
Benar kata mbah yut . Aku adalah anak yang tidak pernah menyusahkan . Bahkan di hari kelahiranku pun aku sudah ga menyusahkan mamah . Namun tetap saja aku merasa kalau aku angat menyusahkan mamah . Mamah menanggung ku di perutnya saat mencari-cari ayah di jawa . Seandainya mamah ga bawa aku di perutnya , mungkin mamah ga terlalu capek.
Saat bayi aku terlihat beda dengan mamah . Hidung yang ada bahan ga bakal mancung udah keliatan saat aku bayi . Dr.irawan meminta mamah untuk menginap di rumah sakit , namun mamah hanya bilang kalau ternyata melahirkan itu ga seperti yang di takutkan . Kencing mamah juga sudah ga berdarah . Dan mamah sangat merasa sehat menandakan kalau mamah siap untuk bekerja lagi . Mendengar itu dr.irawan sempat heran dengan mamah . Karena seharusnya seperti bayi-bayi lain yang harus di beri asi ibunya terlebih dahulu. Percuma semua nasehat dr.irawan ga ada yang di denger mamah .
__ADS_1
“berapa semua?” tanya mamah yang ingin mengganti uang dr.yang di kira membayarkan biaya persalinan mamah . “kok tanya berapa . Aku beneran ga bayarin loh” dr. Irawan lalu menjelaskan kalau dia ga berbuat banyak saat persalinan . Tidak ada yang di sobek dan di jahit . Karena kepalaku yang sudah keluar duluan, dr.irawan hanya menarik ku saja . “yaudah ini infus , suntikan (bius) ini berapa ? Incubator apalah yang lain kan banyak dok” mamah memaksa karena pikir mamah ga logis kalau ga bayar. “loh yang kecil-kecil udah di bayar pake mangga tadi . Sudah sekarang pulang sana . Mau ada pasien yang bayar di kamar ini” jawab dokter sambil tersenyum dan dengan cepat meninggalkan ruangan .
Mamah ga nyangkan ternyata dokter sifatnya hampir sama seperti mamah . Akhirnya mamah langung membereskan barang mamah dan pulang sambil membawa aku . Pulang ditemani bos ayah menggunakan mobilnya . Begitu sampai kontrakan tante mimi sangat kaget melihat mamah yang pulang dengan bos ayah sambil membawa aku di lengan kiri mamah . “ kok mba pulang ? Jadi kejawa tuh Cuma preeet ngelahirin trus pulang lagi ?”
Mendengar tante mimi berkata seperti itu membuat bos ayah penasaran dan mamah pun mau ga mau cerita semuanya . Mama bercerita sambil menangis merasa sangat sakit hati . Mendengar itu tante mimi pun merasa sedih menangis mendengar kakanya di perlakukan seperti itu saat hamil besar. Tante mimi kesal kenapa mamah ga ke rumah nenek . Malah mengikuti emosinya kembali ke bandung . Bos ayah sangat marah pada ayah .
__ADS_1
Mamah hanya mengiyakan saja . Malah mamah bilang kalau mamah ga akan cuti lama-lama . Mamah mau langsung kerja cari uang . Di tambah lagi udah punya anak biaya semakin tinggi . Mamah juga setuju kalau aku sementara di urus sama bos ayah , aku di lepas asi . Karena waktu di rumah sakitpun asi mamah ga keluar . Untung bos ayah membeli susu bayi .
Para pembaca mungkin merasa ada yang terlewat dari kelahiranku ? Yah benar aku anak yang saat lahir tidak di adzankan oleh orang tuaku . Mamah juga tau itu . Makannya saat perjalanan pulang dari rumah sakit , mamah membawa ari-ariku ke tempat kontrakan dulu di dekat masjid dan dekat pesantren Aa Gym . Mamah meminta ijin pada mereka untuk mengubur ari-ariku di sana , agar selalu mendengar adzan setiap saat . Aku juga bukan anak asi . Aku anak sapi . Karena saat lahir aku di pipetkan susu formula .
__ADS_1
Baiknya keadaan aku saat itu baik-baik saja dan sehat.