Married With Mr. Jeon Jungkook

Married With Mr. Jeon Jungkook
- twenty one (17+) hunlis


__ADS_3

Jungkook berjalan mengelilingi taman depan rumahnya di ikuti dengan sohyun.


"Tuan..."panggil sohyun


Langkah jungkook terhenti, ia menoleh ke arah sohyun.


"Ada apa" tanya jungkook


"Aku..."


"Aku?" Jungkook kembali bertanya


Tak lama kemudian, tepat saat sohyun berbicara dengan jungkook, seorang maid datang.


"Permisi tuan, ibu nyonya eunha datang"


Jungkook celingak-celinguk mencari ibunya eunha, tak lama kemudian seorang wanita datang.


"Halo, ibu" sapa jungkook


Jung hee tersenyum lalu bertanya dimana eunha sekarang, mereka akhirnya pun tak jadi berbicara, sohyun yang melanjutkan pekerjaannya dan jungkook yang mengantarkan jung hee ke kamarnya.


"Eunha?" Panggil jung hee


Eunha sedang duduk di kursi meja riasnya lalu tiba-tiba jung hee muncul di balik pintu kamarnya.


"Mama!" Teriak eunha, tak lupa ia langsung memeluk jung hee erat


Mereka berdua duduk di atas kasur, sebelum berbicara eunha mengunci kamarnya.


"Jadi apa yang membuat mu pingsan tadi?" Tanya jung hee


Eunha menunduk sambil memegangi sesama jarinya


"Aku juga tidak tahu..kenapa eunbi selalu masuk kedalam pikiran ku, dan juga siapa eunbi itu..."


Jung hee membulatkan matanya, ia sangat terkejut, dia pikir ingatan eunha telah hilang akan tetapi ingatan itu masih menghantuinya, dia mencengkram kuat tas kecil yang di bawanya.


"Ma?" Panggil eunha


Jung hee terkejut lalu sontak menoleh ke arah eunha.


"Ahh mama juga tak tahu eun..mama rasa itu sedikit halusinasi" jelas jung hee


"Itu tidak mungkin halusinasi ma! Jelas-jelas eunbi itu masuk kedalam pikiran ku tanpa di hayalkan" ucap eunha ragu


Tring...! Tring...!


'halo?'


'kau dimana?'


'sebentar aku akan menyusul'


"Siapa?" Tanya eunha


"Teman, mama tak bisa lama-lama di sini eun, mama pulang dulu ya" ujar Jung hee


Eunha mengangguk lalu menghantarkan ibunya sampai di halaman.


"Beristirahatlah" ujar Jung hee


Sedangkan jungkook yang berada di dalam ruang ruang kerjanya sedang memikirkan banyak hal, sesekali ia menekan mata pulpen hingga pulpen itu rusak.

__ADS_1


Sebelum itu, jungkook tengah membawa segelas air putih menyusul jung hee yang ada di kamarnya.


"Aku juga tidak tahu..kenapa eunbi selalu masuk kedalam pikiran ku, dan juga siapa eunbi itu..."


Langkah jungkook terhenti saat hendak masuk kesana, ia menguping pembicaraan dari luar.


"Ahh mama juga tak tahu eun..mama rasa itu sedikit halusinasi"


'eunbi?' - jungkook


Saat jung hee hendak keluar, dengan cepat Jungkook masuk kedalam ruang kerjanya.


Tok Tok


Eunha masuk kedalam ruang kerjanya Jungkook, terlihat di situ seorang laki-laki sedang sibuk membaca sesuatu.


"Jungkook?" Panggil eunha


Jungkook menoleh lalu menghentikan aktivitasnya.


"Kau sibuk?"


"Sedikit.." jawab jungkook


Eunha mengangguk, lalu meninggalkan ruangan jungkook.


***


Malamnya, lisa berjalan dengan santainya menuju salah satu cafe di seberang sana.


"Hai" sapa Lisa


Seorang laki-laki berkulit putih dan tinggi, menyapa lisa dengan senyuman.


"Bagaimana? Lancar sajakan?"tanya lisa


Lisa mengeluarkan amplop yang berisi lalu menyerahkan nya pada laki-laki itu.


