
Mendengar pertanyaan ayah tersebut, mamah sangat curiga degan ayah . “loh memang kenapa mas ? Bukanya mas ngga bisa nyetir ya” tanya mamah sambil mengerutkan dahinya . “ya kalo kamu ga pake kan bisa di jual dek , ganti motor baru saja” . Mamah terdiam dan tak memperdulikan perkataan ayah . Mamah sangat ilfeel dengan ayah . Mamah sangat tidak suka samaorang lain yang suka menjual barang . Apalagi itu bukan miliknya .
Mamah juga sangat sakit hati dengan omogan ayah itu , karena itu mobil kakek . Orang yang paling disayang oleh mamah . Sangat lancang omongan ayah tersebut . Mamah lalu berfikiran hal seperti ini saja sudah di anggap sepele oleh ayah . Mamah sudah sedikit merasa ada yang tidak beres dengan ayah .
__ADS_1
Lama-kelamaan mamah pun akhirnya mengikhlaskan apa yang di jual oleh nenek . Mamah sama sekali ngga bisa lupa dengan keputusan sepihak nenek itu. Mamah memang gampang sakit hati setelah mendengar berita itu . Sejak saat itu mamah tidak lagi mengirimi nenek uang . Namun mamah masih mengirimi biaya untuk adik-adiknya sekolah yang di titipkan ke saudara yang lain .
Nenek tau apa yang di lakukan mamah dengan mempercayakan orang lain dari pada ibunya sendiri . Tapi nenek hanya cuek dan tidak mempedulikan . Malah nenek titip pesan pada sepupunya itu supaya mamah sekalian biayain makan dan urusan semua adik-adiknya sampai ke yang paling bungsu . Om dan tante mimi mereka tau tentang perang dingin nenek dan mamah . Namun mereka bukannya diam saja . Mereka juga memutar otak karena kasian dengan mamah . Sedang kan tante wiwi tidak peduli ama sekali . Yang dia tau hanya kerja pacaran , makan dan tidur juga selalu tetap cantik .
__ADS_1
Akhirnya tante mimi memutuskan untuk ikut ke bandung dan akan bilang dengan tegas ke mamah kalau dia tak butuh kuliah . Dia hanya ingin kerja . Tante mimi ga mau kelamaan menunggu om yang masih setahun lagi menyelesaikan SLTA nya . Dan dengan yakin tante menyurati mamah
Mamah pun menerima surat tante mimi dan menyetujui keinginan tante mimi . Mamah sudah tak lagi memaksa karena tabungan mamah malah makin berkurang sejak datangnya ayah . Mungkin bukan berkurang , lebih tepatnya hanya sedikit penambahan saldo . Hanya saja mamah sudah wanti-wanti ke tante mimi kalau masih harus tinggal sederhana di kontrakan kecil . Mungkin sementara tante mimi harus tidur di ruang tamu . Tak masalah juga bagi tante mimi . Berhubung sifat tante mimi yang dewasa .
__ADS_1
Mamah pun membelikan tiket untuk tante mimi dan tante mimi menyiapkan lamarannya untuk mencari kerja . Di jaman dulu orang-orang mencari pekerjaa dengan berjalan kaki memasuki satau-persatu perusahaan , seperti sales door to door . Namun beruntungnya mamah ku yang sekali melamar langsung di terima dan di beri jabatan bagus . Namun di situ lah ke khawatiran mamah .
Mamah sangat sayang pada adik-adiknya . Mamah sangat tidak ingin tante mimi merasakan hal yang sama . Bagaimana jika tidak ada perusahaan yang mau menerima tante . Mungkin waktunya akan habis hanya untuk mencari kerja . Bahkan malah menambah beban pengeluaran mamah . Mau bagaimana lagi . Niat tante mimi juga sudah bagus , mamah akan kasih waktu sebulan untuk tante mencari pekerjaan . Jika tidak dapat tante haru pulang lagi ke jawa .
__ADS_1