
Saat pengambilan raport di SD mamah sudah menjelek-jelekan aku pada supir kantornya . Dia sangat jelas mengatakan kalau aku sangat bodoh dan jauh berbeda dengan adikku yang sangat pintar . Jujur aku sakit hati dan tersinggung . Tapi aku memang mengakui jika itu benar adanya . Saat masuk ke SMP yang di sogok oleh mamahku itu aku kaget juga jika guru olah raga nya adalah guruku di SD dulu . Entah kenapa jadi aku ngerasa seneng aja . Namun tetap saja aku tak bisa belajar dengan tenang . Karena semakin aku besar , aku semakin menerima banyak hinaan dan siksaan dari mamah . Kali ini aku sangat malu dengan adikku yang sudah mulai besar dan mengerti .
__ADS_1
Hanya saja aku sedikit tenang karna adikku tak mengalami siksaan seperti tendangan , pukulan , jambakkan atau di pecut dengan gantungan baju hanya karena kesalahan ayahku . Aku melihat adikku bisa mengobrol dengan mamah aku pikir aku akan senang . Tapi ternyata aku malah cemburu dengan hal itu . Aku cemburu dengan adikku yang dengan santai bisa bercanda dengan mamah bahkan tidur satu ranjang dengan mamah . Sedangkan aku tidak sama sekali .aku sangat ingat awal aku datang ke bandung aku suda di berikan kamar sendiri . Setelah om ku datang ke bandung dan kuliah disini , aku tidur dengan om ku . Dan tante mimi yang akhirnya kos karena kamar satu lagi jadi kamar ayah . Ayah dan mamah memang dari aku kecil udah tak seranjang lagi .
__ADS_1
Disini aku sangat merasa aku sebagai pembantu di keluarga ini . Aku merasa mamah hanya memiliki satu anak dan suami yang tak bertanggung jawab . Aku memang salut dengan mamah yang mampu membiayai semua dan jadi kepala keluarga di rumah ini . Ia juga harus membiayai adik-adiknya sampai kuliah semua . Kecuali tante wiwi . Sangat terlihat jelas rasa sayang nya pada adik-adiknya . Hanya saja ia tak bisa menyayangi aku . Saat itu di semester pertama ku di SMP , aku tetap murid yang bodoh . Aku tetap tak bisa menangkap pelajaran . Aku yang menganggap diriku sendiri seorang pembantu juga lelah dengan pekerjaan rumahku . Belum lagi mendengar orang tua yang bertengkar di tambah aku sering mendapatkan siksaan dari mamah.
__ADS_1
Hingga saat itu aku yang kaget karena ayah yang memarahiku aku putuskan untuk minggat lagi . Karena orang yang paling aman di dekatku Cuma ayah . Dan aku tak lagi merasa aman berada di sini . Aku cukup berfikir keras bagaimana cara agar aku tak di temukan lagi di sini . Dan akhirnya aku putukan untuk pergi ke jawa . Sendirian . Jujur saat itu aku seperti pencuri . Aku membuka lemari mamahku dan aku mengambil uang sebesar Rp.400.000,- . Aku yang saat itu sekolah siang , tak berangkat sekolah dan pergi ke terminal . Aku ingat betul terminal tempat membeli tiket ke jawa . Karena dlu saat SD aku mengantar ayah ke terminal itu . Namun masalahnya aku tak tau kota mana bude dan pakde ku tinggal .
__ADS_1
Pada saat itu masih banyak di pinggir jalan yang namanya wartel . Entah ide dari mana , aku coba misscall nomer budeku . Daya ingatku cukup bagus . Aku yang tahu nomer telephone itu saat TK , mencoba menelpon dan tersambung .
__ADS_1