
“ya anak mu lah...” teriak mamah dari dapur . Ayah kaget . Perasaan ayah saat itu benar-benar senang dan ga percaya . Ayah langsung meminta aku dari pelukan istri boss nya . Menggendong aku sambil berdiri . “mudah-mudahan kamu sehatya . Walaupun prematur” ayah berkata sambil tersenyum mencium keningku . “sembarangan” cetus mamah dari kamar nya . Mamah langsung keluar dan menceritakan tentang kesalahan perhitungan bidan ida . “oooh masa bidan gitu ya , jadi siapa ini namanya?” tanya ayah yang masih memandangiku dan menimang-nimang aku . “ya kenalan sendiri lah” cetus mamah sekali lagi .
Istri ayah senyum-senyum sendiri mendengar obrolan mamah dan ayah . Tapi tidak dengan boss ayah . Bos ayah sepertinya udah tidak suka denga ayah . Saat itu boss ayah langsung pamitan pulang . “loh ga di bawa sekarang mas ?” tanya ayah ku pada bos nya . Bos ayah pura-pura tidak dengar . Hanya istrinya yang menoleh ke arah ayah sambil tersenyum . Mamah memang sudah siap-siap saat bos ayah datang .
__ADS_1
“loh dek kan masih cuti . Kok mandi ? Ini anak kok di pakein sweter tebel gini ? harusnya di bedong loh dek” tanya ayah yang melihat janggal pada mamah . “makan dulu aja biar ga kayak aku . Beres makan nanti ikut biar tau”. Jawab mamah . Ayah kembali bertanya dan tidak menggubrisnya . Selesai makan , mamah lalu mengajak ayah ke stasiun . Mamah sudah siapkan baju mamah dan ayah di salah satu tas . Dan baju bayiku di tas yang lain .
Mamah bilang saat itu mamah menggendongku di tangan kiri nya tas ransel di punggung nya dan tas baju mereka di tangan kanannya . Sedangkan ayah hanya menenteng rokok di tangannya . Kadang sesekali ayah membantu mamah membawa.... Membawa aku . Itu pun ga lama . Mamah ngalah aja . Karena ayah anak bungsu dari keluarga ningrat . Yang pasti ga pernah susah dan selalu di manja . Kesel sih emang tapi terobati melihat ayah yang sedang menggendongku .
__ADS_1
Mamah kesal dan menceritakan semuanya . “ngarang banget kamu . Mana ada kakaku begitu . Kamu pikir aku robot . Kamu juga pinter banget ngarang cerita” mamah sakit hati banget. mendengar jawaban ayah dan malah membela orang yang udah nyakitin hati mamah . “ buktinya nanti klo udah pulang lagi ke bandung”.cetu mamah sambil memalingkan mukanya. Sepanjang perjalanan ayah kesal dan hanya tidur saja . Ceritanya ngambek gitu lah . Di tawarin cemilan apa-apa ngga pernah mau .
Sesampainya di jawa , ayah memaksa untuk kerumahnya dulu .ga setuju untuk kerumah nenek . Mamahpun setuju . Karena berharap keluaga ayah bisa luluh seperti nenek . Dan mulai bisa terima mamah jadi keluarganya . Mereka pun menuju rumah orang tua ayah . Saat itu semua mengucapkan selamat dan semua ikut bahagia . Satu persatu dari mereka mencoba menggendongku . Mereka semua memuji kalau anak ayah cantik dan bersih . “kok mirip galih ya?” seru istri dari kaka ke tiga ayah yang mengusir mamah itu . Semua keponakan ayah yang agak mendingan keturannya memang dari keluarga kakak ke tiga ayah . Yang lainnya pesek-pesek ga bertulang gitu . “dek kalian berdua kan sibuk kerja , iparmu mau asuh sampe SD . Jadi nanti SMP dia kan sudah bisa di tinggl sendiri di bandung.” pinta kakak ketiga ayah ku , yang belumnya berbisik dengan istrinya.
__ADS_1