Married With Mr. Jeon Jungkook

Married With Mr. Jeon Jungkook
-twelve


__ADS_3

04.00 pagi


Eunha terbangun dari tidurnya karena ia merasakan berat di pinggangnya


Dilihatnya tangan manusia yang melingkar di pinggangnya


"Huh?! Astaga!"


Eunha sangat terkejut melihat keadaan ia sekarang yang tertidur berdua dengan jungkook


Dengan pelan ia menggeser tangan jungkook agar ia tak terbangun


"Hmm?"


Saat suara itu keluar dari mulut seorang jungkook eunha merasakan jantungnya yang berdetak kuat




Segera eunha berdiri meninggalkan jungkook yang berada di kasur


"Aku! Tak melakukan apa-apa!" Teriak eunha lalu berlari


Saat itu jungkook langsung mengejarnya


"Tolong biarkan aku pulang!" Mohon eunha sambil ketakutan


"Ya aku akan mengantarmu pulang, kau tertidur tadi malam" ujar jungkook yang menahan tangan eunha


"Biarkan aku pulang sendiri saja" mohon eunha lagi


"Ini masih terlalu pagi, tak baik jika kau mencari taksi jam segini"


Eunha menggerutu dalam hati ia tak ingin sebenarnya pulang bersama jungkook


"Tunggulah di sini, aku mengambil mobil dulu" ujar jungkook lalu ia berlari meninggalkan eunha


Eunha mengangguk sedari berdiri menunggu kedatangan jungkook kembali tak lama kemudian ia merasakan tempat ini sangat terang dari sebelumnya



Eunha menutup mulutnya terkejut lalu bergumam"Astaga! Bagus sekali"


Saat datang lampu mansion itu belum menyala sepenuhnya tiba malam ini lampu itu menyala semua eunha sampai kaget karena rumah itu sangat besar padahal di pikir-pikir yang tinggal hanya satu orang


'oh tidak! Maid nya saja banyak jadi wajar saja rumahnya besar apalagi anak dari perusahaan hbo' -eunha


"Eun! Naiklah" panggil jungkook dari dalam mobil


Eunha membuka pintu mobil lalu duduk di samping kursi supir yang di duduki Jungkook


***


"Terima kasih" ucap eunha menunduk


Jungkook mengangguk lalu kembali masuk kedalam mobil


"Eun tunggu!" Teriak jungkook


Jungkook berlari mengejar eunha yang hendak masuk kedalam rumahnya saat itu ia menarik tangan eunha sampai jarak mereka terkikis


"Maaf" Jungkook


"Tak apa" eunha menyampingkan sehelai rambut di belakang telinganya


"Nanti kau ada acara?" Tanya Jungkook

__ADS_1


"Memangnya kenapa?" Tanya eunha kembali


Jungkook menghela nafasnya lalu kembali berbicara


"Aku ingin mengajak mu pergi ke acara pernikahan teman ku"


Eunha berpikir sejenak apakah ia bisa pergi bersama jungkook sedangkan nanti pagi dia akan ujian


"Jam berapa?" Tanya eunha kembali


"Jam tiga sore" balas Jungkook


Eunha mengangguk dan itu membuat Jungkook menarik kedua sudut bibirnya ke atas


"Nanti sore akan ku jemput kau di sini ya?"


"Emm"


Akhirnya jungkook pergi dalam keadaan gembira sedangkan eunha kembali masuk kedalam rumahnya dalam keadaan pipi yang memerah


Eunha pov


Astaga bahkan aku lupa belajar! (Menepuk dahinya)


Pertama! Saat pulang sekolah kemarin aku belum membersihkan badan! Astaga, ini benar-benar memalukan!


Selesai eunha membersihkan badannya ia kembali membuka buku yang ingin di pelajarinya


Astaga! Benar-benar Kenapa aku selalu teringat kejadian itu!!!


Eunha memukul pipinya pelan


***


*Di sekolah


Eunha berpikir tiga hari lagi termasuk hari ini dia akan meninggalkan sekolahnya rasanya baru kemarin dia memasuki sekolah ini


Saat berjalan seseorang menepuk pundak eunha lalu eunha melirik ke belakang tepat orang yang menepuk pundaknya



Joshua datang dalam keadaan mengantuk dengan matanya yang terlihat sangat kecil dan juga menguap beberapa kali karena merasa lelah


"Kenapa kau datang seperti ini?" Tanya eunha


"Aku lelah sekali semalaman aku belajar untuk ujian ini" jelas Joshua


"Lalu? Apa urusannya dengan ku?" Tanya eunha heran


Joshua menyeringit lalu mendekatkan mulutnya ke telinga eunha dan berbisik


"Aku ada sedikit tantangan untuk mu"


Merasa geli eunha mendorong jauh Joshua agar tidak terus berbicara sangat dekat di telinganya.


