Mama Sayangi Aku

Mama Sayangi Aku
Saling Berkomitmen


__ADS_3

Sepertinya ayah memang mengatur semuanya atau apalah yang ada di pikiran ayah . Ngga ada yang tau. Sesampainya di tempat ayah ,ternyata ...


Benar saja ayah ada di depan rumah masih menggunakan baju kerjanya , membaca koran sambil menyelipkan sebatang rokok menyala di antara kedua jari telunjung dan jari tengahnya . Disampingnya ada secangkir kopi yang masih berasap.menandakan kalau kopi itu baru saja di buatnya. Yang artinya juga ayah baru aja duduk disitu.


Mamah itu memiliki insting detektif yang sangat tajam menurutku . Tapi antara insting mamah dan fitnah hampir sealur sih :) moga moga gak baca ya mah :( . Tapi emang bener begitu sih . Saat sampai di halaman , ayah hanya melempar senyum dari jauh sambil mencicip kopinya . Mamah datang . Berjalan mendekat sambil tangannya menyentuh sedikit bodi mesin kanan vespa berwarna abu milik ayah . Yah .. Vespa ayah juga masih hangat . Bener-bener sudah pasti kalau ayah memang baru pulang.

__ADS_1


Yang ada di dalam hati mamah , “ok tepat . Guru SLTA memang seharunya jam 13.00 atau jam 14.00 siang udah berada di rumah . Sama seperti teman-teman ku yang juga berprofesi sebagai guru” ujar mamah dalam hati sambil teru berjalan mendekati ayah. Mamah kemudian raih tangan ayah menariknya ke dahi . Layaknya seorang istri yang menyalami suaminya .


Saat itu ayah langsung menawarkan makan , bertanya kabar , dan membuka obrolan omong kosong yang ngga penting . Bener-bener ga ada kata maaf yang keluar dari mulut ayahku itu . Yah mamah kesal . Sangat kesal . Namun sekali lagi ngga enak juga karena mengingat mereka masih pengantin baru.


Rest sweke itu kabarnya yang paling enak dan sudah berdiri saat mamah masih menginjak di sekolah dasar . Dan percaya ga percaya restoran tersebut masih ada sampai sekarang , dan juga itu adalah restoran favorit ku .

__ADS_1


Saat makanan datang , ngga pake basa-basi lagi mamah langsung membuka topik obrolan dengan membuat komitmen dengan ayah . Dan ngga tau juga apa mamah hanya buang-buang ludah atau memang di dengerin sama ayah . Ayah hanya iya-iya saja . Setelah pembicaraan selesai , ayah menganjurkan mamah untuk langsung pulang . Takut kecapekan ujarnya .


Ayah pun mengantar mamah dengan vespa abu nya ke rumah orang tua mamah , dan malam itu pun mamah langsung berangkat ke stasiun membeli tiket untuk perjalanan kembali kebandung . Mamah membeli tiket beserta barang-barang mamah yang sudah siap di bawa karena langsung berangkat 1 jam kemudian . Fisik mamah memang sangat kuat , karena sedari muda memang mamah tomboy dan mengikuti banyak sekali kegiatan . kegiatan pecinta alam salah satu favoritnya.


Sementara itu adik ke empat mamah yang sudah mulai mencurigai ayah itu diam-diam menyelidiki ayah setiap dia pulang sekolah . Di siang sampai malam mengikuti ayah . Begitu kagetnya adik mamah itu . Ternyata setiap selesai mengajar ayahku itu ...

__ADS_1


__ADS_2