Mama Sayangi Aku

Mama Sayangi Aku
Adik Sakit


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang aku memang takut untuk bertemu mamah . Namun di sisi lain aku juga mengkhawatirkan mamah . Aku sempat berfikir apa mamah sakit karena terlalu mengkhawatirkan ku ? . Kurasa tidak . Bagiku ini sebuah jebakan hebat . Begitu aku sampai di rumah . Mamah sudah duduk di ruang tamu seakan sedang mengumpulkan semua tenaga dalam nya . Begitu sampai, dia hanya mengucapkan terima kasih pada tetangga yang menjemputku . Setelah tetangga itu pulang aku di hajar habis-habisan oleh mamah .

__ADS_1


Rasanya aku ingin pergi berlindung di kamar . Namun jika aku mengangkat sedikit wajahku , ia lebih keras lagi membentakku . Untuk bicara pun aku tak di beri sedikit kesempatan . Dan itu bisa berlangsung satu sampai dua jam . Selesai dengan itu aku tak di ijinkan untuk ke kamar . Ia memintaku untuk membereskan semua rumah . Jadi waktu itu aku berfikir mungkin mamah kesal karena tak ada aku rumah menjadi angat kotor . Bisa di bilang juga , mamah kesal karena pembantu gratis nya kabur dari rumah .

__ADS_1


Dan seperti biasa aku melampiaskan kekesalan ku itu pada adikku . Hanya saja aku tak lagi menyiksanya . Aku hanya menyuruhnya membersih kan rumah , menggantikan aku . Aku masih ingat tingkat kekejamanku pada adikku . Aku bilang padanya jika tak boleh memakan bekal buatan mamah . Ya karena aku ngga pernah di buatkan bekal oleh mamah . Di jawa pun aku tak pernah di beri bekal makanan . Begitu pulang , aku yang menghabiskan bekal makanan nya . Saat ia pulang sekolah , aku kerap menyuruhnya ganti baju dan menyapu  mencuci piring dan mengambilkan baju jemuran . Saat itu ia masih TK . Aku juga ingat saat ia masih sangat kecil aku pernah memukul nya sampai mimisan . Aku hanya memukul kepalanya . Dia memang mudah mimisan .

__ADS_1


Yang aku tau saat aku akan berangkat sekolah , tante mimi yang mengompreskan adik ku . Setelah kejadian itu aku tak lagi kasar dengan adikku . Aku mulai sayang padanya . Mamah sering menyiksaku saat aku sedang demam , tapi aku fikir aku sudah kelas dua SD . Sudah besar . Sedangkan adik ku masih kecil . Jika aku hanya diam , mamah akan menyiksanya seperti aku tanpa tau kondisinya . Yah dari kecil aku sering menahan sakit ku . Aku tak berani mengadu pada mamah . Yang ada dia malah akan semakin menyiksaku . Kadangpun aku menahan nya sampai aku sembuh sendiri .

__ADS_1


Pernah sekali aku bilang kalau aku saskit dan ingin ijin sekolah . Namun mamah berkata , jika kaki ku masih bisa berjalan , itu artinya bukan sakit . Dia mengatakan itu dengan nada membentak . Badanku yang kurus dan ringkih pun menjadi bahan amarahnya . Mamah bilang nggak suka melihat aku karena pundakku yang bungkuk . Di matanya semua yang aku lakukan itu salah . Sejak kejadian di sekolah pun , setiap mamah kehilangan barang , mamah selalu menuduh aku atau ayah . Pernah suatu malam mamah menyimpan obatnya saat ia sakit ke dalam tas sekolah ku . Aku hanya diam karena memang aku tak berani membuka obrolan dengan nya . Dan ketika pagi dia membentakku karena menyimpan obat dalam tasku .

__ADS_1


__ADS_2