Mama Sayangi Aku

Mama Sayangi Aku
Selamat Tinggal Mama


__ADS_3

Mamah sangat sedih saat itu . Di tambah lagi saat terakhir mamah *** tangan ku , aku hanya diam di ruang tamu sambil melihat hujan di luar jendela . Saat tidur , aku masih terus melamun sambil melihat ke langit-langit kamar . Saat tengah malam mamah terbangun , kaget yang melihatku seperti orang mati . Mamah menggoyang-goyangkan badan ku sambil memanggil-manggil namaku . “apa mah?” jawabku sambil terus melihat ke langit-langit kamar tidur itu .


Mamah langsung membawaku pergi ke rumah sakit , takut kalau mungkin aku sakit karena ga kuat dengan hawa dingin kota bandung . Saat itu yang masih gerimis , mamah pergi membawa motor vespa ayah .dengan aku yang duduk di belakang sambil di ikat kan menggunakan kain gendongan batik cokelat ke perut mamah . Dokter pun mengatakan aku baik dan sehat . Hanya saja flu dan demam nya masih ada . Dokter juga meminta mamah ga perlu khawatir . Karena aku sehat . Hanya saja hemoglobin ku yang sedikit rendah .

__ADS_1


Mengingat itu semua mamah sangat menyesal dan dari situ lah mamah menjadi benci dan marah pada ayah . Sedangkan tante mimi saat itu sangat ketakutan . Karena tau seperti apa jika mamah sudah marah . Tante mimi bertanya apa baiknya di susul atau gimana , dan mamah hanya menjawab agar tante mimi dan mamah lebih giat lagi bekerja . Dan mamah pun dengan cepat menuju kamarnya . Tidak menangis . Tapi benar-benar tidur .


Sementara itu di dalam bus , aku terus mengatakan kalau aku ingin lihat anjing lili buat yang terakhir . Dan meminta ayah untuk putar bus nya ke tempat kerja mamah . Itu mana mungkin ? . Ya... namanya aku anak kecil . Di samping itu boneka anjing pun ga di bawa ayah . Tapi kebetulan sekali saat bus berhenti di tempat peristirahatan , ada yang menjual boneka anjing di situ . Ayah pun membelikan tiga boneka anjing sekaligus . aku sangat tidak suka sama sekali . Karena boneka itu sangat kecil dan hanya terbuat dari kain . Berbeda dengan boneka pemberian bos ku yang berbulu lembut hampir sama dengan bulu anjing lili .

__ADS_1


Paginya , yang seharus nya jarak sampai ke rumah pakde tinggal dua jam lagi , aku terbangun mendengar supir bus yang menyalakan music dangdut . Entah kenapa suara gendang nya seperti mengocok perutku dan membuatku pusing . “ayah , pengen muntah” bisikku ke telinga ayah . Ayah bilang tahan dlu karena sebentar lagi sampai . Namun saat berganti music , supir bus mengencangkan volume musicnya . Itu sangat membuatku kesal . “ayah aku gak kuat. Ada pelastik ngga?”


Ayah hanya bilang kalau ayah ga punya plastik . Adapun untuk wadah susuku yang bocor . Aku sangat lihat di seberang tempat duduk kita ada orang yang simpan banyak pelastik di bangkunya . Ayah pun melihatnya . Tapi ayah memilih gengsinya dari pada aku . Akhirnya ayah kedepan dengan membawa aku dan barang-barang . Dan meminta pada supir untuk turun karena aku mabuk . Parahnya kok supirnya nurunin aja .. Bukannya ngasih palstik kek . Aneh ...

__ADS_1


__ADS_2