
Ayah menghampiri mamah dan adik iparnya sambil tersenyum dan mengatakan bahwa ayah telah di terima di sebuah deller mobil menjadi seorang marketing . Namun ada yang aneh di cerita ayah . Ayah hanya menjelaskan masalah gaji dan pekerjaan . Sedangkan perusahaan biasanya tidak menjelaskan masalah gaji di awal . Karena ingin mengetahui lebih dulu kemampuan karyawan nya . Namun ayah menjelaskan . Kalau gaji pokoknya standar , yang besar itu dari insentive penjualan .
Mamah tidak terlalu senang dan tidak terlalu berharap juga dengan penghasilan ayah . Mamah hanya mendoakan yang terbaik untuk ayah , bahkan mamah ada inisiative untuk membantu menawarkan mobil pada bos mamah . Sebulan kemuadian ayah berhasil menjual empat unit mobil . Dan gaji yang di beritahukan pada mamah memang cukup jauh lebih besar dari mamah .
__ADS_1
Hanya di beritahukan saja? Ya begitulah ,, seharusnya keuangan di pegang istri . Namun ayah hanya memberikan struk gajinya saja dan memberikan setengah dari gajinya . Mamah pun sambil tertawa dan menannyakan kenapa ngga semuanya di pegang mamah . Alasan ayah , ayah butuh pegangan juga untuk bensin dan makan di jam kerjanya . Mamah kecewa sih tapi mamah tetap bersyukur . Karena mamah bisa menambahkan tabungan lagi .
Tak lama setelah itu , ayah mengabarkan pada mamah kalau ayah di angkat menjadi supervisor di tempat kerjanya . Mamah semakin senang . Bahkan ayah juga bilang bos nya sangat baik pada ayah . Kadang pun bos ayah suka main ke kontrakan ayah . Ayah bilang bos nya campuran cina jawa . Jadi bos nya menganggap kalau semua orang jawa adalah saudara .
__ADS_1
Bos ayah juga berkenalan dengan mamah . Dan benar saja orang nya sangat baik dan ramah . Akhirnya bos ayah itu udah di anggap saudara oleh mamah juga . Semakin sering datang ke kontrakan juga.
Rumah yang cukup luas juga . Sisa uangnya mamah gunakan untuk membeli perabotan rumah . Seperti sofa , spring bed , kulkas dan lain sebagainya . Namun mamah bilang pada tante mimi kalau mamah akan tetap menabung . Mamah ingin membeli rumah . Ingin mempunyai rumah sendiri . Kontrakan mamah itu berada di sebuah komplek. Dan dengar-dengar kalau di komplek atas akan di bangun perumahan baru .
__ADS_1
Mamah sangat antusias untuk menabung . Karena kalau makin lama , harga rumah pun makin mahal . Mamah juga minta pendapat ayah untuk membeli rumah . Berharap kalau ayah bisa memberikan uang lebih untuk tabungan rumah . Namun lagi-lagi jawaban ayah sangat menyebalkan . “udah lah dek , harga rumah disini mahal . Simpen aja uangnya , untuk makan aja masih ngirit-ngirit . Kalau mau beli di jawa aja lebih murah”
Mamah sangat kesal dengan jawaban ayah . Dalam hati mamah menjawab bahwa mamah mampu membeli rumah sendiri tanpa bantuan ayah . Tekad mamah sudah bulat . Tante mimi pun mendukung mamah . Namun mamah ga mau tante mimi ikut patungan .
__ADS_1