
Perempuan itu, aku seperti mengenalnya, atau hanya perasaan ku saja?
Aku membungkukan badan ku memberi salam padanya
"Ibu aku membawa sayuran tapi kenapa kau malah memakan daging? Di usia seperti mu tak Bagus memakan itu" ujarnya
Aku hanya mendengar mereka berbincang
"Aah, tak apa aku ini masih sehat" jawab ibu sehun
"Jangan begitu, pikirkanlah kesehatan mu" perempuan itu kembali berbicara
"Jika aku sakit, tentu ada kau yang selalu menolong ku" tawa ibu sehun
Perempuan itu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, kemudian ia meletakan beberapa bungkusan di atas meja.
"Nama ku chou tzuyu, kau?"tanyanya pada ku
"Aku jung eunha"balas ku
Tzuyu tersenyum lalu kembali berbincang-bincang dengan ibu sehun.
Sehun dengan cepatnya membuka bungkusan makanan yang di bawa tzuyu, hingga membuat ku tergeser saat hendak duduk kembali di kursi.
"Siapa dia?" aku berbisik pada sehun
Mendengar pertanyaan ku sehun langsung mendongak ke atas ku.
"Dia?"bisik sehun
Aku menyeringit, menaikan satu alis ku heran "siapa lagi?"
Sehun tersenyum lalu menjawab "dia adik taehyung"
Aku membuka mataku lebar, adik taehyung? Bahkan aku tak tahu jika taehyung mempunyai adik perempuan.
"Yang benar saja?" tanya ku lagi
Sehun duduk tepat di samping ku lalu menautkan tangan kirinya di atas sandaran kursi ku.
"Kau tak tahu? Taehyungkan punya adik" jawab sehun
Aku mengangguk percaya dan kembali bertanya "dia seorang dokter juga?"
Sehun mengangguk "ya, tapi ku dengar ia baru memasuki masa koas" sebut sehun
Saat aku kembali melihat ibu sehun dan tzuyu, tyuzu mengerutkan dahinya menatap ku tidak senang 'aneh apa salah ku?' aku lihat lagi di sampingnya ibu sehun yang tengah asik memakan makanan yang di bawa tzuyu.
"Sepertinya dia menyukai mu" ujar ku pelan pada sehun.
Sehun kembali menoleh lagi "siapa? Tzuyu?"
Astaga bahkan dia terus menjawab 'siapa?' "memangnya disini ada banyak perempuan?" jawab ku ketus
Sehun tertawa"iya, kau, ibuku dan dia"
Sungguh mengesalkan "memangnya aku dan ibumu bisa mencintai mu?"
"Ibu ku memang tidak, tapi bagaimana dengan kau?" tanya sehun
"Kau gila? Kenapa balik bertanya? Kau pikir aku menyukai mu?! Mana mungkin" jawab ku
"Kau tahu saat aku sma, banyak anak-anak perempuan yang menyukai ku"
"Apa hubungannya dengan ku?!"
"Kau bisa saja menyukai ku?" bisik sehun
Orang gila! "Dasar bodoh! Aku malas berbicara dengan mu" marah ku
Aku berdiri dari kursi lalu menghampiri ibu sehun "nyonya saya permisi pulang dulu" ucap ku
Ibu sehun berdiri "kenapa cepat sekali? Kita belum mengobrol bertiga"
"Saya ada keperluan mendadak" ucap ku pada ibu sehun
__ADS_1
"Baiklah, hati-hati"
Aku keluar dari rumah ibu sehun berniat mencari taksi.
"Ibu aku pulang juga" sehun
Saat aku keluar, sehun menarik tangan ku.
"Hei kau marah?" tanya sehun
Aku mengerutkan dahi "siapa yang marah?"
"Kau" kata sehun
"Tidak" balas ku
Sehun membukakan pintu mobil untuk ku "kenapa kau ikut pulang? Kau bisa disini bersama ibu mu, aku juga bisa pulang naik taksi"
"Kau gila? Aku bisa di oceh oleh jungkook" jawab sehun
Aku gila? Kau yang gila! Dasar sehun, seenaknya berbicara.
"Tunggu!" teriak seseorang
Kami berdua melihat kebelakang, mendapati tzuyu yang tengah berlari.
Tzuyu masih mengatur nafasnya setelah berlari lalu mulai kembali berbicara "sehun, bisakah nanti malam kita makan bersama?" tanya tzuyu
Sehun mengangkat kedua tanganya, seperti orang yang tidak tahu "aku tidak bisa"
Wajah tyuzu berubah menjadi kesal, ia melemparkan tasnya hingga tertangkap oleh sehun.
"Kenapa kau selalu menolak ajakan ku?! Apa karena perempuan ini huh?!" teriaknya
Aku mulai berbicara "maaf tapi aku buka--"
"Diam! Aku tak ingin mendengar pembicaraan mu jalang!" marah tzuyu
Apa jalang?! Perempuan ini seenaknya berbicara! Wah wah sangat cocok dengan sehun.
