
Mobil itu melanjutkan perjalanannya menuju salah satu rumah di kompleks perumahan elit. Setelah turun ke tempat parkir bawah tanah, mobil itu kembali keluar dari gerbang rumah menuju ke tempat lain. Tentu saja mereka menurunkan Yuki dan tawanan mereka ke rumah yang baisa pria itu pakai untuk menyiksa.
Sedangkan Are dan Kurina kembali ke markas mereka. Tugas keduanya sudah selesai untuk hari ini.
"Hanson, bawa orang ini dan ikat dengan rantai seperti biasa." pinta Yuki kepada pelayannya yang tampak seperti orang tua jujur dan baik.
Namun jika mereka sudah mengenal Yuki dalam kehidupan sehari-harinya, mereka pasti merasa kalau pelayan itu sama kejamnya dengan Yuki. Dia hanya memiliki satu tugas utama dari Yuki, yaitu menyiksa seorang tawanan.
"Baik Tuan." jawab Hanson singkat. Dia segera membawa pria yang sedang pingsan itu ke penjara bawah tanah yang biasa mereka pakai.
Yuki hanya melihat tindakan Hanson dan segera naik ke lantai atas lalu duduk di salah satu sudut kamarnya untuk menenangkan diri, tempat itu juga merupakan tempat favoritnya saat ingin sendiri sambil melihat pemandangan kota di luar. Penyiksaan ini akan berlangsung beberapa hari sampai dia merasa puas. Sehingga dia tidak perlu terburu-buru.
"Yuki?" suara kakaknya kembali terdengar di alat komunikasi yang biasa mereka gunakan.
"Kenapa Kak?" tanya Yuki pada kakaknya yang tiba-tiba menghubunginya.
"Menurutmu, siapa Menteri Niro itu?"
"Aku tidak tahu kak. Aku cuma tahu dia menteri kesehatan yang dipilih oleh Liu Ao dan merupakan salah satu orang di partai Liu Ao. Aku hanya tahu itu." jawab Yuki bingung. Kenapa kakaknya tiba-tiba bertanya seperti itu. Apakah ada yang lain?
"... Dia salah satu rekan Dr. Ichidai. Mereka berdua berasal dari The Harmonics Yuki." Shiro ragu-ragu saat mengatakannya. Dia takut Yuki akan marah. Dan dia benar, Yuki selalu marah saat mendengar tentang Harmonics.
Yuki yang mendengat informasi dari kakaknya langsung menggenggam gelas wine di tangannya dengan sangat erat sampai gelas itu pecah dan pecahan kacanya menembus kulit Yuki hingga berdarah.
__ADS_1
"Harmonics lagi." gumamnya saat melihat tetesan darah yang jatuh membasahi karpet bulu di bawahnya.
"Yuki! Aku akan panggil Hanson untuk merawat lukamu!" suara panik Shiro bisa terdengar saat melihat tangan adiknya yang berdarah. Dia tentu saja tahu itu dari rekaman CCTV di sekitar rumah dan kamar Yuki. Shiro dengan mudah memantau Yuki jika dia ingin melakukannya.
Gadis itu segera menghubungi Hanson yang masih berada di bawah tanah. Hanson hanya menghormati dan menghargai dua orang, Yuki dan Shiro. Tidak dengan orang lain meskipun mereka anggota Kirifuda.
Setelah mendengar permintaan Shiro, Hanson segera naik ke lantai atas tempat Yuki berada sambil membawa kotak obat.
"Tidak masalah kak, ini hanya luka kecil." Dia tidak menenangkan Shiro dia hanya mengatakan yang sebenarnya. Luka itu tidak seberapa baginya.
"Tidak!" kata Shiro tegas.
Setelah itu Yuki hanya menuruti kakaknya dan membiarkan Hanson membersihkan dan menutup lukanya.
Yuki jarang sekali seperti ini, jika dia sampai mengeluh, artinya dia memang sangat lelah. Shiro juga merasakan hal yang sama. Dia juga lelah dengan organisasi yang selalu mengganggu mereka.
Keduanya larut dalam pikiran masing-masing dan tidak melihat ekspresi wajah Hanson yang berubah setelah mendengar kata 'Harmonics'. Dia juga orang yang keluarganya telah dihancurkan oleh organisasi itu sampai membuatnya terluka parah. Jika malam itu dia tidak ditemukan oleh kakak beradik ini, maka dia yakin dia sudah mati ditangan organisasi itu.
Kemarahan terlihat melintasi wajahnya yang biasa tabah. Tetapi dia segera menutupi emosi itu dan kembali ke ekspresi datar yang biasa.
Setelah selesai, Hanson segera membersihkan tempat itu dari pecahan kaca dan darah yang masih berceceran.
"Tuan, sudah selesai. Saya permisi dulu." kata pria tua itu sambil membawa kotak obat dan nampan yang berisikan pecahan kaca dan serbet yang sudah basah karena air dan darah.
__ADS_1
"Terima kasih." kata Yuki singkat. Dia hanya menyampaikan ucapan terima kasih dari kakaknya.
Hanson sedikit membungkuk setelah mendengar ucapan terima kasih Yki dan segera pergi keluar. Setelah melihat pintu yang kembali tertutup, Yuki bertanya kepada kakaknya.
"Lalu apa lagi yang kakak dapatkan?"
"Dia dan Dr. Ichidai bukan orang dengan peringkat rendah di organisasi itu. Mereka adalah tangan kanan pemimpin organisasi. Semenjak rencana Ichidai gagal, Niro mulai membuat rencana baru. Dia sudah menghasut orang-orang dari pemerintahan mengenai warga pinggiran dan juga yang menyelamatkan mereka, Kirifuda. Kemudian dia mengatasnamakan aku mulai menghubungi paman Liu. Paman tidak percaya awalnya tetapi dengan hasutan Niro, akhirnya paman melakukan itu. Tapi aku sudah menghubungi paman Liu dan masalah pembubaran sudah dihapus sekarang."
"Aku tidak akan membunuh orang itu. Cukup menyiksanya berkali-kali sampai dia putus asa." Yuki kembali meneguhkan tekatnya dan turun ke lantai bawah.
Shiro memutuskan komunikasinya setelah adiknya mengatakan itu, dia orang yang tidak tegaan. Dia tidak tega melihat orang disiksa, apalagi penyiksanya adalah Yuki. Tetapi dia tetap menghubungkan kamera pengawas dengan komputernya sehingga dia tetap bisa mengawasi Yuki.
"Apakah dia sudah bangun?" tanya Yuki kepada Hanson.
"Belum Tuan."
"Bangunkan dia. Terserah bagaimana caranya." pinta Yuki sebelum turun ke bawah tanah.
Dia perlu menyiapkan beberapa hal sambil menunggu laporan Hanson yang sudah turun terlebih dahulu.
Yuki memiliki obat yang dia minta kepada kakaknya dulu, obat itu bisa menyembuhkan luka seseorang dengan cepat, tapi dalam prosesnya akan terasa seperti terbakar hebat. Dia memiliki banyak stok obat itu dan khusus dia gunakan untuk orang-orang yang dia benci seperti Niro.
"Tuan, dia sudah bangun." kata Hanson melalui alat komunikasi yang terhubung antara ruang bawah tanah dan tempat Yuki sekarang.
__ADS_1