
Hari-hari berlalu dan ayah masih saja dengan berjuta alasannya untuk menunda dirinya melamar kerja . sampai akhirnya dimana tante mimi datang ke bandung . Sebelumnya mamah sudah sepakat pada ayah agar ketika dimana adiknya datang , mamah dan ayah harus berhemat termasuk dalam hal makanan . Alasan mamah agar adiknya bisa belajar hidup perih dan sederhana . Padahal di sisi lain mamah memang ingin berhemat dan kembali menabung.
Tante mimi pun datang , dan mamah sudah mempersiapkan tempat tidur yang di tempatkan di ruang tamu . Yang biasanya hanya ada karpet lebar , kini ada kasur tante mimi . Begitu sampai tante mimi langsung mandi dan mempersiapkan lamaran kerjanya . “istirahat dulu aja dek . Ngelamar bisa besok” jawab mamah yang sedikit mengeraskan suaranya agar ayah juga bisa mendengarnya .
__ADS_1
Mamah masih heran dengan adiknya yang langung bergegas ingin mencari kerja . Sedangkan ayah yang sudah beberapa bulan tidak juga menyiapkan lamarannya untuk mencari kerja .tante mimi juga mengatakan kalau dia malu kalau lama-lama hanya berdiam diri . Tante mimi takut jika hanya menjadi beban mamah .
Mendengarnya mamah malah menjadi emosi . Kenapa suaminya tidak memiliki pemikiran yang sama . Mamah kemudian minta ijin kerja dengan alasan sakit . Karena mamah masih penasaran kenapa nenek menjual peninggalan kakek . Dan semuanya sia-sia . Mamah ijin kerja pun sia-sia . Tante mimi mengaku tidak tau apa-apa dan tidak ikut campur urusan nenek . Semua adik-adik mamah pun tida ada yang berani ikut campur .
__ADS_1
Di perjalanan pun mamah langung membuka obrolan nya . Mamah membandingkan ayah dengan tante mimi yang baru datang langsung ingin mencari kerja. Dan mamah juga membahas tentang obrolan ayah yang ingin menjual mobil kakek . Puncaknya mamah mulai membahas tentang tabungannya yang menipis .
Ayah kaget dengan reaksi marah mamah . Baru pertama kali mamah bicara dengan cepat , suara lantang dan keras . Hampir sedikit teriak. Mata yang mulai berkaca-kaca . Ayah sendiri malu dengan orang-orang yang melihat mereka . Ayah juga bingung karena ga tau tujuan beli makan itu kemana . Disamping itu ayah ga tau harus jawab apa . Ayah takut kalau ayah salah ngomong dan membuat mamah semakin emosi .
__ADS_1
Ayah hanya diam dan terus berjalan maju tanpa tau arah dan tujuannya . Ayah sedikit mengebutkan vespa nya agar orang-orang tak terlalu memperhatikan mereka. Hampir satu jam mereka hanya berkeliling saja . Sampai akhirnya mamah diam dan meneteskan air mata . Mamah terlalu gengsi untuk menangis . Setelah melihat mamah sedikit tenang , ayah memarkirkan motor nya . “maaf dek mas salah. Besok juga mas cari kerja . Yasudah sekarang kita mau pulang atau cari makan?”