Mama Sayangi Aku

Mama Sayangi Aku
Fitnah Keji


__ADS_3

Saat itu jam olah raga . Dan pelajaran waktu itu adalah senam matras . Aku berganti baju olah raga dan melepas sepatuku . Satu jam pelajaran olah raga ku dengan pak Triman (nama sebenarnya) sebagai guruku . Setelah kembali berganti baju untuk pelajaran selanjutnya , wali kelas mengumumkan bahwa ada anak yang kehilangan uang . Semua di suruh menyimpan tas di atas bangku . Semua guru memeriksa semua tas tapi tak menemukan apapun di semua murid . Hingga guru memanggil wulan , tari dan aku . Aku sempat heran kenapa aku di bawa-bawa ?

__ADS_1


Saat kami bertiga masuk ke ruangan guru , ada banyak guru juga disana . Teman-teman sekelas juga berebut untuk melihat kami bertiga . Wali kelas lalu bercerita kalau tari melihat aku mengambil uang dari tas wulan . Aku yang terbiasa diam hanya berkata dengan nada datar . Aku nggak tau!! . Aku di paksa untuk mengaku oleh wali kelas dan guru yang lain yang ikut melihat . Mengaku apa ? Aku benar ga tau .aku merasa sangat terhakimi seperti di keluarga mamah dulu , saat aku mengadukan mamah ke mbah yut. Berapa uang yang hilang pun ga di sebutkan oleh guru . Aku benar ga tau . Sampai wali kelas itu menyuruhku untuk melepaskan pakaian ku di hadapan semua guru dan teman sekelas yang ikut melihat dari luar ruang guru . Jujur aku sangat marah malu dan kesal .

__ADS_1


“kenapa Cuma aku bu ?” tanya ku dengan polos tapi dalam hati yang sangat marah . wali kelas hanya meminta ku untuk menurut . Sampai hanya tersisa CD ku pun di periksanya . Wali kelas mulai kesal dan memaksaku untuk mengaku . Dan sekali lagi aku hanya menjawab “Gak tau !!”. Ia memintaku memakai lagi bajuku . Hingga ada seorang guru memintaku untuk membuka sepatu dan kaos kaki ku . Aku memberikan kaos kaki ku pada guru itu . Namun wali kelas mengambil sepatu ku . Dan di temukan uang Rp.20.000,- di sepatu ku ? Aku sendiri nggak menyangka .

__ADS_1


Wali kelas tak memanggil orang tua ku . Aku hanya di nasehati agar tak mengulanginya lagi . Hanya saja pandangan tentang aku sudah beda . Begitu masuk kelas , teman sekelas melempariku dengan kertas dan kapur . Sekali lagi aku hanya diam . Tapi dalam hati aku marah . Sangat marah . Aku sangat marah pada tari , dan berusaha mencari cara untuk membalasnya . Aku selalu mencari cara untuk membalas tari . Dan aku bukan type orang yan mudah melupakan kebaikan dan kejahatan orang lain .

__ADS_1


Entah kenapa nama ku jadi tersebar luas . Sampai ke sekolah lain . Ini benar-benar pukulan yan kencang di hidup ku . Belum lagi teman-teman semobil jemputan juga tau . Parahnya mereka itu teman serumah ku . Sesampainya di rumah , aku hanya merenung dan kesal . Aku melampiaskan nya pada adikku . Adikku yang saat itu sudah berumur empat tahun itu . Aku paksa untuk membereskan rumah . Aku marahi dia dengan cara memakinya seperti mamah memaki aku . Terkadang juga aku memukulnya . Namun tak sesadis mamah . Aku nggak tega untuk memukul nova. Ga tau kenapa . Mungkin aku mulai menerimanya menjadi adik ku. Dan aku hanya diam di kamar ssambil menangis . 

__ADS_1


__ADS_2