Mama Sayangi Aku

Mama Sayangi Aku
Menyesal Ikut Mama


__ADS_3

Mau ngga mau aku harus keluar dan menghampiri mereka . Sebelumnya aku memastikan agar aku tak terlihat menangis . Aku basuh wajahku berulang kali . Dan aku pun menghampiri mereka . “lili yakin mau begitu ? Apa lili nggak kasian sama mba ega ? mba ega sayang banget sama lili..”. “lili titip salam aja buat mba ega ya bude , lili sayang sayang mba ega , sama bude , pakde .. Tapi lili nggak mau ngerepotin lagi” jawabku sambil memaksa tersenyum . “yaudah anaknya maunya gitu jangan di paksa kasian”. Potong pakde sambil bergegas ke mobil . Bahkan pakde ngga mau aku bersalaman dengan nya . Itu yang membuat aku sangat sedih .


“tuh lihat pakde marah loh. Yawdah lili udah yakin kan manggil kita bude dan pakde ? Kedepannya biasa aja ya . Anggep aja lili nggak pernah tinggal sama bude dan pakde . Biar ayu aja yang jadi adik nya mba ega” mendengar bude bicara seperti itu seketika aku langsung memalingkan penglihatanku pada anak pembantu yang aku sangat benci itu . Selain itu , kata-kata bude memang sangat menusuk di hatiku . Nggak tau kenapa , walapun dia berkata sambil tersenyum, tapi rasanya sangat seram . “anak di kasih seneng kok malah pengen sengsara” sindir istri kakak pertama ayah yang memang mulutnya seperti itu .

__ADS_1


“lili, nanti lili harus jadi anak baik , harus pinter sekolahnya kaya ayahnya lili tuh . Harus sayang keluarga . Kalau lili sudah besar , lili main-main ke kami ya . Kalau bisa tiap ada arisan keluarga , paksa mamahnya suruh ikut ya .” pesan kakak ke dua ayah . Kakak kedua ayah ini suami istri memang sangat baik dan humoris. Dan di mata mamah pun hanya mereka yang baik pada mamah . Mereka pun pergi , sambil masing-masing mengepalkan uang untuk bekalku . Ya walaupun langsung di minta mamah , karena jumlahnya yang tak sedikit . Tapi bukan itu .


Rasanya masih mengganjal dan ngga tenang hati melihat pakde yang sudah nggak mau bersalaman dengan ku . Juga nggak mau melihatku lagi . Hanya menatap lurus ke jalan terakhir aku melihatnya . Aku nggak tau apa yang ada di pikiran mereka , melihatku tersenyum menolak ajakan mereka . Tapi semua itu palsu . Aku sangat ingin ikut pakde dan bude pulang . Aku bener-bener nggak tau perasaan apa ini . Padahal mereka bukan siapa-siapa ku . Hanya saja mereka yang mengajariku berjalan , bicara , dan pelajaran hidup . Aku sangat menyayangi mereka . Dan saat itu aku nggak tau apa yang sudah mereka lakukan pada mamah .

__ADS_1


Singkat cerita aku sudah ada di bandung bersamaan dengan ayah dan tante mimi . Di rumah baru yang bau cat nya masih benar-benar baru . Komplek ini berada di bukit . entah kenapa mamah membeli di yang paling ujung dekat gunung begini . Aku mengajak mamah untuk membeli peralatan sekolah . Ternyata di sekolah yang aku akan masuki ini sudah menyediakan seragam , kaos kaki , sepatu , tas dll . Aneh juga menurutku . Yang di beli mamah hanya peralatan menulis dan buku . Itu pun sudah tersdia di Atk kantor mamah . Jadi mamah tinggal bawa aja .


Tapi bukan itu yang akan aku bahas . Aku sangat menyesal ikut pulang di kebandung bersama mamah . Ketika di rumah ada seorang pembantu yang sedang memandikan bayi . Bener-bener kaget dan hancur banget aku saat itu . Bener-bener ingin pulang kerumah bude dan pakde . Dengan dinginnya mamah memperkenalkan bayi itu sambil tersenyum dan mengatakan kalau aku adalah seorang kakak saat ini . Dan memintaku untuk bersikap dewasa . Keadaan macam apa ini ?!.

__ADS_1


__ADS_2