Mama Sayangi Aku

Mama Sayangi Aku
Adiku Yang Pergi


__ADS_3

Dengan santai aku hanya berkata kalau aku melihat sendiri saat malam ia yang memasukkan obatnya ke dalam tas ku . Tapi mamah mengelaknya . Malah ia menuduhku agar mamah cepat mati . Itu pun jadi hari yang tak pernah terlupakan oleh ku . Karena juga ia menyiksaku dan menjambak rambutku di saat aku sudah memakai seragam rapi untuk berangkat sekolah . Saat jemputan datang , aku yang rambutnya sudah berantakan , dan sedikit air mata di lekukan bawah mataku pun pergi naik mobil jemputan itu . Semua anak di dalam mobil memandangi ku . Namun tak satu pun darinya yang bertanya ada apa dengan ku .


Malamnya, tiba-tiba mamah memintaku untuk mengobrol . Mamah bilang mamah mau beli rumah lagi . Karena rasa sakit hati nya pada ejekan keluarga ayah dulu . Mamah meminta agar biaya pengeluaran sekolah agak sedikit murah , bagaimana jika salah satu dari aku dan novi bersekolah di jawa . Aku dengan sangat kuat hati memaksa mamah agar aku saja yang tinggal di jawa , aku benar-benar merasa ini kesempatan bagus untuk ku keluar dari semua siksaan ini . Dan mamah hanya mengatakan kalau adikku belum bisa membantu membersihkan rumah . Jadi  biar adikku saja yang kesana .

__ADS_1


Aku benar-benar kecewa , saat aku yang masih kecil itu aku sudah berfikiran kalau mamah sepertinya menyesal karena memukuli adikku saat ia sakit . Jadi ia sengaja mengirim adikku jauh agar tak terulang kejadian itu . Lalu bagaimana dengan ku ? Kenapa ia tak pernah peduli dengan kondisi ku saat aku sakit ? Ia terus menyiksaku dengan dalih aku adalah anak ayahku . Tanpa tau kondisiku ? Kenapa dia tak pernah melihat sedikit dalam mataku agar ia tau aku sudah merasa takut padanya dan bahkan tak ingin mendekati apalagi bicara padanya . Dia juga melarangku berteman dengan siapapun . Kenapa ? Apa ia takut juga aku cerita kebanyak orang jika aku di siksanya karena hal-hal yang di lakukan ayahku ?


                                                                                   ******

__ADS_1


Entah dari mana mamah tau aku menceritakannya pada temanku . Mamah merasa aku menjual namanya . Aku juga heran jika mamah segala tau , kenapa ia tak pernah tau jika aku tak pernah memiliki tempat aman . Tidak di rumah tidak juga di sekolah . Tak lama setelah adik ku pergi ke jawa , aku di berikan jadwal les yang sangat padat dari senin hingga minggu . Mulai dari badminton . Voly , renang , tenis meja dan basket . Entah apa maksud mamah saat itu . Sedangkan sebelumnya aku pernah meminta untuk les bahasa inggris agar aku bisa menjadi pramugari seperti tante wiwi . Tapi mamah tak pernah mengijinkan .


Sebenarnya yang aku butuhkan saat itu adalah les mata pelajaran ku . Karena aku semakin menjadi siswa yang sangat bodoh . Yang sangat tak bisa konsentrasi belajar . Aku juga mendengar kalau teman-teman ku mengikuti banyak try out . Aku pun sangat ingin mengikuti les seperti itu . Bukan olah raga seperti ini . Awalnya aku sangat tidak senang . Percuma juga nggak berguna untuk ku . Bahkan untuk apa aku les renang , kalau aat ada perlombaan renang , aku tak di ijinkan mengikutinya . Namun aku merasa memliki tempat untuk menghindar dari mamah .

__ADS_1


__ADS_2