
Walaupun anak bungsu itu masih kelas dua SD , aku tetap harus memanggilnya “Mas”. Dia pun memanggilku dik lili . Keluarga ayah memang sangat ketat aturan . Jadi nama panggilan pun harus sesuai posisi . Aku sangat sedih karena sepertinya pakde dan bude tak lagi mau menerimaku . Mungkin mereka sakit hati pada saat aku kecil dulu . Seandainya mereka tau aku pun di suruh menolak ajakan mereka . Dan andai mereka tau kalau aku sangat sedih saat itu . Namun aku juga sangat ketakutan . Karena dari kecil aku sudah tau watak dari istri pertama pakde ku ini .aku disuruh tidur untuk beristirahat setelah perjalanan jauh . Namun ditempat ini kesedihanku dimulai .
__ADS_1
Aku tidur cukup lama , sebenarnya aku sudah bangun . Namun aku bingung harus ngapain jika aku bangun . Aku mendengar budeku menyapu sore melewati tempat tidurku . Menyapu sangat kencang sampai terdengar suara sapu yang menghantam lemari atau menghantam kasur spring bed yang aku tiduri . Aku yang sangat sensitive tau kalau bude kesal dan ingin aku bangun . Aku pun bangun dan menuju kebelakang untuk mencari-cari hal apa yang bisa aku kerjakan . Di belakang aku melihat istri dari mas nanang anak laki-laki ke dua dari pak de sedang mencuci piring . Sangat banyak sekali seperti mencuci piring catering . Aku menawarkan bantuan dan ia punmemperbolehkan aku untuk membantu membilas piring .
__ADS_1
Baru beberapa piring aku bilang pakde memanggilku untuk makan . Aku menolak karena aku malu dan takut pada bude ku yang sedari aku datang sangat cuek terhadapku . Bude ku yang ini adalah orang yang sangat membenci mamah ku . Selesai makan aku langung mencuci piringku . Istri dari mas nanang menghampiri sambil membisikan “kalau disini harus rajin . Bude itu galak banget . Mba sering di marahin sama bude mu . Nanti habis makan bantu mba jagain dik gunung ya” gunung itu anak mas nanang yang masih sangat bayi . Mungkin usianya masih beberapa bulan . Ia memintaku untuk menjaga gununng . Karena ia akan menyapu taman yang sangat luas . Rumah itu sangat besar . Ada tiga taman dengan berbagai pohon mangga , jambu dan belimbing .
__ADS_1
Pakde dan bude kakak ke tiga dari ayah, sore itu datang . Dan mengatakan kalau ayah akan menjemputku . Aku menolak dengan tegas kalau aku ngga mau pulang . "Aku kesal dengan ayah". padahal bukan itu . Aku memang tak mau pulang karena tak kuat lagi dengan mamah . Mereka pun memberi solusi agar aku sekolah di jawa saja . Namun aku tak bisa melanjutkan ke jenjang SMP . Aku harus kembali ke SD kelas 6 . Aku sangat berat hati sebenarnya . Namun mau bagaimana lagi . Aku benar tak ingin pulang . Aku pun sekolah di tempat pakde ku kakak ke tiga ayah yang menjabat sebagai kepala sekolah di SD itu . Sedangkan kakak pertama ayah , pakde ku yang ini adalah pensiunan tentara . Dan sudah tak bekerja lagi . Aku mendapat teman baru disana . Mereka terheran dengan kulitku yang berbeda dengan mereka . Padahal karena panasnya di jawa ini yang membuatku sering berkeringat ,membuat kulitku menjadi lebih bersih dan lembab .
__ADS_1