Mama Sayangi Aku

Mama Sayangi Aku
Janin Pembawa Sial


__ADS_3

“ya silahkan mas , lagian disini juga pada kerja semua ga ada yang ngurus . Dari pada di urus pembantu takutnya malah gimana” jawab ayah yang keluar dari kamar sambil menghampiri mereka menuju ruang tamu . “di USG perempuan kok . Tapi masih belum tau . Takut nya pas keluar beda . Tapi nanti gaji saya ngga di potong kan mas untuk keperluan anak ini nanti ?” lanjut ayah .


“hahaha ... Ya gak lah mas  malah gaji mas saya kasih bonus lah . Itung-itung saya sewa untuk jadi anak saya . Ya sukur-sukur kalo boleh saya urus sampai besar nanti . Biar saya kuliahkan di tempat yang bagus” jawab bos ayah kegirangan . “yang terpenting itu bukan pendidikan mas  tapi agama dan akhlaknya . Gimana dia berbakti sama orang tua dan menyayangi sesama” cetus mamah sambil permisi untuk ganti baju ke kamar .

__ADS_1


Setelah masuk kamar , mamah tidak lagi keluar-keluar menghampiri mereka . Karena terlalu lama , ayah menyusul mamah ke kamar , dan di lihatnya mamah sedang tertidur . Ayah langsung bilang ke bos nya ayah , kalo mamah ketiduran . “ yasudah mungkin capek baru pulang kerja . Kalo gitu kita pamit dulu .” . Tamu pun pulang . Mamah langsung memanggil ayah dari kamarnya .


Mamah kesal dan marah bingung harus bilang apa makannya mamah pura-pura tidur di kamar menghindari mereka. Ayah menghampiri mamah . Begitu masuk kamar  mamah langsung melemparkan bantal ke muka ayah . “kamu tuh punya pikiran gak ? Masa anak kamu sendiri di kasih-kasihin ke orang . Kamu pikir ini barang . Kamu sayang gak” bla bla bla masih banyak lagi omelan mamah sampai ngebahas apa yang di alaminnya dari pagi .

__ADS_1


Tante mimi memang ga ada pikiran untuk resign , sudah di potong gaji pun tante mimi masih bersyukur karena menurut nya gaji nya masih di bilang besar . Saat mamah hamil pun ayah memang tepat waktu pulang kerja . Namun pulang hanya untuk mandi dan makan . Setelahnya ayah pergi lagi . Malah lebih parah dari yang waktu itu . Meskipun pulang telat , tapi ayah masih tidur di rumah . Sedangkan sekarang , pergi malam , pulang pagi , pergi kerja , bener-bener kontrakan hanya di jadikan jamban WC umum .


Sampai suatu ketika saat mamah sedang istirahat makan di kantor nya , tante ida orang yang santet mamah dan yang iri sama jabatan mamah itu sindir mamah . “keuangan perusahaan ga bagus ya . Yang ngelola nya ga pinter atau gara-gara di perut yang ngelola keuangan itu bikin sial perusahaan? Shio nya bakal jelek kayanya tu” . Mamah benar-benar sangat marah dan kesal dengan omongan tante ida . Namun mamah hanya tahan . Mamah masih tau situasi .

__ADS_1


Ketika saat sampai di rumah , mamah sampai dan mendapati lemarinya yang masih rapih namun udah dalam keadaan yang tidak terkunci . Mama agak deg-degan juga . Karena mamah simpan uang yang tak sedikit di laci . Rencananya uang itu untuk sukuran tujuh bulanan nanti . “aku ga tau apa-apa loh mba.berani sumpah aku” sahut tante mimi yang mengetahui , semua uang di lacinya hilang . Mamah percaya tante , karena berangkat dan pulang kerja selalu bareng . “gapapa dek emang gini rasanya ngandung anak sial”


__ADS_2