
Mamah mulai ngga nyaman sama sikap ayah tentang nafkah . Sampai suatu ketika mamah ambil cuti dan pergi ke jawa tanpa sepengetahuan ayah . Niat mamah ingin membicarakan masalah komitmen sekaligus melepas rindu dengan ayah . Namun sesampainya di sana ..
Sesampainya di jawa mamah minta tolong adik ke 4 nya untuk antar ke rumah orang tua ayah . Begitu sampai , ayah ngga ada pulang . Keluarga ayah hanya bilang “mungkin masih ada kelas” . Cukup aneh untuk seorang guru yang masih ada kelas di jam 5 sore . Mamah masih menunggu sampai adzan isha berkumandang .
Memang sangat ngga logis . Sekali lagi mamah pun bertanya pada saudara ayah yang lain . Dan jawabannya “ mungkin lagi laihan bola “ ya .. Kala itu ayah memang seorang keeper di kota itu . Cukup sangat sabar menunggu dari jam 11.00 siang sampai jam 21.00 malam. Tanpa makan juga . Sebelumnya aku sudah bahas kalau keluarga ayah sangat ngga suka sama mamah . Sedari datang pun hanya di suguhi air putih segelas . Ngga di isi lagi dan ngga di temani ngobrol.
__ADS_1
Mamah ketiduran di sofa tua itu , sofa L dengan kulit berwarna coklat tua . Ketiduran sambil posisi terduduk . Sedangkan adiknya hanya diam menahan sedih dan marah . Sedih melihat kakaknya yang sudah perjalanan jauh 12 jam dari bandung ke jawa langsung ingin menemui suaminya , dan marah karena suami kakaknya itu harus membuat kakaknya menunggu selama 12 jam pula.
Ga kerasa waktu menunjukan jam 01.30 pagi. Ayah baru pulang dan dengan santainya hanya berkata “istirahat dlu di kamar.aku juga capek banyak kegiatan” . Sebagai wanita seharusnya sangat marah dan kecewa . Tapi mamah hanya bilang “eh mas udah pulang , yaudah istirahat aja klo mau istrahat.aku pulang aja. Besok aja aku kesini lagi”
Di perjalanan pulang adiknya mulai curiga sama ayahku yang membiarkan istrinya pulang gitu aja tengah malam tanpa khawatir sedikitpun . Dan jawaban mamah dengan santai bercampur lelah “ gapapa dek, mas mu itu banyak kegiatan . Lagian sekarang kita pake mobil kol sendiri kok bukan naik bus kecil”.
__ADS_1
Sambil menoleh ke arah yang berlawanan , adik ke 4 mamah itu menghapus air matanya (ya cowo bisa menangis ketika om ku melihat penderitaan mamah). Bisa di bilang adik ke 4 mamah ini yang paling mengerti keadaan mamah . Karna dia pun sedang di biayai oleh mamah . Sesampainya di rumah mamah langsung istirahat . Karna besok mau ke tempat ayah lagi . Waktu mepet karna cuti mamah yang ngga panjang.
Sebangun dari tidurnya mamah langsung mandi dan berangkat lagi ke kota ayah . Kali ini mamah berangkat sendiri . sebenernya diam-diam justru mamah yang kasian pada adiknya yang kemarin menemani mamah sampai malam . Mamah takut kejadian lagi dan nyusahin adiknya . Jam 11.00 siang mamah berangkat ke tempat ayah .
Benar saja ternyata ...
__ADS_1