Mama Sayangi Aku

Mama Sayangi Aku
Diculik Ayah


__ADS_3

Saat itu musim hujan . Sangat dingin sekali di bandung . Berbeda dengan hawa di jawa . Karena itu aku sangat gampang sekali flu,pilek dan batuk . Tante mimi juga sering mengejekku anak ingusan . Padahal baru seminggu aku di bandung , namun aku sudah sering sakit . Setelah mamah sore itu meremas tangan ku , aku jadi sangat kepikiran . Aku tak berani lagi merengek minta pulang , karena takut mamah akan melakukan hal yang menyakitkan lagi . Terkadang aku melihat tanganku yang di remas mamah . Tidak ada bekas tapi rasanya masih sakit .


Disitu awal aku ngebatin . Sejak saat itu aku hanya terus berfikir , kenapa mamah sangat kasar ? Apa semua orang memang begitu ? Apa aku terlalu nakal ? Apa salah kalau aku hanya sayang pada anjing lili ? Aku anak umur tiga tahun yang sudah memiliki bayak pikiran dan perasaan takut sejak saat itu . Aku gak lagi bermain dengan ceria . Saat dengan istri bos mamah pun aku hanya diam di sofa dengan memeluk anjing lili . Ga berani berjalan kesana kemari . Hanya saja aku takut orang yang baik padaku jadi galak . Istri bos pun juga bingung dan menyangka kalau aku sakit . Mamah pun mengatakan demikian .

__ADS_1


Malamnya mungkin mamah tau kenapa aku hanya berdiam . Mamah langsung meminta maaf padaku , dan mengatakan kalau aku harus menuruti semua perintah mamah . Bagiku itu bukan nasehat , tapi ancaman . Namun setelah itu mamah menjadi sangat baik . Bahkan setiap pulang kerja aku sering di belikan eskrim kesukaan ku . Aku kembali ceria , hanya saja aku tak banyak bicara seperti dulu , karena sangat takut kalau mamah berubah jadi galak lagi .


Saat mamah kerja , ayah mendapat telepone yang kurasa dari saudaranya di jawa . Ayah di hari berikutnya bilang sama mamah untuk tidak membawaku ke kantor mamah . Karena ingin bermain dengan ku . Mamah pun menitipkan uang pada ayah untuk aku jajan . Setelah mamah kerja sorenya ayah membawaku pergi tanpa membawa apa-apa . Sama halnya waktu mamah membawaku ke bandung . Karena saat itu aku sudah jadi anak yang pemikir , aku langsung bilang sama ayah . “kita mau ketemu ibu-bapak ya yah?” . Ayah hanya menganggukkan kepalanya . Aku sangat senang sekali mendengarnya .

__ADS_1


Malah jawaban ayah membuatku semakin berfikir . Kenapa mamah begitu jahat menilai bude-pakde ku ?.


Sepulang dari kantor nya , mamah sangat khawatir mencari ku dan ayah . Tante mimi hanya menenangkan kalau mungkin aku di bawa ayah jalan-jalan . Melihat vespa ayah yang masih terparkir rapih di halaman . Hanya saja perasaan mamah sangat tidak enak . Mamah memiliki perasaan lain . Tante mimi terus saja menenangkan mamah kalau aku bersama ayah yakin tidak akan ada apa-apa . Sampai tiba saat malam , mamah kembali khawatir karena aku dan ayah ga juga pulang . Mamah pun curiga kalau ayah membawaku ke jawa . Mamah lalu berlari ke kamar dan membuka lemari pakaiannya . Benar saja tas besar yang biasa ia pakai untuk ke luar kota ga ada . Namun baju-baju ku semua ga di bawa .

__ADS_1


__ADS_2