
Ya.. Aku sangat takut pada mamah . Lama kelamaan rasa untuk membuat mamah kembali menyayangi aku aku sudah hilang . Aku lebih seperti keledai . Hanya bergerak bila ada perintah . Saking takutnya juga . Aku sama sekali ngga mau dekat ataupun cerita apapun pada mamah . Aku yang mau kelas dua SD ini sudah tak ada komunikasi dengan mamah walaupun kita satu rumah . Terkadang aku diam pun kena pukul karena kesalahan ayah ku . Kupikir tante mimi akan menolongku . Malah tante mimi juga pernah menendang perutku saat aku memecahkan gelas ketika mencuci piring .
Hah .. Untuk aku nggak sampai stress dan gila . Aku sama sekali nggak punya teman curhat atau siapapun untuk berlindung dan mengadu . Hanya saja waktu itu aku sangat sayang ayahku . Karena aku merasa aman jika ayah ada di rumah . Mamah tak menyentuhku bila ada ayah di rumah . Aku sempat menangis ketika ayah hendak pergi keluar rumah . Aku sangat tau kalau ayah akan behari-hari ga pulang aku menangis dan menarik tangannya agar tak pergi . Tapi ayah melepaskan tangan ku . Hanya saja aku ngga pernah bilang kalau ayah pergi aku selalu di siksa mamah.
__ADS_1
Banyak hal dari kesalahan ayah yang membuat aku jadi bulan-bulanan mamah . Tapi ada satu hal yang buat aku ga bisa lupa juga . Saat di sekolah ku ada pelajaran berenang , dan sisir ku tertinggal di sana . Mamah sangat marah ketika sisir itu hilang . Mamah menjambak rambutku dan menariknya dari dapur sampai ke halaman rumah ku sambil berteriak makian yang sama. Dan itu sangat sakit . Di tambah lagi banyak tetangga yang lalu lalang menonton . Mereka bertanya ada apa dengan ku . Tapi mamah menjawab “ biasa , bandel!!”. Aku sempat kesal . Kenapa mamah ga bilang ke mereka semua kalau aku hanya menghilangkan sisir yang ga pernah di pakai mamah .
Aku ini anak yang sensitif dari kecil . Aku sangat tau barang yang sering di pake mamah dan yang enggak . Makannya aku berani bawa sisir lain . Itu pun awalnya berdebu . Sebelum aku pakai . Aku malah mencuci nya dulu . Entah kenapa mamah menganggapku seperti anak tolol . Kenapa aku di anggap seperti anak tolol . Kenapa ? Ada prestasi di sekolah, aku ga pernah cerita , aku ada sedih , senang , aku ga pernah cerita . Tau apa mamah tentang aku ? Kenapa sampai aku tua pun masih menganggap aku anak tolol ?
__ADS_1
*****
Aku kelas dua SD sekarang, nilai ku sangat menurun . Aku yang saat kelas satu adalah anak yang pintar dan suka membantu guru , sekarang sangat susah menerima pelajaran masuk ke otak ku . Suatu ketika saat pulang sekolah , teman ku yang satu mobil jemputan dan satu kelas dengan ku mengajakku main dulu sebelum pulang . Aku menolaknya . Karena mamah memotong uang jajanku terlebih kalau aku tidak menabung mamah akan marah besar . Sama aja aku di kasih uang bekal hanya untuk pegangan saja . Tapi teman ku itu ‘Tari’ (nama sebenarnya) mengatakan bahwa di beri uang oleh wulan teman sekelasku. Ia menitip kan uang itu padaku . Aku menolaknya . Rp.20.000,- sangat besar jumlah saat itu . Aku anak yang ceroboh . Aku takut menghilangkannya . Tapi aneh nya dia memaksa. Aku dengan tegas menolak dan pergi meninggalkan kelas .
__ADS_1