyak!” Perintah para petinggi Stasiun TV kepada bawahannya di bagian penyiaran.


“Kami sudah mencoba, jaringan kami diretas dan kami tidak bisa menghentikan penayangan berita itu!” Jawab bawahan yang masih sangat terjekut dengan berita yang beredar.


Karyawan lain yang mengetahuinya ikut geram dan sangat terkejut dengan ulah atasannya yang tidak bermoral, beberapa yang lain sangat senang dengan berita itu dan menontonnya dengan gembira.


Kini para kriminal itu tidak akan bisa mengelak lagi. Menyuap petinggi kepolisian memang mudah, namun menyuap seluruh masyarakat di negara yang maju itu sangat sulit, menutup mulut masyarakat pun tak mampu mereka lakukan. Sekarang hanya ada hukuman yang menanti di masa depan mereka, karena kejahatan-kejahatan yang tidak bisa ditoleransi.


Sedangkan orang di balik peretasan itu sedang sibuk melakukan penyelidikan untuk warga desa pinggiran dan tidak mempedulikan berita yang telah dia tampilkan di seluruh stasiun TV Negara Blue Sky.


Yuki sendiri melakukan itu karena dia juga ingin mengalihkan isu. Dengan keadaan seperti ini, warga ibu kota atau pemerintahan tidak akan mempedulikan lagi kasus di desa pinggiran dan hanya akan fokus dengan para penjahat itu dan keluhan seluruh masyarakat di Blue Sky.

__ADS_1


Ini juga adalah hukuman yang dia berikan kepada orang-orang yang sudah mengganggu Kirifuda.


__ADS_2