Mama Sayangi Aku

Mama Sayangi Aku
Semua Ada


__ADS_3

Setelah pakde menasehati aku , aku lalu berlari menuju kamar . Aku ngga menyangka pakde bisa sebaik itu . Aku malu pada diriku sendiri . Namun aku tetap tidak mau mendekati bayi itu . Entah kenapa rasa maluku masih terkalahkan oleh rasa dengki ku . Aku mencoba menelpon mba ega dengan hp ku , beniat untuk bertanya apa mba ega lebih memilihku atau bayi sialan itu . Dan untung nya mba ega juga tak mengangkat teleponnya . Kalau sampai dia salah bicara , entah akan seperti apa aku jadinya .


Aku sendiri sudah menilai kalau saat itu psikis ku sedikit terganggu . Hanya saja aku masih kuat karena pakde yang selalu menghampiri dan menasehati jika ada hal aneh dengan ku . Esok harinya , semua berangkat kerja dan aku masih libur sekolah. Aku hanya di rumah dengan pembantu . Kali ini pembantu membawa bayinya dan meletakkan di karpet ruang tengah . Pikirnya setelah aku di naehati pakde , aku bakal terima bayi itu apa ? Saking jijiknya aku yang ga boleh keluar rumah itu berlari ke rumah sebelah yang adalah dokter gigi yang mencabut gigiku .

__ADS_1


Aku tak banyak bicara di rumah tetangga, karena aku bukan anak yang comel juga . Aku hanya memendam rasa kesal dan berkata kalau aku hanya sekedar ingin main . “ udah ijin belom ? Tante takut disalahin nanti loh . Lili kan bungsu kesayangan”. Mendengar itu aku sedikit bangga dan senang . Entah kenapa pakde sangat di hormati di kompleknya . Jadi agak sulit juga untuk ku bermain ke rumah tetangga-tetangga. Yang jelas aku baru tau kalau aku adalah bungsu kesayangan bude pakde ku . Apa benar itu ?


Baru beberapa menit aku bermain di tetangga , pembantu menyusulku . Ada yang cari aku katanya . Sangat menyebalkan sekali . Aku sangat tau kalau ini masih pagi . Bude dan pakde pulang siang nanti . Maunya apa ni pembantu . Aku udah makan juga . Mandi juga udah . Mau apalagi dia suruh aku pulang ? . Kesalku dalam hati . Aku hanya menjawab "ngga mau !!!" . Dia beralasan nanti ibu marah katanya . Tetap aku bilang ngga mau . Tante istri dokter itu juga udah mengatakan agar aku bermain disini dulu sebentar lagi .

__ADS_1


“itu ada mamahmu dari bandung” jawabnya . Aku lalu berteriak agar dia jangan berbohong dan segera meninggalkan aku disini .“lili...” aku mendengar suara itu . Suara yang sangat mirip dengan mamah . Aku langsung berlari dengan cepat tanpa pamit pada pemilik rumah . Benar saja , di ruang tamu ku ramai sekali . Ada mobil pacar tante wiwi di depan kolam ikan pakde . Entah pacar tante wiwi yang mana aku ga peduli . Saat aku masuk ke ruang tamu , ada tante wiwi, pacarnya tante wiwi, tante mimi , dan mamah .


Perasaanku ...

__ADS_1


Aku ngga ngerti . Disisi lain aku senang , tapi disisi lain aku takut bila bude tau . Mana banyak banget lagi nyawa yang datang . Kalo Cuma mamah doang kan aku bisa sembunyiin dulu di lemari pikirku . “ kok mamahnya Cuma di lihatin aja ? Nggak kangen ya ?” . Tante mimi mengatakan itu tanpa tau yang sebenarnya . Saat mamah akan meraih pundakku , aku langsung mundur dan berkata kalau mau ambil minuman . “eh mamah ga haus , mamah kangen”. Teriak mamah dari ruang tamu .


“hei anak muntah!!” ejek ayah dari ruang tengah yang sedang terlentang sambil menontn televisi . Padahal baru sebentar aku di rumah tetangga kok udah pada ada . Aneh . Aku langsung saja memeluk ayah . Karena bude pernah bilang kalau tak ada larangan apapun bertemu dengan ayah . Hanya saja aku harus memanggil ...

__ADS_1


__ADS_2