
Hari itu aku sangat senang mamah menggendong ku . Sesampai nya di rumah . Mukaku kembali masam . Karena melihat nova yang mamah langsung gendong . dalam hati, aku hanya bergumam . Mamahku capek kenapa harus gendong lagi anak itu . “sekarang kamu tau kan capeknya mamah gimana ? Sekarang bikinin mamah teh , sekalian bikinin air mamah mandi!!” perintah mamahku . Kok mamah jadi galak lagi ? . Aku hanya kesal saat mamah memerintahku dengan nada tegas sedangkan tersenyum setiap kali menggendong adikku . Ya aku cemburu . Sangat !!
__ADS_1
Besok nya pulang sekolah . Aku sudah merasa muak dengan adikku . Saat itu rumah belum ngebor air . Jadi ibu pembantu masih nimba air di sumur depan . Ada tiga sumur untuk komplek atas . Dan semua ambil di situ . Saat pembantu sedang mengambil air , aku langsung menyimpan tas ku , dan tidur di samping nova tanpa mengganti baju seragamku . Ku dorong dia hingga jatuh dari kasur spring bed yang tingginya seperti dua spring bed yang di tumpuk . Aku mendengar nova menangis , aku hanya memunggungi nya dan pura-pura tidur tidak mendengar .
__ADS_1
“dari tengah kok bisa jatoh. Duh ya allah . Saya di marahin mamah mu ini”. Mendengar keluhan pembantu aku hanya diam . Dan yakin kalau aku ngga bakal di salahkan . Dia juga tidak berani membangunkan ku dan bertanya padaku . Jadi aku pura-pura tidur saja sampai mamah pulang . Aku mendengar suara sepatu hill mamah yang menandakan mamah sudah pulang . Pembantu yang seperti ketakutan menggendong nova di ruang tamu . “bude maaf , saya tadi lagi ambil air di sumur , saya ngga tau adeknya tau-tau jatuh . Padahal saya taruh tengah seperti biasa . Di ganjal bantal juga .” aduan dari pembantu .
__ADS_1
Mamah menghampiriku sambil membawa gantungan baju . “bangun kamu . Baj*ngan kamu ! L*nte kamu ya !! Kenapa ga sekalian kamu bunuh pake pisau biar cepet . Jangan kamu dorong aja adek mu !! Set*n kamu ya !!” dengan cepat mamah memukulku dengan gantungan baju sampai gantungan baju itu patah sambil terus memaki ku . Sumpah , kata-kata itu yang terus mamah ucapkan saat marah selama belasan tahun . Ekspresi saat mengatakan itu pun masih sangat jelas teringat di kepalaku . Aku sangat kaget . Itu lah awal aku tau makian mamah ketika marah . Semua di bahas , sampai kesalahan ayah pun aku sudah tau dari aku masih sangat kecil .
__ADS_1
Sejak saat itu aku gak konsen lagi belajar . Ayah ku yang marah saat tau mamah memukulku pun malah jadi pertengkaran keluarga . Malah di jadikan alasan ayah nggak pulang ke rumah . Semakin lama aku semakin ngedown . Di umurku yang masih sangat kecil, aku sudah tau nama-nama selingkuhan ayah juga. Aku tak berani bicara saat di rumah . Bahkan lihat muka mamah pun aku ngga mau . Aku tau aku salah . Aku mencelakai adikku . Aku melakukan itu agar mamah bisa sayang aku lagi seperti dulu . Cuma itu . Sejak Saat itu , rasa sayang ku ke mamah malah lebih seperti Rasa takut .
__ADS_1