
“jadi kapan mau berangkat dek” tanya mamah pada tante mimi yang menanyakan niat adik-adik nya yang ingin kuliah di bandung . Tante mimi hanya mengatakan kalau tante mimi akan ke bandung dengan om ku . “ya tekor dong dek . Kalau pendaftaran nya bareng-bareng sama adik mu. Maksud mba satu-satu dulu . Jadi biaya masuk dan ***** bengek nya ga usah nyicil . Langsung di bayar di awal.”
Mamah memang wanita yang sangat perhitungan . Dia tahu kapan dan bagaimana cara mengatur pengeluaran . Terkadang berfikir jauh itu memang penting . Yah para pembaca taulah , atau perhatikan deh teman dekat kalian , yang pelit pasti gaya hidup nya semakin maju . So’makanya aku ga pernah menghina atau menilai orang dari fisik . Karena Orang sukses ga pernah memikirkan penampilan dan gaya hidupnya.
__ADS_1
“udah mba tenang aja” jawab tante mimi . Obrolan tante mimi dan mamah di stasiun di kota jawa tengah sambil menunggu kereta datang menuju ke bandung . Yah mamah dan ayah sudah akan berangkat ke bandung dan memulai hidup normal sebagai sepasang suami istri di bandung . Sebelum berangkat ke jawa , mamah sudah pindahan kosan ke daerah dekat pesantren Aa Gym.
Selain tempat kos yang lebih besar , yang memang khusus untuk yang berumah tangga , tempat nya juga dekat dengan pesantren . Maksud mamah supaya ayah malu untuk berselingkuh lagi dan juga lebih mendalami tentang agama. Di depan masjid juga tempatnya, agar ayah juga supaya ayah bisa sering ke mesjid untuk ibadah . Memang agak berat juga pengeluaran . Itu semua demi supaya ayah betah .
__ADS_1
Melihat ayah yang selalu hidup enak di rumah besar , mamah juga takut kalau ayah bakal ga betah dan pulang ke jawa . Takutnya malah mamah lagi yang di salahkan oleh keluarga ayah . Padahal jarak dari kontrakan baru nya dan tempat kerja mamah sangat jauh . Sedangkan selama ini mamah selalu berhemat untuk pengeluaran ongkos dan makannya.
Alat dapur lengkap namun terlihat baru dan tidak pernah di gunakan . Ayah ingin bertanya namun ayah tidak enak . Hari-hari berlalu , mamah kembali bekerja dan ayah membereskan rumah , juga memasak di rumah kontrakan itu . Mamah sempat heran, kenapa ayah tidak langsung menyiapkan lamaran untuk mencari kerja .
__ADS_1
Hingga tak kerasa sebulan berlalu , mamah mulai menghitung pengeluarannya , yang teramat sangat boros , sampai untuk menabung pun hanya terisi satu tabungan saja . Mamah saat itu membuka empat bank . Dia juga mengajarkan aku . Yang satu untuk simpanan dan jangan pernah di ambil , yang satu untuk pengeluaran , dan yang satu untuk jaga-jaga bila sakit . Namun mamah membuka empat bank karena mengingat harus membiayai adik-adik nya .
Mamah pun mulai menannyakan pada ayah , kenapa tidak bergegas mencari pekerjaan .dan Dengan entengnya ayah hanya menjawab ...
__ADS_1