MAFIA KIRIFUDA : TERROR FROM THE PAST

MAFIA KIRIFUDA : TERROR FROM THE PAST
Ada Yang Salah...


__ADS_3

Ketujuh orang yang hadir serentak menganggukkan kepalanya, mereka setuju dengan Yuki.


“Ai dan Aki meretas dan menyebarkan informasi tentang laboratorium itu ke para investor. Aku dan yang lainnya akan membantu kalian menyebarkan informasi itu kepada masyarakat, pemerintah, kepolisian dan investor lainnya.” Yuki segera mengatur rencananya.


“Siap!” Jawab ketujuh orang yang hadir dengan serentak.


Mereka segera membubarkan diri dan melakukan tugasnya masing-masing. Namun Kapten Ryu masih berdiri di tempatnya menunggu yang lainnya pergi terlebih dahulu.


Yuki merasa bahwa ada yang ingin dibicarakan Kapten Ryu kepadanya. Dia belum mengetahui tentang rencana relokasi yang akan diadakan besok, karena Shiro belum memberitahunya berita itu.


“Ada yang ingin kamu sampaikan?” Tanya Yuki kembali datar.


“Maaf Komandan, kemarin Komandan Shiro mengatakan bahwa besok kami akan mengadakan relokasi kepada warga desa pinggiran. Apakah rencana itu tetap akan dilaksanakan besok atau diundur terlebih dahulu sampai Komandan Shiro sembuh?”


“Lanjutkan perintah Kak Shiro, apa pun yang dia perintahkan harus kamu laksanakan dengan baik. Sebelum tahun baru, warga harus sudah berkumpul di pulau Zectter. Pertengahan bulan Januari kita akan melakukan seleksi militer.”


Menurut Yuki, perintah kakaknya harus tetap dilaksanakan, karena dia tidak ingin kakaknya sedih jika tahu bahwa mereka menunda rencana relokasi itu.


“Siap Komandan!”


“Bagaimana keadaan warga pinggiran? Apakah lebih baik?” Tanya Yuki.


“Sebagian besar warga yang mengalami keracunan sudah mulai membaik, dalam beberapa hari pasti bisa segera mengikuti relokasi ke pulai Zectter, sedangkan untuk kasus yang lebih parah kemungkinan membutuhkan waktu sedikit lebih lama.” Jawab Kapten Ryu.


“Bagus, kawal mereka dengan baik, segera beritahu jika ada situasi darurat.” Perintah Yuki.


“Siap Komandan!”


Setelah mendapatkan perintah yang jelas, Kapten Ryu memberikan hormat lalu pamit pergi untuk segera mengatur rencana relokasi dengan anak buahnya dan kedua Kepala Desa.


Saat semuanya sudah pergi, Yuki masih berdiri di tempatnya semula. Salju masih sangat tebal menumpuk di sekitarnya. Yuki berdiri di sana menatap salju yang masih berjatuhan di langit malam. Dia kembali merindukan keluarganya.


Dia tidak ingin kehilangan anggota keluarga satu-satunya, penyesalan masih terasa dalam hatinya.


Beberapa menit berdiri merenung, Yuki akhirnya kembali tersadar dari lamunannya, dia segera beranjak menuju ruang IGD menemui kakaknya sebelum pulang ke markas.


Di depan pintu IGD dia bertemu dengan Liu Ao, ekspresi sedih, khawatir dan lelah bergabung menjadi satu.


“Bagaimana keadaan Kakakku?” Tanya Yuki kepada Liu Ao saat berpapasan dengannya.


Pertanyaan Yuki membuatnya kembali sedih, dia tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk dengan keponakannya itu. Liu ao sangat menyayangi Shiro, dia juga berada di posisi yang sekarang berkat dukungan keponakannya itu.


Liu Ao hanya menggeleng. Keadaan Shiro tidak menguntungkan.

__ADS_1


Yuki sendiri tidak terlalu berharap banyak, dia sudah menduga bahwa jawaban Liu Ao akan seperti itu.


Setelah bertukar beberapa kata, pemuda itu segera masuk ke ruangan Shiro, tepat saat itu proses pemindahan Shiro baru akan dilakukan. Pemuda itu segera membantu dokter dan perawat untuk memindahkan kakaknya. Yuki tidak melihat keberadaan ketiga pria misterius itu sama sekali, dan dia tidak terlalu memikirkannya.


Pemuda itu segera pulang ke markasnya untuk mengatur rencana dengan kelima temannya.


Mereka menjalankan misi itu dengan mudah. Para investor laboratorium itu kebanyakan bersifat jujur, mereka berinvestasi karena bujukan Dr. Ichidai yang menjanjikan hal-hal yang berguna untuk masyarakat.


Dengan mudah mereka segera menarik investasi dari laboratorium itu, sehingga tidak membutuhkan waktu sehari untuk kehancuran laboratorium Dr. Ichidai.


Dr. Ichidai memiliki satu investor misterius, investor itu adalah yang terbesar dan berperan sangat penting, tidak ada yang mengetahui siapa dia, bahkan Ai dan Aki tidak bisa mencari informasi mengenai identitas investor misterius itu.


Yang paling membuat Yuki heran adalah, investor itu telah menarik investasinya sebelum mereka menghubunginya, seakan dia sudah tahu kebusukan laboratorium itu sebelumnya.