Bukan apa-apa, eunha rasa itu tindakan yang menyebalkan membuat bulu kuduk nya berdiri


"Menjauhlah!" Marah eunha


Lagi, Joshua hanya tertawa melihat eunha marah


"Kau tak tertarik?" Tanya Joshua


"Apa tantangan itu?!"


"Cuma sedikit pertaruhan hasil ujian"

__ADS_1


"Jika hasil ujian ku lebih tinggi dari mu bagaimana?" Tanya eunha


"Kau boleh meminta apapun dari ku! Jika kau menyuruhku menjadi babu mu sekalian pun boleh"


Eunha tertawa ria dia sedikit terkejut mendengar taruhan dari Joshua menurutnya itu tak terlalu berat untuk menjadi nilai yang tertinggi di sekolah


"Bagaimana?"


"Oke!" Jawab eunha


"Jika aku yang menang,...kau harus menuruti dua permintaan ku saja" ucap Joshua


"Apa?! Itu tidak adil!"


"Kalau begitu, aku akan menjadi pesuruh mu selama sebulan? Atau apalah itu dan kau boleh meminta apapun dari ku?"


"Apa kau yakin Joshua?" Tanya eunha kembali


Joshua menganggukkan kepalanya bertanda ia yakin dengan taruhannya


"Baiklah aku terima" ucap eunha lalu pergi meninggalkan Joshua


Saat eunha sudah mulai menjauh dari hadapan Joshua barulah dia tersenyum menyeringai


"Seharusnya aku yang bilang seperti itu, apa kau benar-benar yakin menerima taruhan itu? Ckck"


Joshua tertawa sendiri lalu segera mencari kelas tempat di mana ia ujian


Eunha berjalan melewati banyaknya murid yang berdiri di depan kelas.


Kalo boleh jujur, mereka benar-benar sangat mengganggu bagi eunha


Eunha berpikir mengalahkan Joshua sangatlah mudah karena ia sangat jarang sekali memasuki peringkat umum di sekolah ini walaupun ia selalu rangking satu di kelasnya


Tapi, dia bisa saja mengancam keberadaan posisi eunha dan yang lebih ia takutkan lagi. Ekspresi Joshua saat menantang itu sangatlah serius, eunha rasa dia benar-benar ingin mengalahkan eunha untuk yang terakhir kalinya di sekolah ini


Tak sadar eunha dari tadi ia berjalan dengan lambat sambil memikirkan joshua


Tak lama kemudian terdengar suara teriakkan seseorang


"Awww!"


Segera eunha melihat apa yang terjadi, semua orang pada bergerumun menutupi apa yang terjadi sehingga eunha susah untuk melihat apa yang terjadi


Saat ada cela eunha segera masuk dan melihat apa yang terjadi


Mingyu, laki-laki itu sedang mencengkram tangan Jennie kuat alih-alih memelintirkannya kebelakang


"Apa yang kau lakukan mingyu!!!" Marah eunha


Mingyu yang melihat itu segera melepaskan pegangan pada tangan jennie lalu meninggalkan eunha termasuk orang-orang yang berkumpul


Saat itu juga eunha menghampiri Jennie yang tengah kesakitan


"Jen kau tak apa?" Tanya eunha


"Mata mu buta?! Kau lihat ini semua karena mu!"


Untuk yang pertama kali bagi eunha dan semua orang melihat Jennie meneteskan air matanya selama ini orang-orang selalu melihat Jennie sebagai tukang bully yang selalu bahagia di atas penderitaan orang


Jennie berlari sambil menghapus air matanya semua orang yang melihat itu terkejut ada juga yang senang karena dendam mereka terbalaskan


Seketika semua orang bubar kembali pada tempatnys masing-masing


Eunha masih setia berdiri di situ ia bingung apa yang tengah ia perbuat sampai-sampai jennie sebegitu marahnya pada dia padahal ia sudah melakukan yang Jennie minta untuk menjauhi mingyu. Terlebih lagi sikap mingyu yang berubah tidak seperti biasanya, memang eunha ingin mingyu menjauh darinya agar Jennie tidak menggangu dia lagi tapi melihat kenyataannya bahwa mingyu pergi menjauh darinya itu lebih sakit ketimbang ia harus di bully dengan Jennie


'ada apa dengan ku?! Kenapa aku seperti ini!' - eunha

__ADS_1


__ADS_2