Married With Mr. Jeon Jungkook

Married With Mr. Jeon Jungkook
- seventeen


__ADS_3

Pagi ini eunha tengah bangun lebih awal dari jungkook ia berniat untuk membuatkan jungkook sarapan pagi


"Pagi nyonya" sapa para maid di yang berada di rumah jungkook


Eunha tersenyum lalu pergi kedapur menghampiri para maid yang tengah membuatkan sarapan untuk mereka


"Permisi, bisa saya bantu?" Tanya eunha


Para maid di situ kebingungan mau menjawab apa pasalnya jungkook tak membolehkan eunha bekerja sedikit pun di rumah


"Maaf nyonya, tapi tuan jungkook tak memperbolehkan kami untuk memperkejakan anda" jawab salah satu maid di situ


"Tapi aku hanya ingin membantu" ujar eunha


Tak lama kemudian munculah sosok laki-laki yang tampan nan tinggi



"Kau duduk saja eun" ujar Jungkook


Semua maid kembali bekerja melihat jungkook yang datang.


Eunha hanya mengangguk lalu duduk di kursi makan sambil menunggu masakan para maid selesai


"Kau akan pergi kemana?" Tanya eunha


"Aku akan bekerja" balas jungkook sedari memainkannya ponselnya


Tring...tringg..


Telphone jungkook berbunyi segera ia mengangkat panggilan itu


'halo, ada apa kyung?'


'hei selamat atas pernikahan mu, maaf aku tak bisa datang kemarin'


'terima kasih, tak apa mendengar ucapan selamat saja sudah cukup'


'kau bekerja kan hari ini?'


'tentu saja'


'jam sembilan nanti ada rapat, jangan sampai telat'


'ya, sampai jumpa makanan ku sudah datang'


Tut...tut..


Para maid berdatangan dengan membawa banyak makanan.


Eunha membuka mulutnya terkejut melihat banyak makanan di depannya.


"Bukankah ini terlalu banyak?" Tanya eunha


"Kami sudah terbiasa memasak seperti ini nyonya" jawab salah satu maid itu


Jungkook berjalan mendekat ke meja makan lalu duduk di hadapan eunha.


Mereka berdua mulai menyantap makanan yang telah di siapkan para maid


"Aku pergi dulu" ucap Jungkook yang mengecup dahi eunha


"Emm" eunha mengangguk lalu melihat kepergian jungkook


Saat kembali ke kamarnya eunha melihat satu maid di depan pintu


"Halo.... nyonya" sapanya


Eunha tersenyum lalu melewati maid itu tapi maid itu menahan eunha


"Ada apa?" Tanya eunha


"Senang berkenalan dengan mu" senyumnya


Eunha terkejut melihat maid itu lalu berlari masuk ke dalam kamarnya dan tak lupa ia menguncinya


"Ihh! Ada apa dengan dia? Kenapa senyumnya menyeramkan dia seperti orang gila" eunha memegangi tubuhnya


Tringg...tringg


'halo?'


'istri orang! Datanglah kesekolah hari ini! Pengumuman hasil nilai ujian akhir kita telah keluar'


'aku tahu, tapi bisakah kau tak memanggil ku seperti itu?'


'hehe, ya sudah cepatlah datang'


'ya'


Tut..Tut..


Eunha membuka lemarinya lalu mengambil kemeja yang bermotif garis-garis kecil hitam dan rok mini di atas lutut, dia menutupi kakinya dengan stoking hitam transparan



Dia memakai sepatu yang kira-kira tingginya sampai lima sentimeter.


Eunha mengambil tas kecil lalu segera keluar dari kamarnya

__ADS_1


Tuk


Tuk


*Suara sepatu


"Nona anda mau kemana?" Ucap laki-laki yang tak kalah tingginya dengan jungkook, menurut eunha laki-laki ini lebih tinggi dari pada jungkook



"K-kau siapa?" Tanya eunha sembari menatapnya dari atas ke bawah


"Ekhmm...saya oh sehun yang akan mengantarkan nona pergi kemana pun" ucap Sehun


"Em, itu tidak perlu..aku bisa pergi sendiri" ujar eunha


"Nona biarkan saya menjalankan tugas dari jungkook" jelasnya


"Kalau begitu, kau meminta pekerjaan lain saja pada jungkook" saran eunha


Sehun tertawa lalu mengacak-acak rambutnya sendiri


"Pekerjaan ini sudah Spesial, saya telah di percaya olehnya, dan lagi biarkan saya melakukan ini demi membalas kebaikan Jungkook pada keluarga saya" ucap sehun


"Ya sudah kalau begitu"


Eunha memulai langkahnya kembali


"Nona anda mau kemana?"


"Aku mau pergi"


"Kalau begitu biar saya antar" Sehun mengeluarkan kunci mobil dan bergegas membukakan pintu mobilnya


"Apa di mulai hari ini?" Tanya eunha heran


Sehun mengangguk, lalu mempersilahkan eunha masuk ke dalam mobil.


*Di perjalanan


"Nona mau pergi kemana?" Tanya Sehun


"Antarkan saja aku sma Llnc"


Sehun mempercepat laju mobilnya agar cepat sampai ke tujuan.


Eunha keluar dari mobil lalu di susul sehun yang mengikutinya


"Kenapa kau mengikuti ku?" Tanya eunha


"Itu tugas saya"


Tepat di dalam mobil sana, Sehun tertawa karena ulah eunha yang lucu.