Dalam sekejap, informasi mengenai warga desa pinggiran yang telah mereka racuni, keburukan laboratorium lainnya, dan juga kasus pembunuhan ilmuwan itu segera menghiasi acara-acara berita di televisi, kepolisian juga memeriksa laboratorium itu dan menyita sebagian besar barang yang mereka ciptakan.


Tugas mereka akhirnya selesai.


Keesokan harinya, Yuki mengirim Kelima temannya untuk membantu relokasi warga pinggiran.


Pemuda itu tidak mengikuti anggotanya, karena dia ingin menemani kakaknya di rumah sakit.


Yuki segera turun ke garasi lantai pertama bawah tanah. Kali ini dia mengendarai mobil kesayangannya, Bugatti La Voiture Noire. Mobil itu berwarna hitam dengan tampilannya yang klasik namun modern.


Yuki segera mengendarai mobilnya menuju rumah sakit. Karena jaraknya yang tidak terlalu jauh, dia hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk sampai di rumah sakit itu meskipun pagi itu salju masih cukup tebal di jalanan.


Tanpa membuang waktu lagi, dia segera masuk ke dalam lift menuju lantai paling atas.


Saat Yuki sudah sampai di depan kamar kakaknya, itu merupakan salah satu kamar eksklusif yang hanya dipergunakan untuk petinggi rumah sakit dan anggota keluarganya.


Yuki menarik nafas panjang, menguatkan dirinya dan memperbaiki ekspresinya untuk masuk dan melihat kakaknya Shiro. Dia tahu kakaknya sedang koma, tetapi dia tidak ingin terlihat sedih di depan kakaknya Shiro.


Dia membuka pintu, ruangan tempat kakaknya dirawat itu sangat luas. Di dalamnya terdapat ruang tamu yang besar, kamar tidur, kamar mandi, dan pantry kecil, namun sangat mewah dengan peralatan medis yang sangat lengkap.


Tempat tidur Shiro dikelilingi tirai putih bersih, sehingga jika ingin menjenguk Shiro harus membuka tirai terlebih dahulu, itu dilakukan agar lebih menjaga privasi pasien.


“Kakak, selamat pagi...” Yuki tetap menyapa Shiro, meskipun dia tahu tidak akan mendapatkan jawaban darinya.


Saat sudah dekat dengan tirai itu, Yuki segera membukanya. Tetapi yang dilihatnya adalah tempat tidur yang bersih dan kosong.


Seketika, pupil mata Yuki melebar, dia tidak percaya dengan pengelihatannya. Yuki berlari menuju tempat tidur itu, merabanya, selimutnya dingin, seakan tidak ada yang tidur di sana sebelumnya, seakan kakaknya Shiro tidak pernah berada disana sebelumnya.


Yuki yang masih terkejut segera mengambil telfon genggamnya dan memanggil Liu Ao.

__ADS_1


“Halo, dimana Kak Shiro? Apakah dipindahkan ke rumah sakit lain?” Tanya Yuki segera setelah Liu Ao mengangkat panggilan telfonnya.


“Apa maksudmu Yuki? Shiro masih berada di rumah sakit yang kemarin. Kami tidak memindahkan Shiro karena rumah sakit itu juga salah satu rumah sakit terbaik di ibu kota.” Jawab Liu Ao bingung.


“Kakak tidak ada di kamarnya.” Yuki langsung memberitahu Liu Ao .


“Bagaimana mungkin? Shiro masih di sana, para dokter tidak menghubungi ku mengenai masalah pemindahan atau apa pun itu.”


Yuki masih bingung dan tidak mengetahui apa yang terjadi, “Baik terima kasih, aku akan menanyakan kepada suster.”


“Aku akan segera ke sana sebentar lagi.” Liu Ao menyadari sesuatu yang salah, dia harus segera menuju rumah sakit itu.


Yuki tidak menjawab Liu Ao, dan segera menutup telfonnya. Dia berlari keluar ruangan menuju tempat jaga petugas rumah sakit.


“Apakah kalian melihat kakakku?” Tanya Yuki kepada salah satu suster.


“Maaf, apakah maksud anda Nona Shiro? Kami tidak melihatnya sama sekali, Dokter baru saja akan berkunjung ke sana.” Jawab suster itu.


“Kakakku tidak ada di kamarnya, tolong cari informasi dari kamera pengintai dan semua yang bisa kalian lakukan. Cari tahu dimana kakakku.”


“Kami akan mencarinya, tunggu informasi dari kami.” Jawab suster.


“Baik terima kasih.”


Pemuda itu kembali menuju ruangan kamar kakaknya, dia merasa ada yang salah. Sesuatu telah terjadi. Dia mengambil telfonnya kembali dan menghubungi Ai.


“Ai, pulang secepatnya! Dan cari tahu keberadaan Kak Shiro!” Yuki takut terjadi sesuatu pada kakaknya.


 


...***...


...Mohon dukungannyaaa…...


...Jadi jangan luplike, komen, dan klik love favoritnya yaaa......


...( ◜‿◝ )♡...


...Terima kasih semuaaa…...


...(*^3^)/~♡...


...Lanjuuut… ->...

__ADS_1


...***...


__ADS_2