Mama Sayangi Aku

Mama Sayangi Aku
Jahat


__ADS_3

Suatu malam bude menghampiri ku dan mengatakan kalau mamah ku menghubunginya dan menannyakan apakah aku mau kalau punya adik ? Sontak aku langsung bertanya kapan mamah menghubungi nya ? . Bude membentak agar aku menjawab saja . Dan dengan cepat aku menjawab kalau aku tak ingin memiliki adik . Aku merasa aku sangat sebentar berada di samping mamah saat itu . Dan aku belum mau mamah menyayangi siapapun kecuali aku . Setelah tau jawabanku  bude memalingkan pembicaraannya dan menyuruh ku main dengan mainan tamagoci dan rubik yang baru di belikannya .

__ADS_1


Saat itu aku langsung melupakan pertanyaan bude , karena aku sangat senang dengan mainan yang di belikan bude . Rubiknya itu yang aku lihat di televisi , dan baru semalam aku minta bude untuk membelikannya untukku . Makannya aku sangat senang karena bude langsung membelikan mainan yang aku mau itu . Saat itu aku sudah lumayan mahir badminton karena di hari libur ku itu aku sering les dengan pakde tanpa libur . Sampai suatu hari mba ega di minta untuk ikut pelatihan badminton di kudus . Yang d latih langsung oleh pelatih Susisusanti sang atlet badminton . Jadi mba ega juga harus sekolah disana juga.

__ADS_1


Jujur aku sangat sedih . Pertama karena kupikir siapa yang akan membelaku saat aku di marahi bude ?, siapa yang akan bermain dengan ku ? Dan juga sudah terbayangkan kalau suasananya akan seperti di bandung . Kesepian dan entah akan menjadi bagaimana . Setelah mba ega pergi , aku benar-benar sangat kehilangan . Aku bahkan ga mau tidur bareng bude . Aku hanya tidur di kamar mba ega . Sampai-sampai aku jatuh sakit karena tak enak makan dan hanya kangen dengan mba ega . Sebenarnya ga mau badminton juga . Tapi pakde memaksa .

__ADS_1


Terkadang bila bayi itu di tinggal sendiri , aku sering mencubitnya walaupun ia sedang tidur . Sampe merah bahkan . Pembantu melaporkan kelakuanku itu pada bude . Benar saja bude langsung mencubitku . Pakde juga menasehati agar aku belajar menjadi kakak . Ini buruk bagi ku . Aku sangat merasa kalau posisi ku tergeser oleh bayi sialan itu . Saking kesalnya pernah aku berteriak sambil menangis dan berkata aku pulang saja sama mamah . Dari situ pembantu itu tak lagi membawa bayinya ke rumah bude . Walaupun bude yang menyuruhnya agar membawa bayinya .

__ADS_1


Entah kenapa aku jadi anak yang pemarah jika ada bayi itu . Harusnya aku ga seperti itu . Mba pembantu bekerja di rumah bude , suaminya juga seorang kuli . Dan emak, ibu pembantu itu juga sudah tua . Harusnya aku kasian sama si emba yang harus bolak-balik kerumahnya hanya untuk menyusui anaknya . Tapi benar entah ada setan apa aku benar-benar jahat . Pernah mba datang sambil membawa bayinya lagi . Namun kali ini dia tak meletakkannya . Dia terus menggendong bayinya dengan kain batik orange sambil membereskan rumah . Aku terus menatap bayi itu dengan tatapan benci . sangat benci lagi karena bayi itu perempuan . Benci juga karena aku pernah bilang kalau bude mau bantu menyekolahkannya . Benci..benci..benci pokoknya . Saking bencinya , cicak yang jatuh di sampingku, aku menutupnya dengan tisu dan memukulnya sampai gepeng.

__ADS_1


__ADS_2