"Istri orang!" Teriak sinb


Eunha yang mendengar itu segera mencubit perut sinb, lalu ia berteriak kesakitan


"Aww!" Teriak sinb


"Sudah ku bilang agar menjaga rahasia ini" marah eunha


Sinb tertawa lalu menutup mulutnya agar eunha percaya ia tak akan mengulanginya lagi.


Mereka berdua berjalan ke arah keramaian, di situ perkumpulan anak kelas tiga sma yang tengah melihat hasil ujian mereka dengan kelulusannya


"Sinb! Eunha! Kita lulus" teriak umji kegirangan


Eunha melihat itu segera memasuki keramaian dan melihat papan pengumuman itu


"Aaaa! Kenapa aku menjadi urutan keduaaa!" Teriak eunha


Teriakan itu berhasil membuat semua orang menjadi melihat ke arah eunha.


Merasa di lihatin semua orang, eunha menutup wajahnya malu


"Hei yang penting nilai mu tinggi" kekeh sowon


"Eun! Kau itu harusnya bersyukur mendapatkan urutan kedua! Kau tak lihat nama ku ada ke urutan berapa?"


Eunha segera mencari nama yuju di papan pengumuman itu



Choi yuna



Mereka berlima mentertawakan yuju lalu memeluknya


"Yang penting nilai mu cukup tinggi" ujar yerin


"K-kalian tidak melihat nama ku?" Tiba-tiba saja sinb meneteskan air matanya


Semuanya menjadi khawatir dan mencari nama sinb


DOENG!


__ADS_1


HWANG EUN BI



Mereka hanya menepuk pundak sinb pelan, sinb terus saja menangisi hal itu


"Kau sih! Makanya belajar bukannya mencontek" marah umji


"Aku sudah belajar! Tapi saat di sekolah ingatannya hilang dan aku pun mencontek" elak sinb


Semuanya hanya mendengus saat sinb berbicara


"Tapi tenang saja! Aku akan kuliah di universitas China pilihan ibu ku! Dan bedasarkan pengumuman kemarin aku telah di terima!!!" Teriak sinb


Yerin terkejut lalu memukul kepala sinb pelan


"Yaa! Kenapa kau lakukan itu?!" Marah sinb


"China?! Kau beruntung bodoh! Bertindak seperti orang yang paling tidak beruntung hari ini! Kau tau aku hanya bisa kuliah di sini! Ibu ku menyuruh untuk melanjutkan kuliah di Seoul" yerin berpura-pura menangis


Semuanya tertawa lalu berjalan ke kantin


*Saat di kantin


"Jadi ayo ceritakan dimana kalian akan melanjutkannya" ucap Sowon


Semuanya diam lalu yuju memulai pembicaraannya


"Aku akan kuliah di snu mengambil jurusan craft and desain" jelas yuju


"Aku akan kuliah di SKKU"


Semuanya terkejut lalu timbul banyak pertanyaan untuk yerin


"Kau ingin jadi dokter?" Tanya umji


"Astaga! Apa aku mimpi?!" Teriak sinb


"Kau tidak sakitkan yerin?" Tanya eunha


"Aaa! Yerin! Apa kepala mu terbentur?!" Teriak yuju


"Terima kasih tuhan! Engkau membuat yerin sadar akan masa depannya" teriak sowon


Yerin sedikit kesal lalu berdiri di atas kursi


"Aku telah memutuskan untuk menjadi dokter! Itu saja intinya" teriak yerin kesal


Semuanya tertawa lalu menyuruh yerin turun dari kursi


"Aku akan melanjutkan sekolah ku di Hongkong tempat ayah ku bekerja" ujar sowon


"Aku akan kuliah di Amerika bersama Vernon" ujar umji


Mereka berlima mulai mengejek umji hingga marah


"Lalu bagaimana dengan mu eun?" Tanya sinb


"Aku?...."


Semuanya menunggu jawaban eunha


"Aku akan berusaha menjadi istri yang baik lalu melanjutkan kuliah ku di Kyunghee, dan juga aku harus mengambil jurusan bisnis agar aku bisa mewarisi perusahaan ayah ku"


Semuanya kagum dengan ucapan eunha tapi tidak dengan sinb


"Untung saja aku tidak menikah di usia muda! Jadi aku masih bisa bebas pergi dengan siapapun" kekeh sinb


Eunha menarik rambut sinb lalu terjadi pertengkaran kecil di antara mereka


"Hei! Sudah!" Pisah umji


"Eunn..." Panggil yerin


"Apa?" Jawab eunha yang sedang merapikan rambutnya


"Bagaimana dengan cerita malam pertama mu?"


Eunha terkejut lalu bertindak seolah-olah ia tak mendengarnya.


Semuanya menarik-narik eunha agar bercerita tentang itu.


"Kami tidak melakukan apapun!" Jelas eunha


"Benarkah?" Yerin


"Kau berbohong" yuju


"Ya eunha sudah tidak perawan lagi" sinb


"Yaa! Kau! ku potong leher mu!" Eunha


"Apa sakit?" Sowon


"Astaga aku bisa gila bersama mereka" umji


'terkecuali malam itu!! Aku belum siap menceritakannya!' -eunha


JANGAN LUPA VOMENTNYA :)

__ADS_1


__ADS_2