Mama Sayangi Aku

Mama Sayangi Aku
Pertemuan Dengan Mama


__ADS_3

Di rumah kakak ke tiga ayahku itu aku di asuh dengan sangat baik . Aku sudah bisa berjalan dan berbicara . Aku sama sekali tidak pernah merasa kesepian. Karena keluarga ayah yang sangat banyak , juga hampir setiap malam aku di bawa ke rumah orang tua ayah yang saat itu masih banyak sekali saudara ayah yang tinggal disana . Mereka sangat menyayangiku . Apalagi kakak ke tiga ayah . Dia mendidikku seolah aku adalah anaknya sendiri . Namun aku tidak tau apa mereka amanah atau tidak dalam mengelola keuangan mamah yang mamah berikan .


Ketika itu , di usiaku yang ke tiga tahun , mamah datang untuk menjemputku . Mereka mengijinkan aku untuk ikut dengan mamah . Dengan syarat aku ga boleh pergi lama-lama . Saat itu aku ga kenal dan ga tau siapa mamahku itu . Aku hanya senang karena ku pikir hanya jalan-jalan . Aku di bawa ke rumah nenek . Adik-adik mamah sangat senang dengan ku . Bermain dengan ku , dan berjalan-jalan dengan ku . Di malam itu semua keluarga mamah datang ke rumah nenek . Dan itu benar-benar seperti dua kampung yang berkumpul . Sangat banyak sekali .

__ADS_1


Jadi ibunya mbah yut dulu menikah dengan empat orang pria , yang pertama orang belanda , yang ke dua orang pribumi jawa , ke tiga orang betawi dan yang ke empat entah orang mana , di lihat dari fotonya seperti oang jepang . Nah keluarga mamah adalah keluarga pertama dari orang belanda . Saat itu ke turunan dari empat suami ibunya mbah yut itu datang bersamaan . Hanya untuk melihat aku .


Hampir semua dari mereka agak kecewa karena aku yang jauh mirip dengan ayahku . Namun mereka sangat senang dan salut karena tau seorang anak di usiaku yang sudah cerewet dan banyak bertanya . Saat itu juga aku ngga rewel minta pulang . Layak nya anak yang di ajak main orang lain . Mamah bilang aku sangat tenang dan nyaman berada di sana . Ya jelas saja aku nyaman bersama ibu kandungku sendiri .

__ADS_1


Saat itu aku mulai memanggil mamahku MAMA. Namun semua keluarga yang lain marah dengan apa yang aku bilang barusan . Semua keluarga meminta mamah untuk membawaku kebandung supaya tidak ada kesalah pahaman lebih jauh lagi . Mamah pun juga memikirkan hal yang sama ketika aku juga berkata kalau aku memanggil bapak pada kakak ke tiga ayahku itu . Dari bayi memang yang aku tau mereka yang ada di dekatku . Dan mereka yang mengajariku untuk panggilan itu .


Ketika semua keluarga pulang , aku tidur di temani nenek ku . Dia juga mengatakan hal yang sama . Namun ketika itu aku tidak mengelak . Karena orang tua ayah saat itu sudah meninggal . Aku hanya senang memiliki nenek yang sangat sayang kepadaku . Dari awal ketemu nenek , nenek sudah bersikap tegas dan berbicara padaku layaknya seumurannya . Jadi aku udah merasa kalau sifat nenek memang tegas .

__ADS_1


__ADS_2