
Mamah seketika langsung berlari , entah dengar dari mana , mamah kira aku di gigit ular . Maklum saja sudah beberapa kali aku bilang kalau daerah mamah saat itu masih hutan lebat . Saat mamah berlari ke arah ku bersama om ku dan om ku ke dua dari terakhir kaget yang mendapatiku masih berada di sisi ular . Bergegas om ku mengambil kayu dan mencolok-colok badan ular itu . “ini ada yang aneh deh mba . Ini mati ularnya” seru omku saat melihat ular besar itu meluruskan badanya seperti kayu . Sedang kan ular pada umumnya bila tidur atau mati pun badannya pasti berliku tidak tegap lurus seperti itu .
Mbah yut putri marah saat ular itu di tusuk-tuuk oleh om ku . Mbah yut putri memerintahkan agar membiarkan saja ular itu . Karena yakin tidak akan menyakiti aku . Selesai mbah yut putri mengatakan itu , ular itu lalu bergerak pergi keluar rumah dengan sendirinya . Mbah yut putri bercerita kalau itu sudah biasa . Mbah yut putri ga menceritakan kalau ada pertanda sesuatu . Mbah yut putri hanya mengatakan kalau nenek dan mamah saat bayi juga di temani ular besar . Mbah yut putri berharap saat pembantu berteriak ular di dekatku semoga yang di lihat adalah ular kecil yang menjadi pertanda baik . Bukan ular besar .
__ADS_1
Seketika mbah yut putri menasehati mamah dengan wajah yang serius . “inget loh nduk , mbah udah ngomong jangan semena-mena sama anak . Anak itu bawa rezeki . Apalagi ini keturunan pertama dari cucu-cicit-canggah. Harus di jaga baik-baik jangan sampe sakit apalagi sampe kamu sakitin” . “ya nggak lah mbah ini ngaco . Ini anakku satu-satunya kok . Mbah ga usah khawatir . Aku bisa jaga dan didik . Aku dah biasa didik dan ngasuh adik-adik kan mbah” jawab mamah sambil tersenyum manja pada nenek kesayangan mamah itu .
Mbah yut putri hanya berpaling dengan wajah hawatirnya , mbah yut bergegas menghampiri mbah yut putri dan mengelus bahu mbah yut putri . Seolah menenangkan mbah yut putri . Mbah yut yang jarang turun dari kasur nya saat itu turun dan bergegas menhampiri mbah yut putri dengan tongkatnya . Mbahyut memang sudah sangat susah berjalan . Susah juga untuk berbicara . Namun pendengaran dan penglihatannya masih sangat tajam . Usianya saat itu 140 tahun . Sedangkan mbah yut putri sangat masih segar bugar . Sedikit keriput , masih jelas semua indera perasa nya . Bahkan masih sering kepasar sendiri menggunakan delman . Padahal umur mbah yut putri hanya beda 25 tahun dengan mbah yut .
__ADS_1
Bukan karena nyamuk . Tapi nenek ingin terakhir sebelum mamah pulang ke bandung , nenek bisa tidur bersama ku . “yowis kamu aja nduk tidur sama mbah putri” ujar mbah yut . Mamah mengiyakan dan menuntun kakek nya itu tidur di rumah mbah yut . “apa mbah aku mau di omongin apalagi ?” tanya mamah sambil bernada bercanda pada mbah yut putri . “opo sih ? Bukannya salam dulu apa gimana gitu . Loh kamu kok malah kesini . Disana gak masak apa gimana ?” tanya balik mbah yut putri. Dari situ mamah sadar kalau yang ingin aku tidur disani bukan mbah yut putri . Seketika mata mamah berlinang mengingat nenek membentak mbah yut saat menjemput mamah tadi .
“nduk,, belum ngantuk to ? Sini sebentar ...” panggil mbah yut.
__ADS_1