
"hei eun" panggil seseorang
Eunha membalikan badannya, melihat siapa yang memanggilnya
"J-joshua?!"
Eunha terkejut lalu berlari dari hadapan Joshua
"Eits, janji mu" ujar Joshua
Eunha tersenyum lalu menjauhkan tangannya yang mencengkram leher belakang baju.
"Taruhan ini batal!" Marah eunha
"Kenapa?! Kau tak bisa membatalkannya begitu saja" balas Joshua
"Kau tak lihat?! Jumlah nilai kita sama! Hanya kau yang beruntung menjadi nomor satu" jawab eunha
Joshua mendengus lalu mengajak eunha berjalan sebentar.
"Kalau begitu, kau turuti satu permintaan ku dan aku turutkan satu permintaan mu, bagaimana?"
"Oke!" Jawab eunha
"Apa permintaan mu?"
"Ku rasa kau tahu...cukup jaga rahasia itu! Jangan sampai teman-teman mu tau" ujar eunha
Joshua tertawa lalu kembali bertanya pada eunha
"Kau tak mau bertanya apa permintaan ku?" Tanya Joshua
"Cepat sebutkan" ujar eunha
"Aku tak bisa menyebutkannya sekarang"
Eunha menatap joshua heran
"Aku akan pergi eun..." Jelas joshua
Eunha terkejut lalu segera memegangi bahu Joshua
"Kau mau pergi kemana?!" Tanya eunha histeris
"Kkk, tenang saja...aku tak apa, hanya aku harus pergi ke Amerika untuk melanjutkan kuliah ku" jelas joshua
"Joshua! Kita ini temankan?! Jika terjadi sesuatu jangan sungkan untuk bercerita"
'teman? Hahaha kau benar kita hanya teman' - joshua
Joshua mengangguk lalu duduk di sebuah kursi sambil menatap langit yang cerah pagi ini.
"Huh, tak terasa kita sudah meninggalkan sekolah ini, kau ingat? Waktu kita menari bersama? Kelas ku dan geng kalian" ucap eunha
Joshua tertawa, tak sadar matanya bahkan mulai memerah.
"Jika aku bisa memundurkan waktu, akan ku ulang waktu kita semua bertemu"
Air mata joshua sudah mulai turun perlahan, eunha memeluknya agar dia menghentikan tangisnya.
"Aku tak apa, hanya saja mata ini tidak bisa di ajak kerja sama" kekeh Joshua
"Joshua, ayo kita makan bersama dengan geng seventeen dan yeoja chingu" ajak eunha
"Itu ide bagus, tapi aku rasa kita akan kehilangan satu orang"
"Apa maksud mu?" Tanya eunha penasaran
"Jam sembilan nanti mingyu akan pergi ke jepang"
Eunha membulatkan matanya sesekali jarinya terasa gemetar
"Kau serius?"
"Aku tidak berbohong" jawab joshua
Eunha berdiri dari kursinya lalu berniat meninggalkan Joshua.
__ADS_1
"Eunha" panggil Joshua
Eunha menoleh, waktu itulah yang di ambil joshua untuk membenarkan rambutnya, saat mereka bicara Joshua terus saja memperhatikan tanda-tanda itu, membuat hatinya tak nyaman.
"Ada apa?"
"Tidak, pergilah" senyumnya
'semoga kau bahagia!' -joshua
***
"Sehun! Sehun!" Teriak eunha agar membuka mobilnya
Sehun terbangun dari tidurnya lalu segera membukakan pintu belakang untuk eunha.
"Tak usah! Aku duduk di depan saja, dan antarkan aku ke bandara! Ku mohon"
wajah eunha berubah menjadi panik, sebab itu lah Sehun mau menuruti nya.
*Di bandara
Eunha berlari mencari mingyu di bandara tersebut, tetapi usaha itu tak berhasil, di lihatnya jam tangan milik Sehun yang menunjukkan pukul sembilan.
"M-mingyu" tangis eunha
Sedangkan mingyu bersama geng seventeen sedang berbincang.
'aku harap kau bisa melihat ke pergian ku eun' -mingyu
"Mingyu kau sedang memikirkan apa?" Tanya jun sedari melihat mingyu melamun
"Ahh tidak" jawabnya
"Berhentilah memikirkan eunha, kau tak lihat perempuan manis itu lebih baik?" Bisik hoshi
Mingyu melihat sana yang sedang tersenyum.
Mereka akan pergi bersama-sama ke jepang, mingyu yang akan melanjutkan kuliahnya, sana yang akan pulang ke kampung halamannya, tentu juga melanjutkan sekolahnya.