"Dia jalangkan? Perempuan kotor?!" ejek tzuyu
Astaga aku tak tahan mendengar ocehan dia!
"Jaga bicara mu!" teriak ku
"Diam kau! Dasar perempuan jalang! Hobi mu merusak hubungan orang ya?!"
"Tzuyu!" marah sehun
"Kau jahat sehun! Kau membela jalang ini"
Astaga ya tuhan! Ingin ku lepar tongkat baseball ke kepalanya!.
Tzuyu mengambil tasnya pada sehun lalu pergi begitu saja.
"Maafkan dia, adik taehyung yang satu ini memang tidak tahu diri" ujar sehun
Aku merendahkan amarah ku "untung saja dia adik taehyung, jika bukan sudah ku pukul kepalanya dengan tongkat baseball, lalu ku gantung kakinya di tiang yang sangat tinggi" marah ku
Sehun tertawa "memangnya kenapa kalau dia adik taehyung?"
"Aku tidak enak saja, karena taehyung pernah menyelamatkan nyawa ku"
"Taehyung menyelamatkan nyawa mu?" tanya sehun
"Lupakan saja, itu tidak ada hubunganya dengan mu"
***
Sehun mengajak eunha mampir sebentar ke sungai han, saat ini mereka sedang duduk di depan mobil mereka.
"Anginnya sangat sejuk" ujar sehun
Eunha mengangguk sedari terus melihat air yang berada di sungai han.
__ADS_1
"Kau pernah pergi ke namsan tower bersama jungkook?" tanya sehun
"Tempat para pasangan menempelkan gembok Cinta mereka? Huh, aku dan jungkook saja baru kenal setelah pernikahan ini" jawab eunha
"Jadi kalian sebenarnya dipaksa menikah?" sehun
"Entahlah"
"Lalu apakah kau mencintai jungkook?"
"Aku tidak tahu, boleh sedikit ku bercerita?" ucap eunha
"Silahkan"
"Kau berjanji tidak untuk menceritakannya ke siapa pun?"
Sehun mengangguk "aku rasa sekarang perasaan Cinta ku kosong,ibaratnya hidup ku berjalan sesuai nasib, saat ada orang yang bisa merubah sedikit takdirnya, aku malah tetap berjalan sesuai dengan takdir ku yang di tentukan, aku sedikit mempunyai simpati pada teman laki-laki ku tapi aku juga tak tahu itu hanya sedikit ketertarikan atau memang perasaan Cinta, aku merasa kecewa saja mendengar ia mempunyai kekasih"
"Aku tidak punya banyak saran, semua itu hanya bisa kau yang mengaturnya, intinya kau menyukai jungkook atau teman mu itu?"
"Aku tidak bisa mengatakannya jika aku bilang aku menyukai jungkook 'tapi aku tidak merasa sesuatu hal yang berbeda...
Tunggu... Menurut mu apa arti Cinta?" tanya eunha
"Cinta? Menurut ku... Rasa ketertarikan antar dua kaum? Memberi kasih sayang sesama? Dan bisa menimbulkan keduanya rasa egois? Seperti cemburu misalnya? Atau mungkin rasa posesif? Atau bahkan yang bisa membuat hati mu bergetar? Oh hati atau jantung ya?"
Eunha tertawa, menutup mulutnya lalu kembali berbicara. "Kau sepertinya sudah berpengalaman"
"Tentu contohnya kisah Cinta aku dan lis-" sehun menghentikan ucapanya
"Kenapa? Kisah Cinta mu dengan siapa"tanya eunha
Sehun menggeleng lalu melanjutkan pembicaraannya yang lain.
"Aish tak terasa hari ini sudah sore" ucap eunha
Sehun melihat jam tanganya yang menunjukan pukul lima.
"Jungkook pasti sudah pulang, ayo kita pulang" ajak sehun.
Eunha dan sehun kembali masuk kedalam mobilnya, di dalam perjalanan eunha merasa perutnya sakit.
'Astaga! Perut ku sakit sekali!' -eunha
"Hoek" eunha menutupi mulutnya.
"Kau kenapa?" tanya sehun
Eunha menggelengkan kepalanya lalu berbicara "aku sedikit mual, mungkin karena perut ku belum terisi nasi siang ini"
"Kalau begitu ayo kita cari makanan" ajak sehun
"Ide Bagus"
"Kau mau makan di restoran mana?" tanya sehun
"Tidak perlu di restoran yang mahal, nah! Tempat makan pinggiran itu saja" tunjuk eunha.
Sehun terkejut "disana?"
Eunha mengangguk,karena ke inginan eunha, sehun pun terpaksa menghentikan mobilnya.
"Aku sangat ingin makan disana" mohon eunha
"Ya sudah, kau seperti ibu hamil saja"
"Enak saja" marah eunha
Eunha berlari menyeberang jalan lalu tiba-tiba terdengar suara besar.
BRUK
"eunha!" jerit sehun
Readers tersayang sekalian, selesai membaca jangan lupa tekan👍ya.
__ADS_1