"Jika kurang katakan saja, asalkan jangan sampai ketahuan oleh Jungkook"


Laki-laki itu tersenyum menyeringai mendapati amplop yang berisi penuh oleh lisa.


Dia tak lain adalah sehun dengan senyuman khasnya, serta kelicikan nya yang tak banyak orang ketahui.


Lisa Kembali meninggalkan Sehun, tapi di cegat oleh nya.


"Hei, kau tak mau menemani ku lagi?" Ujar Sehun


"Kau gila?! cari jalang baru sana!" Marah Lisa


Segera Lisa meninggalkan Sehun yang duduk sendirian di cafe, tak lama kemudian perempuan cantik dengan baju yang minim datang menghampiri Sehun.


"Sayang, kita jadikan pergi?" Tanya perempuan itu


"Kau gila?! Cari mangsa mu yang lain sana! Selera ku tidak seperti mu" ujar sehun mengikuti cara bicara lisa


"Apa?! Kau tadikan memanggil ku?!"


Sehun tertawa lalu meninggalkan jalang itu, tak lupa sebelum pergi ia memukul bokong wanita itu seperti pria nakal lainnya.


"DASAR KAU KAPARAT!!!" Teriak wanita itu


Lisa sedang berjalan mendekati mobilnya, tiba-tiba sehun datang menyusul.

__ADS_1


"Lalisa sayang..." Bisik sehun di telinganya


Lisa bergidik geli, menjauhkan sehun dari hadapannya.


"Menjauhlah" marah Lisa


Sehun mendorong tubuh lisa hingga terpentok di mobil, tak lupa menghalang jalan lisa dengan satu tangannya.


"Kau yakin, hmmm...?"


Sehun *** bokong lisa hingga ia mendesah tepat di telinga Sehun.


"Kau selalu saja" ujar lisa


Ia membuka pintu belakang mobil lalu mendorong sehun masuk kesana.


Lisa mulai melepaskan dasi dan kancing kemeja Sehun, hingga tampaklah dada bidangnya serta otot-otot di perutnya.


"Aku sangat rindu dengan desahan mu" Sehun langsung mendorong lisa dan membuka bajunya dengan paksa


Mereka terus berciuman, sehun yang terus memainkan tangannya di payudara lisa, dia terus meremasi payudara lisa dan memelintir nipplenya, membuat lisa mendesah nikmat.


"Ahh"


Lisa membuka celana Sehun, lalu *** bagian yang menonjol di sana.


Sehun menyuruh lisa menungging di hadapannya, dan bersiap memasukan p*nis besarnya kedalam ** lisa.


"Ahh.. Sehun..." Desah lisa


Mobil yang mereka pakai untuk berhubungan, bergoyang tiada henti karena aktivitas mereka, untungnya tidak banyak orang yang lewat.


Sehun terus mempercepat tempo sodokannya.


"Ashhh...sehun"


Lisa menghentikannya lalu berbalik ke hadapan Sehun, ia menarik kepala sehun mendekat tepat di hadapan vaginanya yang basah.


"Sehun tolong" gumam lisa


Wajah lisa sudah mulai memerah, tubuhnya yang terasa panas membuatnya semakin bersemangat untuk melakukan hal itu.


Sehun mendekati mulutnya ke ** lisa, menjilati bagian luarnya, sesekali ia memasukan lidahnya kedalam memberi kesan menggelitiki di area dalam itu.


"Uhh..ohh..yeah..babe" desah lisa lagi


Ia menggigit kritoris pelan lalu menekan-nekan kritoris lisa dengan kuat.


"Ahh..omg!.. do it again babe"


Sehun memasukan jari telunjuknya kedalam lubang ** lisa mengocok-ngocoknya pelan.


"Sehun..tolong..aku"


Sembari terus melakukan itu, ia langsung menambahkan dua jari sekaligus, membuat lisa mendesah panjang.


Clap


Clap


Tak cukup sampai di situ lisa menjilati p*nis sehun yang sudah berdiri lalu memasukkannya kedalam mulut lisa.


"Faster babe" ucap sehun sedari terus menjambak rambut lisa, agar membantu apa yang di lakukannya.

__ADS_1


"Aku tak puas disini" ujar lisa


Sehun mengerti maksud lisa, segera ia memakai semua bajunya dan mengemudikan mobil milik lisa.


__ADS_2