Eunha berjalan ke sana kemari mencari mingyu, saat itu ia melihat laki-laki yang mirip dengan mingyu, dan ternyata dia memang benar mingyu, tapi eunha segera mengurung niatnya untuk ke sana setelah melihat mingyu sedang berpegangan tangan dengan seorang perempuan.
Sana tersenyum lalu mengikuti langkah mingyu
"Hati-hati" teriak mereka
Mingyu tertawa sedari terus menarik tangan 'sana' , tepat di sana eunha yang tengah menangis sejadi-jadinya.
Mereka berjalan bersamanya orang-orang yang akan pergi juga, saat mingyu menoleh untuk melihat teman-temannya tapi dia malah melihat eunha yang tengah menangis, eunha melambaikan tangannya sambil tersenyum.
Mingyu melepaskan pegangan tangannya dengan sana, berniat untuk keluar menyusul eunha tapi sana mencegah.
"Mingyu! Kau mau kemana?! Kita tak bisa keluar lagi" teriak sana
Mingyu mengehentikan langkahnya, seandainya saja ia melihat eunha sebelumnya mungkin ia sudah mengucapkan salam perpisahan.
"Hei eun" sapa seungkwan
Eunha hanya diam sembari menatap kepergian mingyu
"Siapa laki-laki ini" bisik seungkwan
"Diamlah" balas eunha
"Hei, tumben sekali kau menjawab dengan ketus"
"Siapa perempuan itu?" Tanya eunha
"Perempuan? Maksud mu sana? Bedasarkan yang ku dengar dia itu anak dari temannya ayah mingyu, karena mereka sama-sama bertujuan pergi ke jepang akhirnya mereka memutuskan untuk pergi bersama-sama, dan juga kudengar...mereka di jodohkan eun" jelas seungkwan
Eunha tersenyum lalu meninggalkan seungkwan
"Eun! Kau marah kami tidak memberi tahu kepergian mingyu" teriak seungkwan
"Tidak" balas eunha
Eunha berjalan menuju ke parkiran bersama sehun.
__ADS_1
"Nona, memangnya siapa mingyu" tanya sehun
"Jangan panggil aku nona, aku rasa sedikit aneh, lagi pula aku lebih muda dari mu, panggil aku eunha dan lagi dia bukan siapa-siapa" jawab eunha datar
"Baiklah eunha, tapi sikap mu sangat berbeda untuknya"
"Diamlah!" Marah eunha
Tring...!Tring...!
'halo?'
'dimana eunha?'
'sedang bersama ku'
'kau menjaganya dengan baikan?'
'tentu saja'
'bisakah kau datang kemari? Kami membutuhkan mu Sekarang...saat ini ceo dari perusahaan ZXY datang, kau tau kan anaknya sangat tertarik dengan mu'
'dasar!, Bagaimana dengan eunha?'
'antarkan dia pulang'
"Eun suami mu menyuruh pulang" ujar Sehun
Eunha mengangguk
'tunggulah'
Tutt...tutt...
"Sehun antarkan saja aku kerumah teman ku"
"Tapi Jungkook?"
"Aku baik-baik saja bersama teman ku"
***
Tok! Tok!
"Ya tunggu sebentar" teriak yerin
"Yer aku masuk ya" ujar eunha
"Kenapa bisa kau sampai kesini"
"Ceritanya panjang! Suasana hati ku sedang tidak bagus sekarang" ujar eunha
Eunha masuk kedalam kamar yerin lalu mulai bercerita dari awal.
"Maafkan aku eun..aku tidak di bolehkan oleh mingyu bercerita tentang itu.."
"Jadi sebenarnya mingyu sudah tahu! Bahwa aku sudah menikah?!" Terkejut
"Mingyu bilang dari jennie"
"Astaga! Aku bahkan tak tahu kalau jennie tahu tentang ini"
"Mingyu bilang kakak Jennie, temannya jungkook"
Eunha mengangguk pasrah mengetahui rahasianya telah diketahui oleh banyak orang.
"Ngomong-ngomong, kau tidak bertanya kenapa aku ingin masuk kuliah kedokteran?" Tanya Yerin
"Memangnya kenapa?"
"Karena dia!" Menunjukkan foto
"Saat itu aku sedang membawa ibu ku berobat! Lalu aku melihat laki-laki tampan ini sedang minum, akhirnya aku photo! Ku perhatikan lagi, ternyata dia seorang dokter! Jadi begitulah ceritanya" jelas Yerin panjang lebar
Eunha tertawa karena melihat foto itu, bagaimana bisa yerin jatuh cinta pada seorang dokter seperti taehyung.
__ADS_1
"Aku mengenalnya" eunha
"Apa?!" Yerin